Retina adalah lapisan jaringan saraf peka cahaya di bagian paling belakang bola mata. Itu terbuat dari dua bahan, salah satunya adalah makula. Lantas, apa fungsi makula?
Makula
Seperti dilansir dari American Academy of Ophthalmology, makula adalah area kecil tapi penting di tengah retina. Ini adalah bintik kuning bulat yang memiliki bentuk agak lonjong. Makula kebanyakan orang hanya berukuran lima milimeter (kurang dari 1/4 inci).
Terbuat dari sel fotoreseptor, itu terdiri dari:
- batang fotoreseptor yang memproses cahaya hitam dan putih. Mereka juga membantu melihat di malam hari dan dalam cahaya redup
- kerucut memproses warna dan membentuk sebagian besar penglihatan yang biasa
Kedua jenis sel bekerja sama untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat tentang apa yang dilihat.
Membantu Melihat Objek dengan Detail
Sama halnya dengan fungsi bagian retina lainnya, menerjemahkan cahaya yang masuk ke mata agar menjadi gambar yang dilihat. Cahaya melewati lensa di depan mata dan mengenai retina.
Fotoreseptor, sel di dalamnya bereaksi terhadap cahaya, dan mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik. Lalu, sinyal ini berjalan melalui saraf optik dan masuk ke otak untuk menjadi gambaran dunia yang dilihat.
Jika seluruh retina memproses informasi seperti semprotan dari selang taman, maka makula adalah penetes mata yang berfokus pada jumlah informasi yang sangat spesifik (detail kecil dan apa yang ada di depan).
Tanggung jawab makula berupa penglihatan sentral yang memungkinkan melihat objek langsung di depan. Ia membuat manusia dapat melihat detail kecil dan fokus, dari apa yang dapat dilihat. Itu membantu memahami detail spesifik, seperti:
- teks di halaman
- menceritakan perbedaan antara wajah
- gerakan kecil
- warna tertentu
Gangguan
Mata masih dapat berfungsi ketika makula bermasalah. Hanya saja, penglihatan akan buram dan kurang detail. Adapun kondisi yang secara khusus memengaruhinya, yakni sebagai berikut.
- Degenerasi makula terkait usia
- Kerutan makula (juga dikenal sebagai membran epiretinal)
- Lubang makula
- Edema makula kistoid
Masalah yang memengaruhi seluruh retina juga dapat merusaknya, meliputi:
- retinitis pigmentosa
- eye floaters dan flashes
- oklusi vena retina
- detasemen vitreus posterior
- ablasi retina
Baca juga: Degenerasi Makula sampai Glaukoma Jadi Penyebab Low Vision, Kok Bisa?
Jika merasakan ada gejala apa pun di mata, termasuk:
- penglihatan buram atau terdistorsi
- kehilangan penglihatan tepi
- penglihatan ganda (diplopia)
- sensitivitas cahaya
- penglihatan semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan ke penyedia kesehatan
Sebab, penyedia kesehatan akan memeriksa makula sebagai bagian dari pemeriksaan mata secara keseluruhan.
Mata akan melebar untuk ujian ini. Mereka akan menggunakan ophthalmoscope, alat khusus yang memungkinkan mereka melihat ke dalam mata dan memeriksa semua bagiannya.
Baca Juga : Diplopia atau Penglihatan Ganda Bikin Orang Pergi ke UGD Loh!
Selain itu, perubahan penglihatan bisa juga karena membutuhkan kacamata baru atau kondisi yang lebih serius. Maka dari itu, jangan menunggu gejalanya memburuk sebelum memeriksakan mata.
Jika penglihatan berubah karena membutuhkan kacamata baru, dapat melakukan pemeriksaan di Kasoem Vision Care. Sebab, di sana menyediakan pelayanan konsultasi hingga pemeriksaan detail oleh Refractionist Optician.
Adapun pemeriksaan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP). Di Kasoem Vision Care juga tersedia berbagai kacamata untuk mengoreksi kelainan refraksi dan masalah penglihatan lain.



Leave a reply