retina Archives - Kasoem Vision Care https://www.kasoemvisioncare.com/tag/retina/ We Care Your Binocular Vision! Mon, 19 Feb 2024 04:24:27 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.4 https://www.kasoemvisioncare.com/wp-content/uploads/2016/07/cropped-icon-web-32x32.jpeg retina Archives - Kasoem Vision Care https://www.kasoemvisioncare.com/tag/retina/ 32 32 222235612 Makanan untuk Kesehatan Mata, Ada 26 Jenis loh! https://www.kasoemvisioncare.com/makanan-untuk-kesehatan-mata/ https://www.kasoemvisioncare.com/makanan-untuk-kesehatan-mata/#respond Wed, 24 Jan 2024 09:34:52 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=8472 Mata adalah organ utama penglihatan. Maka dari itu, penting menjaga kesehatannya. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan untuk kesehatan mata. Apa saja makanan yang baik...

The post Makanan untuk Kesehatan Mata, Ada 26 Jenis loh! appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Mata adalah organ utama penglihatan. Maka dari itu, penting menjaga kesehatannya. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan untuk kesehatan mata. Apa saja makanan yang baik untuk mata?

Makanan untuk Kesehatan Mata

Pada dasarnya, makanan untuk kesehatan mata sama baiknya dengan makanan yang baik buat jantung dan seluruh tubuh. Misalnya, mengonsumsi makanan rendah lemak, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Tidak hanya dapat membantu jantung, sumber makanan tersebut baik untuk mata. Sebab, mata bergantung pada arteri kecil untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi, sama seperti jantung bergantung pada arteri yang jauh lebih besar. Menjaga arteri tetap sehat akan membantu mata.

Menurut Dokter Mata di Nashville, Tennessee Rebecca J. Taylor, MD mengonsumsi makanan yang tepat adalah cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi yang menyehatkan mata. Beberapa menjaga kesehatan mata secara keseluruhan. Sedangkan yang lain, telah terbukti mengurangi risiko penyakit mata.

26 Jenis Makanan untuk Kesehatan Mata

Makanan yang dinilai baik untuk kesehatan berasal dari beragam nutrisi. Baik itu dari buah-buahan, sayuran hingga ikan. Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, ada 26 jenis makanan yang tergolong baik untuk mata. Apa saja itu?

Sayuran dan buah-buahan berwarna oranye dengan vitamin A

Nutrisi sehat untuk mata yang paling terkenal adalah vitamin A. Sebab, retina membutuhkan banyak vitamin A untuk membantu mengubah sinar cahaya menjadi gambar yang kita lihat. Selain itu, tanpa vitamin A yang cukup, mata Anda tidak akan cukup lembab untuk mencegah mata kering

Sumber vitamin A yang paling terkenal adalah wortel. Selain itu, ubi jalar yang ternayata mengandung lebih dari 200 persen dosis harian vitamin A yang direkomendasikan dokter. Buah lain yang mengandung vitamin A adalah melon dan aprikot.

Buah-buahan dan sayuran kaya akan Vitamin C

Selain vitamin A, mata juga perlu vitamin C. Sebagai antioksidan, vitamin C membantu melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan kebiasaan konsumsi makanan yang digoreng, asap rokok, dan sinar matahahari. Vitamin C membantu memperbaiki dan menumbuhkan sel jaringan baru.

Bahkan, menurut Age-Related Eye Diseases Study (AREDS), antioksidan dapat mencegah atau setidaknya menunda degenerasi makula terkait usia (AMD) dan katarak.

Sumber vitamin C yang baik antara lain:

  • jeruk, seperti jeruk , jeruk keprok , jeruk bali , dan lemon
  • buah persik
  • paprika merah
  • tomat
  • stroberi

Makanan untuk kesehatan mata dengan vitamin E

Antioksidan penting lainnya adalah vitamin E, yang membantu menjaga kesehatan sel. Vitamin E dapat ditemukan pada alpukat, almond, dan biji bunga matahari.

Ikan air dingin dengan asam lemak omega-3

Penelitian mengungkapkan pola makan yang kaya asam lemak omega-3 dari ikan air dingin dapat membantu mengurangi risiko penyakit mata di kemudian hari. Senada dengan pernyataan tersebut, Dr. Taylor mengatakan omega-3 baik untuk fungsi air mata, jadi makan ikan dapat membantu penderita mata kering.

Ikan-ikan tersebut antara lain:

  • salmon
  • tuna
  • sarden
  • halibut
  • trout

Sayuran berdaun hijau kaya akan lutein dan zeaxanthin

Lutein dan zeaxanthin adalah antioksidan yang ditemukan dalam pigmen sayuran berdaun hijau dan makanan berwarna cerah lainnya. Mereka adalah kunci untuk melindungi makula, area mata yang memberi kita penglihatan terpusat dan paling detail. Kangkung dan bayam memiliki banyak nutrisi ini. Makanan lain yang kaya akan lutein dan zeaxanthin adalah:

  • selada romaine
  • sawi
  • lobak hijau
  • brokoli
  • kacang polong

Sementara itu, selain sayuran hijau telur juga merupakan sumber nutrisi yang baik bagi kesehatan mata.

Kacang dan seng

Mineral zinc membantu menjaga retina tetap sehat dan dapat melindungi mata dari efek cahaya yang merusak. Namun, zinc dapat menurunkan jumlah tembaga dalam tubuh untuk membantu pembentukan sel darah merah.

Menambah keduanya sekaligus bisa dilakukan dengan semua jenis kacang-kacangan (legum), termasuk:

  • kacang polong
  • kacang merah
  • kacang lima

Makanan tinggi zinc lainnya termasuk tiram, daging merah tanpa lemak, unggas , dan sereal yang diperkaya.

Dr. Taylor menjelaskan mengonsumsi makanan yang tepat adalah cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi yang menyehatkan mata. Jadi, tak perlu mengonsumsi suplemen, kecuali memang dianjurkan. Jadi, mulailah makan dengan baik sekarang untuk memberi manfaat pada penglihatan dan kesehatan selama sisa hidup.

The post Makanan untuk Kesehatan Mata, Ada 26 Jenis loh! appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/makanan-untuk-kesehatan-mata/feed/ 0 8472
Retinal Vein Occlusion, Penyumbatan Pembuluh Darah di Retina https://www.kasoemvisioncare.com/retinal-vein-occlusion/ https://www.kasoemvisioncare.com/retinal-vein-occlusion/#respond Wed, 19 Apr 2023 10:23:02 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=7634 Retina berfungsi memfokuskan gambar agar manusia dapat melihat. Meski berada di bagian dalam belakang mata, retina tak luput dari masalah. Seperti, penyumbatan aliran darah dari...

The post Retinal Vein Occlusion, Penyumbatan Pembuluh Darah di Retina appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Retina berfungsi memfokuskan gambar agar manusia dapat melihat. Meski berada di bagian dalam belakang mata, retina tak luput dari masalah. Seperti, penyumbatan aliran darah dari retina yang disebut retinal vein occlusion atau oklusi vena retina. Apa yang terjadi dengan penglihatan jika mengalami kondisi tersebut?

Retinal Vein Occlusion

Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, oklusi vena retina adalah penyumbatan vena retina. Kondisi itu terjadi ketika gumpalan darah menyumbat vena. Terkadang hal itu terjadi karena pembuluh darah mata terlalu sempit.

Bagaimana proses retinal vein occlusion?

Arteri membawa darah dari jantung ke bagian tubuh yang lain, dan vena membawa darah kembali ke jantung. Penyumbatan di arteri atau vena disebut oklusi atau stroke.

Sel-sel saraf membutuhkan suplai darah yang konstan untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi. Pembuluh darah menyediakan pasokan ini. Pada stroke, bekuan darah kecil menyumbat aliran darah melalui salah satu arteri di otak, dan area yang tidak mendapatkan darah menjadi rusak.

Jenis kerusakan yang sama dapat terjadi di mana saja di tubuh. Ketika vena retina tersumbat, itu tidak bisa mengalirkan darah dari retina. Hal ini menyebabkan perdarahan (pendarahan) dan kebocoran cairan dari pembuluh darah yang tersumbat.

Jenis Retinal Vein Occlusion

Oklusi vena retina sentral (CRVO) adalah penyumbatan vena retina utama.
Oklusi vena cabang retina (BRVO) adalah penyumbatan salah satu vena cabang yang lebih kecil.

Penyebab Retinal Vein Occlusion

Oklusi vena retina paling sering disebabkan oleh pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) dan pembentukan bekuan darah. Seperti dilansir dari Medinlineplus, penyumbatan vena yang lebih kecil (vena cabang atau BRVO) di retina sering terjadi di tempat, di mana arteri retina yang telah menebal atau mengeras, akibat aterosklerosis menyilang dan memberi tekanan pada vena retina.

Adapun faktor risiko oklusi vena retina meliputi:

  • aterosklerosis
  • diabetes
  • tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • kondisi mata, seperti perdarahan vitreous

Risiko gangguan ini meningkat seiring bertambahnya usia, oleh karena itu oklusi vena retina paling sering menyerang orang tua.

Dampak Retinal Vein Occlusion

Kondisi apapun yang memengaruhi retina, akan berdampak pada kemampuan manusia untuk melihat. Maka dari itu, ketika ada penyumbatan pembuluh darah kecil yang membawa darah menjauh dari retina (oklusi vena retina) berdampak pada pengaburan tiba-tiba. Bahkan, kehilangan penglihatan di seluruh atau sebagian mata.

Edema Makula

Makula adalah area kecil di tengah retina yang memungkinkan penglihatan tajam dan detail, seperti yang diperlukan untuk membaca. Darah dan cairan yang bocor ke makula menyebabkan pembengkakan, suatu kondisi yang disebut edema makula, yang menyebabkan kabur dan/atau kehilangan penglihatan.

Neovaskularisasi

Retinal vein occlusion dapat menyebabkan retina mengembangkan pembuluh darah baru yang abnormal, suatu kondisi yang disebut neovaskularisasi. Pembuluh baru ini dapat membocorkan darah atau cairan ke dalam vitreous, zat seperti jeli yang mengisi bagian dalam mata. Bintik-bintik kecil atau awan, yang disebut floaters, dapat muncul di bidang penglihatan. Dengan neovaskularisasi yang parah, retina dapat terlepas dari bagian belakang mata.

Glaukoma neovaskular

Pembuluh darah baru di bagian mata tertentu dapat menyebabkan rasa sakit dan peningkatan tekanan yang berbahaya di dalam mata.

Kebutaan

Komplikasi oklusi vena retina terutama jika tidak diobati, dapat menyebabkan hilangnya penglihatan yang tidak dapat diubah.

Kondisi apapun yang terjadi pada retina dan mata tak boleh dibiarkan. Segera hubungi penyedia layanan kesehatan jika mengalami masalah tersebut.

The post Retinal Vein Occlusion, Penyumbatan Pembuluh Darah di Retina appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/retinal-vein-occlusion/feed/ 0 7634
Apa itu Koloboma? https://www.kasoemvisioncare.com/apa-itu-koloboma/ https://www.kasoemvisioncare.com/apa-itu-koloboma/#respond Mon, 20 Mar 2023 05:14:59 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=7375 Tidak semua orang dilahirkan dengan penglihatan yang sempurna. Dalam beberapa kasus, seseorang terlahir dengan kelainan mata. Salah satu contohnya adalah koloboma (coloboma) . Apa itu...

The post Apa itu Koloboma? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Tidak semua orang dilahirkan dengan penglihatan yang sempurna. Dalam beberapa kasus, seseorang terlahir dengan kelainan mata. Salah satu contohnya adalah koloboma (coloboma) . Apa itu koloboma?

Koloboma

Seperti dilansir dari National Eye Institute, koloboma terjadi ketika bagian atau potongan jaringan yang membentuk struktur mata hilang. Ini merupakan kondisi bawaan sejak bayi lahir ke dunia.

American Academy of Ophthalmology mengatakan coloboma berasal dari bahasa Yunani, yang artinya dimutilasi, dibatasi, atau cacat. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan cacat okular pada kelopak mata, iris, lensa, badan siliaris, zonula, koroid, retina atau saraf optik.

Kondisi ini dapat terjadi pada mata dan keduanya sekaligus. Maka dari itu, masalah mata ini otomatis memengaruhi penglihatan.

Penyebab

Para peneliti berpikir coloboma disebabkan oleh perubahan gen yang mengontrol perkembangan mata. Itu terjadi ketika mata bayi tidak berkembang secara normal selama kehamilan.

Perubahan gen

Gen seperti instruksi manual. Selama kehamilan, mereka memberi tahu tubuh bayi bagaimana tumbuh dan berkembang. Coloboma terjadi ketika gen tertentu mengirimkan instruksi yang salah, sehingga mata tidak berkembang dengan benar.

Para ilmuwan telah menemukan beberapa gen yang dapat menyebabkan coloboma. Gen yang sama ini juga dapat menyebabkan kondisi mata terkait yang disebut anophthalmia (bayi lahir tanpa salah satu atau kedua mata) dan microphthalmia (salah satu atau kedua mata bayi lebih kecil dari ukuran normal).

Namun, dalam banyak kasus para ahli masih belum yakin gen mana yang menyebabkan coloboma. Selain itu, coloboma juga bisa menjadi gejala kondisi genetik lain yang mempengaruhi banyak bagian tubuh, seperti sindrom CHARGET atau sindrom Wolf-Hirschhorn.

Diturunkan Orang Tua

Beberapa kasus coloboma, orang tua menurunkan kondisi tersebut kepada anak-anaknya. Seorang anak lebih mungkin lahir dengan kondisi tersebut, ketika satu atau kedua orang tuanya memilikinya.

Tapi, masih banyak ahli yang tidak tahu tentang bagaimana orang tua mewariskannya dalam keluarga. Sebab, terkadang keluarga dengan banyak kasus coloboma memiliki anak tanpa kondisi tersebut. Di sisi lain, ada anak-anak terlahir dengan coloboma meski tidak ada orang lain di keluarganya yang mengidapnya.

Bahkan, jika pasangan memiliki risiko tinggi memiliki anak dengan coloboma, dokter tidak dapat memprediksi jenis apa yang akan mereka miliki atau seberapa parahnya.

Jika khawatir, orang tua dapat konsultasi dengan dokter atau spesialis yang disebut konselor genetik untuk mempelajari lebih lanjut tentang risiko menurunkan coloboma ke anak.

Bukan hanya gen, faktor lingkungan, seperti minum alkohol selama kehamilan dinilai meningkatkan risiko koloboma pada bayi.

Baca juga: Makula, Bagian Penting dalam Retina Mata Agar Manusia Memiliki Penglihatan Sentral

Jenis

Coloboma terbagi menjadi beberapa jenis. Setiap jenisnya dapat memengaruhi mata atau kelopak mata secara berbeda. Adapun jenis-jenisnya, terbagi sebagai berikut.

Koloboma kelopak mata

Ini berarti bagian kelopak mata atas atau bawah hilang. Dalam kasus ini, biasanya menyerang kelopak mata bagian atas.

Koloboma lensa

Kondisi ini berarti ada bagian lensa yang hilang. Lensa adalah bagian dalam mata yang jernih yang membantu memfokuskan cahaya pada retina (lapisan jaringan peka cahaya di bagian belakang mata).

Koloboma makula

Koloboma makula berarti bagian makula hilang. Makula adalah bagian dari retina yang bertanggung jawab atas penglihatan sentral yang tajam untuk aktivitas, seperti membaca atau mengemudi.

Koloboma saraf optik

Artinya, saraf yang menghubungkan mata ke otak tidak sepenuhnya terbentuk. Orang dengan coloboma saraf optik mungkin memiliki penglihatan kabur atau bintik buta.

Baca Juga : Tip Menjaga Kesehatan Mata, Ini Cara Sederhana dan Mudah!

Koloboma uvea (uveal)

Sementara itu, uveal coloboma dapat memengaruhi dua bagian mata yang berbeda, yaitu iris dan retina.

  1. Irisa adalah bukaan di tengah mata tempat cahaya masuk ke mata. Itu bagian berwarna dari mata yang mengelilingi pupil. Pada kondisi ini, sebagian iris hilang. Sehingga, membuat pupil terlihat seperti lubang kunci atau mata kucing.
  2. Korio-retina. Ketika uveal coloboma mempengaruhi retina, itu disebut chorio-retinal coloboma. Biasanya, tidak menyebabkan masalah penglihatan.

Mengalami masalah penglihatan karena Koloboma?

Pengobatan tidak dapat menggantikan bagian mata yang hilang. Hanya saja, penderita coloboma tetap dapat memaksimalkan penglihatan mereka. Salah satu caranya menggunakan kacamata atau lensa kontak.

Tempat yang menyediakan berbagai lensa kacamata adalah Kasoem Vision Care. Di sana tersedia frame kacamata dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner.

Tak hanya itu, tersedia juga lensa dari Essilor, lensa khusus add-on atau lensa berteknologi tinggi dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Misalnya lensa photochromic. Lensa kontak juga tersedia bagi yang ingin memilih alternatif alat bantu penglihatan lain.

Sebelum memakain kacamata, periksa mata di Kasoem Vision Care. Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Anda akan menjalani pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Kasoem Vision Care di kota-kota terdekat. Tapi, jika waktu Anda terbatas bisa mengakses website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia atau Blibli. Tim Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda.

The post Apa itu Koloboma? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/apa-itu-koloboma/feed/ 0 7375
Retinopati Diabetik, Rusaknya Retina karena Diabetes https://www.kasoemvisioncare.com/retinopati-diabetik/ https://www.kasoemvisioncare.com/retinopati-diabetik/#respond Thu, 16 Mar 2023 05:00:48 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=7234 Diabetes merupakan penyumbang berbagai komplikasi penyakit dalam tubuh. Sebab, jika tidak terkontrol, penyakit tersebut berdampak pada peningkatan gula darah. Seiring waktu, menyebabkan kerusakan serius pada...

The post Retinopati Diabetik, Rusaknya Retina karena Diabetes appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Diabetes merupakan penyumbang berbagai komplikasi penyakit dalam tubuh. Sebab, jika tidak terkontrol, penyakit tersebut berdampak pada peningkatan gula darah. Seiring waktu, menyebabkan kerusakan serius pada banyak sistem tubuh, seperti munculnya retinopati diabetik. Apa itu?

Retinopati Diabetik

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur glukosa darah) atau ketika tubuh tidak dapat menggunakannya secara efektif. Ketika diabetes tidak terkontrol, akan menimbulkan peningkatan glukosa darah atau peningkatan gula darah (hyperglycaemia).

Seiring waktu, efek tersebut memicu kerusakan serius pada banyak sistem tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah. Salah satu yang tak dapat terhindar dari diabetes adalah retina mata.

Bagaimana diabetes memengaruhi mata?

Retina adalah lapisan sel peka cahaya di bagian belakang mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik. Sinyal dikirim ke otak yang mengubahnya menjadi gambar yang dilihat.

Retina membutuhkan pasokan darah yang konstan, yang diterimanya melalui jaringan pembuluh darah kecil. Seiring waktu, kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah pada retina.

Tahap Retinopati Diabetik

Dalam catatan NHS, retinopati diabetik berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Ada tiga tahap utama dari kondisi tersebut, yaitu sebagai berikut.

Background retinopathy

Kondisi ini seringkali terjadi pada mereka yang menderita diabetes. Pada tahap awal ini, diabetes sudah mulai mempengaruhi pembuluh darah kecil di retina. Akibatnya, ada tonjolan kecil berkembang di pembuluh darah (mikroaneurisma) yang mungkin sedikit berdarah.

  • penglihatan tidak terpengaruh, meski berisiko lebih tinggi mengalami masalah penglihatan di masa depan
  • tidak memerlukan perawatan, tetapi harus berhati-hati untuk mencegah masalah menjadi lebih buruk
  • kemungkinan penglihatan semakin buruk lebih tinggi jika kedua mata terpengaruh

Retinopati pra-proliferatif

Perubahan yang lebih parah dan meluas memengaruhi pembuluh darah, termasuk pendarahan yang lebih signifikan ke dalam mata. Karena, pembuluh darah kecil bocor, membuat retina membengkak. Ini berarti perlu pemantauan lebih dekat. Karena meningkatnya risiko perubahan yang dapat merusak penglihatan.

  • ada risiko tinggi bahwa penglihatan pada akhirnya akan terpengaruh
  • biasanya akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih sering setiap 3, 6, 9 atau 12 bulan untuk memantau mata

Retinopati proliferatif

Pada tahap ini, retina mulai menumbuhkan pembuluh darah baru (neovaskularisasi). Pembuluh baru ini dapat membentuk jaringan parut. Jaringan parut dapat menyebabkan masalah pada makula atau menyebabkan retina terlepas atau ablasi retina.

Selain itu, pembuluh baru tersebut rapuh. Sehingga, sering mengeluarkan darah ke dalam vitreous. Jika hanya berdarah sedikit, mungkin melihat beberapa pelampung gelap. Namun, saat darah ke luar banyak, akan menghalangi semua penglihatan.

Kondisi ini dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan dan dapat mencuri penglihatan pusat dan periferal (sisi).

  • ada risiko yang sangat tinggi bisa kehilangan penglihatan
  • pengobatan akan ditawarkan untuk menstabilkan penglihatan sebanyak mungkin, meski tidak mungkin
  • mengembalikan penglihatan yang hilang

Baca juga: Berdampak pada Kebutaan, Seperti Apa Gejala Ablasi Retina?

Sementara itu, dalam beberapa kasus, diabetes memengaruhi pembuluh darah di bagian mata yang disebut makula (area pusat retina). Akibatnya, bisa bocor atau tersumbat yang dikenal sebagai makulopati diabetik.

Jika ini terdeteksi:

  • ada risiko tinggi bahwa penglihatan pada akhirnya akan terpengaruh
  • melakukan pengujian khusus yang lebih sering untuk memantau mata
  • dirujuk ke spesialis rumah sakit untuk mendiskusikan perawatan yang dapat membantu menghentikan masalah menjadi lebih buruk

Ketika didiagnosis menderita retinopati diabetik setelah pemeriksaan mata diabetes , perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya masalah.

Baca Juga : Edema Makula, Pembengkakan Retina karena Pembuluh Darah di Mata Bocor

Dampak dari retinopati diabetik adalah kebutaan, jika tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Maka dari itu, untuk meminimalkan risiko terjadinya hal ini, penderita diabetes harus:

  1. memastikan mereka mengontrol kadar gula darah, tekanan darah dan kolesterol mereka
  2. menghadiri janji skrining mata diabetes, skrining tahunan ditawarkan kepada semua orang dengan diabetes
  3. berusia 12 tahun ke atas untuk mengambil dan mengobati masalah sejak dini

The post Retinopati Diabetik, Rusaknya Retina karena Diabetes appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/retinopati-diabetik/feed/ 0 7234
Makula, Bagian Penting dalam Retina Mata Agar Manusia Memiliki Penglihatan Sentral https://www.kasoemvisioncare.com/makula-bagian-retina-agar-manusia-memiliki-penglihatan-sentral/ https://www.kasoemvisioncare.com/makula-bagian-retina-agar-manusia-memiliki-penglihatan-sentral/#respond Tue, 07 Mar 2023 08:52:10 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=7214 Retina adalah lapisan jaringan saraf peka cahaya di bagian paling belakang bola mata. Itu terbuat dari dua bahan, salah satunya adalah makula. Lantas, apa fungsi...

The post Makula, Bagian Penting dalam Retina Mata Agar Manusia Memiliki Penglihatan Sentral appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Retina adalah lapisan jaringan saraf peka cahaya di bagian paling belakang bola mata. Itu terbuat dari dua bahan, salah satunya adalah makula. Lantas, apa fungsi makula?

Makula

Seperti dilansir dari American Academy of Ophthalmology, makula adalah area kecil tapi penting di tengah retina. Ini adalah bintik kuning bulat yang memiliki bentuk agak lonjong. Makula kebanyakan orang hanya berukuran lima milimeter (kurang dari 1/4 inci).

Terbuat dari sel fotoreseptor, itu terdiri dari:

  1. batang fotoreseptor yang memproses cahaya hitam dan putih. Mereka juga membantu melihat di malam hari dan dalam cahaya redup
  2. kerucut memproses warna dan membentuk sebagian besar penglihatan yang biasa

Kedua jenis sel bekerja sama untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat tentang apa yang dilihat.

Membantu Melihat Objek dengan Detail

Sama halnya dengan fungsi bagian retina lainnya, menerjemahkan cahaya yang masuk ke mata agar menjadi gambar yang dilihat. Cahaya melewati lensa di depan mata dan mengenai retina.

Fotoreseptor, sel di dalamnya bereaksi terhadap cahaya, dan mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik. Lalu, sinyal ini berjalan melalui saraf optik dan masuk ke otak untuk menjadi gambaran dunia yang dilihat.

Jika seluruh retina memproses informasi seperti semprotan dari selang taman, maka makula adalah penetes mata yang berfokus pada jumlah informasi yang sangat spesifik (detail kecil dan apa yang ada di depan).

Tanggung jawab makula berupa penglihatan sentral yang memungkinkan melihat objek langsung di depan. Ia membuat manusia dapat melihat detail kecil dan fokus, dari apa yang dapat dilihat. Itu membantu memahami detail spesifik, seperti:

  • teks di halaman
  • menceritakan perbedaan antara wajah
  • gerakan kecil
  • warna tertentu

Gangguan

Mata masih dapat berfungsi ketika makula bermasalah. Hanya saja, penglihatan akan buram dan kurang detail. Adapun kondisi yang secara khusus memengaruhinya, yakni sebagai berikut.

  1. Degenerasi makula terkait usia
  2. Kerutan makula (juga dikenal sebagai membran epiretinal)
  3. Lubang makula
  4. Edema makula kistoid

Masalah yang memengaruhi seluruh retina juga dapat merusaknya, meliputi:

  • retinitis pigmentosa
  • eye floaters dan flashes
  • oklusi vena retina
  • detasemen vitreus posterior
  • ablasi retina

Baca juga: Degenerasi Makula sampai Glaukoma Jadi Penyebab Low Vision, Kok Bisa? 

Jika merasakan ada gejala apa pun di mata, termasuk:

  1. penglihatan buram atau terdistorsi
  2. kehilangan penglihatan tepi
  3. penglihatan ganda (diplopia)
  4. sensitivitas cahaya
  5. penglihatan semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan ke penyedia kesehatan

Sebab, penyedia kesehatan akan memeriksa makula sebagai bagian dari pemeriksaan mata secara keseluruhan.
Mata akan melebar untuk ujian ini. Mereka akan menggunakan ophthalmoscope, alat khusus yang memungkinkan mereka melihat ke dalam mata dan memeriksa semua bagiannya.

Baca Juga : Diplopia atau Penglihatan Ganda Bikin Orang Pergi ke UGD Loh!

Selain itu, perubahan penglihatan bisa juga karena membutuhkan kacamata baru atau kondisi yang lebih serius. Maka dari itu, jangan menunggu gejalanya memburuk sebelum memeriksakan mata.

Jika penglihatan berubah karena membutuhkan kacamata baru, dapat melakukan pemeriksaan di Kasoem Vision Care. Sebab, di sana menyediakan pelayanan konsultasi hingga pemeriksaan detail oleh Refractionist Optician.

Adapun pemeriksaan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP). Di Kasoem Vision Care juga tersedia berbagai kacamata untuk mengoreksi kelainan refraksi dan masalah penglihatan lain.

The post Makula, Bagian Penting dalam Retina Mata Agar Manusia Memiliki Penglihatan Sentral appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/makula-bagian-retina-agar-manusia-memiliki-penglihatan-sentral/feed/ 0 7214
Seperti Apa Penglihatan Strabismus atau Mata Juling? https://www.kasoemvisioncare.com/penglihatan-mata-juling/ https://www.kasoemvisioncare.com/penglihatan-mata-juling/#respond Wed, 04 Jan 2023 05:25:42 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6914 Mata harus berada dalam posisi sejajar (okular) dan bergerak selaras agar dapat melihat objek dengan jelas. Namun, dalam beberapa kasus, kedua mata bisa berada pada...

The post Seperti Apa Penglihatan Strabismus atau Mata Juling? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Mata harus berada dalam posisi sejajar (okular) dan bergerak selaras agar dapat melihat objek dengan jelas. Namun, dalam beberapa kasus, kedua mata bisa berada pada posisi tak sejajar dan berputar tidak selaras atau disebut dengan strabismus (mata juling). Jika hal tersebut terjadi, seperti apa penglihatan strabismus?

Mata juling dapat terjadi ketika salah satu atau enam otot yang menempel pada mata mengalami masalah. Padahal, tiap-tiap otot memiliki tugas berbeda. Dari enam otot, dua di antaranya bertugas menggerakkan mata ke kanan dan satu mata lainnya, ke kiri.

Sedangkan, empat otot lain mengarahkan mata untuk bergerak ke atas, ke bawah, dan ke samping. Saat masalah terjadi dalam kontrol pergerakan, posisi dan arah mata jadi tak sesuai. Sehingga, mata tak sejajar dan berputar ke dalam, ke luar, ke atas atau ke bawah.

Lantas, saat terjadi bagaimana penglihatan strabismus?

Dalam catatan Nemours KidsHealth, menggambarkan bagaimana penglihatan strabismus, perlu pemahaman cara mata melihat objek. Mata diibaratkan seperti sebuah kamera. Ia perlu film untuk merekam objek. Film tersebut adalah retina, bagian belakang mata.

Objek yang dilihat mata diproyeksikan ke retina, dan gambar-gambar ini dikirim ke otak melalui sinyal saraf. Otak mendeteksi sinyal-sinyal ini, menyatukannya untuk membentuk sebuah gambar. Begitu, cara mata melihat objek.

Ketika seorang menderita strabismus, mata tidak fokus pada objek yang sama. Masing-masing pun mata mengirimkan gambar yang berbeda ke otak. Akibatnya, otak mungkin melihat dua gambar (penglihatan ganda) atau objek terlihat buram.

Jika berlangsung terus-menerus, terutama pada anak-anak, penglihatan dapat memburuk. Karena, mata dengan penglihatan lemah atau malas menyebabkan amblyopia. Apalagi, ketika kondisi tersebut dibiarkan tanpa pengobatan, bukan tak mungin mata yang buruk pada akhirnya bisa menjadi buta.

Periksa Penglihatan Mata Juling Hari Ini

Untuk mendapatkan perawatan yang tepat, mata juling perlu pemeriksaan oleh dokter spesialis mata atau ahli kesehatan mata. Tes untuk strabismus umumnya meliput hal-hal berikut.

Riwayat Pasien

Orang dengan orang tua atau saudara kandung yang memiliki strabismus lebih mungkin menderita mata juling. Sehingga, perlu pemeriksaan seperti apa penglihatan pasien, melalui riwayat keluarga. Tak hanya itu, masalah kesehatan umum juga akan diperiksa.

Sebab, sekitar 20-60 persen dari orang dengan kondisi seperti Down Syndrome menderita strabismus. Tak hanya itu, cerebral palsy atau yang menderita stroke atau cedera kepala yang dapat merusak area otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol pergerakan mata, saraf yang mengontrol pergerakan mata, dan otot mata memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami strabismus.

Kelainan Refraksi

Orang yang memiliki rabun dekat yang tidak terkoreksi (hiperopia) dalam jumlah yang signifikan diperkirakan memiliki kesempatan strabismus lebih tinggi. Karena, mata harus ekstra fokus agar dapat melihat objek tetap jelas. Sehingga, akan dilakukan tes ketajaman visual, yaitu membaca huruf dari bagan mata atau memeriksa perilaku visual anak kecil.

Baca Juga : Lensa Kontak untuk Keratokonus Tahap Awal

Diagnosis untuk Penglihatan Strabismus juga berupa:

  • pembiasan (memeriksa mata dengan serangkaian lensa korektif untuk mengukur bagaimana memfokuskan cahaya). Anak-anak tidak harus cukup umur untuk memberikan umpan balik verbal saat memeriksa kacamata.
  • tes keselarasan dan fokus
  • pemeriksaan setelah pelebaran (pelebaran) pupil untuk menentukan kesehatan struktur mata bagian dalam

Periksa di Sini

Mata juling dapat terjadi pada anak-anak atau orang dewasa. Selain rumah sakit, pemeriksaan dapat tersebut dapat dilakukan di pusat penglihatan, seperti Kasoem Vision Care. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan layanan pemeriksaan mata yang lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia).

Tak hanya strabismus (mata juling), tersedia juga pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP). Tak hanya itu, di sana tersedia kacamata sesuai kebutuhan penglihatan.

The post Seperti Apa Penglihatan Strabismus atau Mata Juling? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/penglihatan-mata-juling/feed/ 0 6914
Seperti Apa Proses Manusia Melihat Warna? https://www.kasoemvisioncare.com/proses-manusia-melihat-warna/ https://www.kasoemvisioncare.com/proses-manusia-melihat-warna/#respond Fri, 21 Oct 2022 04:10:00 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6793 Mata dapat melihat karena ada cahaya yang dipantulkan oleh objek atau benda. Meski terlihat warna-warni, sebenarnya benda tidak memiliki warna. Kenapa? Karena, benda tersebut sifatnya...

The post Seperti Apa Proses Manusia Melihat Warna? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Mata dapat melihat karena ada cahaya yang dipantulkan oleh objek atau benda. Meski terlihat warna-warni, sebenarnya benda tidak memiliki warna. Kenapa? Karena, benda tersebut sifatnya hanya memantulkan panjang gelombang cahaya yang dilihat sebagai warna oleh otak manusia. Lantas, seperti apa proses manusia melihat warna?

Dalam catatan American Academy of Ophthamology, spektrum yang terlihat bagi manusia berada di antara sinar ultraviolet dan sinar merah. Ketika cahaya mengenai suatu benda, contohnya buah lemon, benda tersebut menyerap sebagian cahaya dan memantulkan sisanya.

Cahaya pantulan itu masuk ke mata manusia terlebih dahulu melalui kornea. Kemudian, kornea membelokkan cahaya ke arah pupil, yang mengontrol jumlah cahaya yang mengenai lensa. Lensa pun memfokuskan cahaya pada retina dan manusia dapat melihat warna sesuai persepsi otak.

Proses Manusia Melihat Persepsi Warna

Retina memiliki dua jenis sel berbeda yang mendeteksi dan merespons cahaya, yaitu batang dan kerucut. Sebagian besar manusia memiliki sekitar 6 juta kerucut dan 110 juta batang.

Kerucut Melihat Tiga Jenis Warna

Sel kerucut mendeteksi warna dan terkonsentrasi di dekat pusat penglihatan. Ada tiga jenis kerucut yang melihat warna, yaitu merah, hijau dan biru. Otak menggunakan masukan dari sel kerucut ini untuk menentukan persepsi warna.

Setiap jenis kerucut peka terhadap panjang gelombang cahaya tampak yang berbeda. Di siang hari, pantulan cahaya lemon mengaktifkan kerucut merah dan hijau. Kerucut kemudian mengirim sinyal sepanjang saraf optik ke korteks visual otak.

Otak memproses jumlah kerucut yang aktif dan kekuatan sinyalnya. Setelah impuls saraf diproses, manusia melihat warna, dalam hal ini, kuning.

Batang Mata

Batang mata hanya mendeteksi terang dan gelap dan sangat sensitif terhadap tingkat cahaya rendah. Cahaya redup atau redup dapat mengaktifkan batang mata.

Di lingkungan yang lebih gelap, cahaya yang dipantulkan lemon hanya akan merangsang batang mata. Jika hanya batang yang aktif, manusia tidak melihat warna. Mereka hanya bisa melihat bayangan abu-abu.

Pengalaman visual masa lalu dengan objek juga memengaruhi persepsi tentang warna. Fenomena ini dikenal sebagai keteguhan warna. Keteguhan warna memastikan bahwa warna yang dari suatu objek tetap sama ketika dilihat dalam kondisi yang berbeda. Misalnya, jika melihat lemon di bawah lampu merah, kemungkinan besar masih akan menganggap lemon itu berwarna kuning.

Baca Juga : Kacamata Silinder untuk Koreksi Penglihatan, Simak Cara Pilih Lensa dan Framenya!

Anomali Penglihatan Warna

Para ilmuwan memperkirakan bahwa manusia dapat membedakan hingga 10 juta warna. Namun, dalam beberapa kasus, manusia dapat menderita buta warna. Hal tersebut terjadi karena satu atau lebih jenis kerucut tidak berfungsi.

Buta warna dapat terjadi ketika satu atau lebih sel kerucut warna tidak ada, tidak berfungsi atau mendeteksi warna yang berbeda dari biasanya. Buta warna ringan terjadi ketika ketiga sel kerucut ada, tetapi satu sel kerucut tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, mendeteksi warna yang berbeda dari biasanya.

Alasan paling umum dari tidak berfungsinya kerucut adalah kebutaan warna merah-hijau. Kemudian, kebutaan warna biru-kuning. Kebutaan warna ini cenderung menyerang pria ketimbang wanita.

Sebaliknya, para peneliti memperkirakan hingga 12 persen wanita memiliki empat jenis kerucut di retina mereka. Artinya, wanita memiliki potensi untuk melihat warna 100 kali lebih banyak.

Selain wanita, empat kerucut pada retina ada pada banyak burung, serangga, dan ikan. Dengan kerucut yang berbeda, binatang tersebut dapat melihat sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada yang dapat dilihat mata manusia.

Sementara hewan lain, seperti anjing, memiliki jenis dan jumlah kerucut yang lebih sedikit. Sehingga, mungkin melihat lebih sedikit warna daripada manusia.

The post Seperti Apa Proses Manusia Melihat Warna? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/proses-manusia-melihat-warna/feed/ 0 6793