Retina berfungsi memfokuskan gambar agar manusia dapat melihat. Meski berada di bagian dalam belakang mata, retina tak luput dari masalah. Seperti, penyumbatan aliran darah dari retina yang disebut retinal vein occlusion atau oklusi vena retina. Apa yang terjadi dengan penglihatan jika mengalami kondisi tersebut?
Retinal Vein Occlusion
Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, oklusi vena retina adalah penyumbatan vena retina. Kondisi itu terjadi ketika gumpalan darah menyumbat vena. Terkadang hal itu terjadi karena pembuluh darah mata terlalu sempit.
Bagaimana proses retinal vein occlusion?
Arteri membawa darah dari jantung ke bagian tubuh yang lain, dan vena membawa darah kembali ke jantung. Penyumbatan di arteri atau vena disebut oklusi atau stroke.
Sel-sel saraf membutuhkan suplai darah yang konstan untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi. Pembuluh darah menyediakan pasokan ini. Pada stroke, bekuan darah kecil menyumbat aliran darah melalui salah satu arteri di otak, dan area yang tidak mendapatkan darah menjadi rusak.
Jenis kerusakan yang sama dapat terjadi di mana saja di tubuh. Ketika vena retina tersumbat, itu tidak bisa mengalirkan darah dari retina. Hal ini menyebabkan perdarahan (pendarahan) dan kebocoran cairan dari pembuluh darah yang tersumbat.
Jenis Retinal Vein Occlusion
Oklusi vena retina sentral (CRVO) adalah penyumbatan vena retina utama.
Oklusi vena cabang retina (BRVO) adalah penyumbatan salah satu vena cabang yang lebih kecil.
Penyebab Retinal Vein Occlusion
Oklusi vena retina paling sering disebabkan oleh pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) dan pembentukan bekuan darah. Seperti dilansir dari Medinlineplus, penyumbatan vena yang lebih kecil (vena cabang atau BRVO) di retina sering terjadi di tempat, di mana arteri retina yang telah menebal atau mengeras, akibat aterosklerosis menyilang dan memberi tekanan pada vena retina.
Adapun faktor risiko oklusi vena retina meliputi:
- aterosklerosis
- diabetes
- tekanan darah tinggi (hipertensi)
- kondisi mata, seperti perdarahan vitreous
Risiko gangguan ini meningkat seiring bertambahnya usia, oleh karena itu oklusi vena retina paling sering menyerang orang tua.
Dampak Retinal Vein Occlusion
Kondisi apapun yang memengaruhi retina, akan berdampak pada kemampuan manusia untuk melihat. Maka dari itu, ketika ada penyumbatan pembuluh darah kecil yang membawa darah menjauh dari retina (oklusi vena retina) berdampak pada pengaburan tiba-tiba. Bahkan, kehilangan penglihatan di seluruh atau sebagian mata.
Edema Makula
Makula adalah area kecil di tengah retina yang memungkinkan penglihatan tajam dan detail, seperti yang diperlukan untuk membaca. Darah dan cairan yang bocor ke makula menyebabkan pembengkakan, suatu kondisi yang disebut edema makula, yang menyebabkan kabur dan/atau kehilangan penglihatan.
Neovaskularisasi
Retinal vein occlusion dapat menyebabkan retina mengembangkan pembuluh darah baru yang abnormal, suatu kondisi yang disebut neovaskularisasi. Pembuluh baru ini dapat membocorkan darah atau cairan ke dalam vitreous, zat seperti jeli yang mengisi bagian dalam mata. Bintik-bintik kecil atau awan, yang disebut floaters, dapat muncul di bidang penglihatan. Dengan neovaskularisasi yang parah, retina dapat terlepas dari bagian belakang mata.
Glaukoma neovaskular
Pembuluh darah baru di bagian mata tertentu dapat menyebabkan rasa sakit dan peningkatan tekanan yang berbahaya di dalam mata.
Kebutaan
Komplikasi oklusi vena retina terutama jika tidak diobati, dapat menyebabkan hilangnya penglihatan yang tidak dapat diubah.
Kondisi apapun yang terjadi pada retina dan mata tak boleh dibiarkan. Segera hubungi penyedia layanan kesehatan jika mengalami masalah tersebut.


Leave a reply