Diabetes merupakan penyumbang berbagai komplikasi penyakit dalam tubuh. Sebab, jika tidak terkontrol, penyakit tersebut berdampak pada peningkatan gula darah. Seiring waktu, menyebabkan kerusakan serius pada banyak sistem tubuh, seperti munculnya retinopati diabetik. Apa itu?
Retinopati Diabetik
Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur glukosa darah) atau ketika tubuh tidak dapat menggunakannya secara efektif. Ketika diabetes tidak terkontrol, akan menimbulkan peningkatan glukosa darah atau peningkatan gula darah (hyperglycaemia).
Seiring waktu, efek tersebut memicu kerusakan serius pada banyak sistem tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah. Salah satu yang tak dapat terhindar dari diabetes adalah retina mata.
Bagaimana diabetes memengaruhi mata?
Retina adalah lapisan sel peka cahaya di bagian belakang mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik. Sinyal dikirim ke otak yang mengubahnya menjadi gambar yang dilihat.
Retina membutuhkan pasokan darah yang konstan, yang diterimanya melalui jaringan pembuluh darah kecil. Seiring waktu, kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah pada retina.
Tahap Retinopati Diabetik
Dalam catatan NHS, retinopati diabetik berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Ada tiga tahap utama dari kondisi tersebut, yaitu sebagai berikut.
Background retinopathy
Kondisi ini seringkali terjadi pada mereka yang menderita diabetes. Pada tahap awal ini, diabetes sudah mulai mempengaruhi pembuluh darah kecil di retina. Akibatnya, ada tonjolan kecil berkembang di pembuluh darah (mikroaneurisma) yang mungkin sedikit berdarah.
- penglihatan tidak terpengaruh, meski berisiko lebih tinggi mengalami masalah penglihatan di masa depan
- tidak memerlukan perawatan, tetapi harus berhati-hati untuk mencegah masalah menjadi lebih buruk
- kemungkinan penglihatan semakin buruk lebih tinggi jika kedua mata terpengaruh
Retinopati pra-proliferatif
Perubahan yang lebih parah dan meluas memengaruhi pembuluh darah, termasuk pendarahan yang lebih signifikan ke dalam mata. Karena, pembuluh darah kecil bocor, membuat retina membengkak. Ini berarti perlu pemantauan lebih dekat. Karena meningkatnya risiko perubahan yang dapat merusak penglihatan.
- ada risiko tinggi bahwa penglihatan pada akhirnya akan terpengaruh
- biasanya akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih sering setiap 3, 6, 9 atau 12 bulan untuk memantau mata
Retinopati proliferatif
Pada tahap ini, retina mulai menumbuhkan pembuluh darah baru (neovaskularisasi). Pembuluh baru ini dapat membentuk jaringan parut. Jaringan parut dapat menyebabkan masalah pada makula atau menyebabkan retina terlepas atau ablasi retina.
Selain itu, pembuluh baru tersebut rapuh. Sehingga, sering mengeluarkan darah ke dalam vitreous. Jika hanya berdarah sedikit, mungkin melihat beberapa pelampung gelap. Namun, saat darah ke luar banyak, akan menghalangi semua penglihatan.
Kondisi ini dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan dan dapat mencuri penglihatan pusat dan periferal (sisi).
- ada risiko yang sangat tinggi bisa kehilangan penglihatan
- pengobatan akan ditawarkan untuk menstabilkan penglihatan sebanyak mungkin, meski tidak mungkin
- mengembalikan penglihatan yang hilang
Baca juga: Berdampak pada Kebutaan, Seperti Apa Gejala Ablasi Retina?
Sementara itu, dalam beberapa kasus, diabetes memengaruhi pembuluh darah di bagian mata yang disebut makula (area pusat retina). Akibatnya, bisa bocor atau tersumbat yang dikenal sebagai makulopati diabetik.
Jika ini terdeteksi:
- ada risiko tinggi bahwa penglihatan pada akhirnya akan terpengaruh
- melakukan pengujian khusus yang lebih sering untuk memantau mata
- dirujuk ke spesialis rumah sakit untuk mendiskusikan perawatan yang dapat membantu menghentikan masalah menjadi lebih buruk
Ketika didiagnosis menderita retinopati diabetik setelah pemeriksaan mata diabetes , perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya masalah.
Baca Juga : Edema Makula, Pembengkakan Retina karena Pembuluh Darah di Mata Bocor
Dampak dari retinopati diabetik adalah kebutaan, jika tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Maka dari itu, untuk meminimalkan risiko terjadinya hal ini, penderita diabetes harus:
- memastikan mereka mengontrol kadar gula darah, tekanan darah dan kolesterol mereka
- menghadiri janji skrining mata diabetes, skrining tahunan ditawarkan kepada semua orang dengan diabetes
- berusia 12 tahun ke atas untuk mengambil dan mengobati masalah sejak dini



Leave a reply