Kornea adalah lapisan bening berbentuk kubah di bagian depan mata. Tugasnya memfokuskan cahaya agar mata melihat dengan jelas. Hanya saja, kornea bisa mengalami masalah jika terkena virus atau penyakit. Salah satunya, iridocorneal endothelial syndrome (ICE). Termasuk sindrom langka, seperti apa iridocorneal endothelial syndrome?
Iridocorneal Endothelial Syndrome
Iridocorneal endothelial syndrome adalah sekelompok kondisi yang berkaitan dengan perubahan sel kornea dan iris. Ini merupakan sindrom langka yang dapat menyebabkan masalah di kornea, iris, dan pupil.
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, sindrom ini selalu melibatkan sel-sel yang bergerak dari kornea ke iris. Ketika sel-sel kornea bergerak, mereka dapat menghalangi cairan mengalir dengan baik melalui saluran drainase mikroskopis mata. Sehingga, terjadi penyumbatan yang menyebabkan tekanan pada mata dan membentuk glaukoma.
Penyebab Iridocorneal Endothelial Syndrome
Penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa dokter mata percaya bahwa virus, seperti herpes simpleks (the herpes simplex virus atau HSV) memicu kondisi ini. Sebab, Herpes tipe I sangat menular dan umumnya ditularkan melalui kontak kulit dengan seseorang yang memiliki virus.
Setelah infeksi awal, virus berada dalam keadaan tidak aktif, hidup di sel saraf kulit atau mata. Kemudian, biasanya menginfeksi kelopak mata, konjungtiva, dan kornea. Meski jarang, itu juga dapat menginfeksi bagian dalam mata.
Gejala
Orang yang menderita iridocorneal endothelial syndrome mungkin mengalami:
- nyeri
- penglihatan kabur di satu mata
- perubahan pada iris atau pupil
Dampak Iridocorneal Endothelial Syndrome
Ketika seseorang menderita sindrom ini berdampak pada pembengkakan kornea serta distorsi iris dan pupil. Bahkan menyebabkan suatu bentuk glaukoma.
Apa itu glaukoma?
Glaukoma adalah penyakit yang merusak saraf optik mata. Kondisi tersebut terjadi ketika ada cairan menumpuk di bagian depan mata. Cairan ekstra tersebut meningkatkan tekanan di mata yang merusak saraf optik.
Mata terus-menerus membuat aqueous humor. Saat cairan baru mengalir ke mata, jumlah yang sama akan keluar. Cairan mengalir keluar melalui area yang disebut sudut drainase. Proses tersebut menjaga tekanan dalam mata (disebut tekanan intraokular atau TIO) stabil.
Tetapi, jika sudut drainase tidak berfungsi dengan baik, cairan menumpuk. Tekanan di dalam mata pun meningkat. Akhirnya, dapat merusak saraf optik.
Saraf optik terbuat dari lebih dari satu juta serabut saraf kecil. Itu seperti kabel listrik yang terdiri dari banyak kabel kecil. Saat serabut saraf ini mati, akan mengembangkan titik buta pada penglihatan.
Mungkin saja, penderita tidak melihat bintik buta ini sampai sebagian besar serabut saraf optik mati. Jika semua serat mati, kebutaan tidak dapat terhindari.
- Glaukoma sudut terbuka (open-angle glaucoma). Ini terjadi secara bertahap, saat mata tidak mengeluarkan cairan sebagaimana mestinya (seperti saluran air yang tersumbat). Akibatnya, tekanan mata meningkat dan mulai merusak saraf optik.
- Glaukoma sudut tertutup (sudut sempit) terjadi ketika iris seseorang sangat dekat dengan sudut drainase di matanya. Iris dapat berakhir menghalangi sudut drainase. Jika digambarkan, seperti selembar kertas yang meluncur di atas saluran pembuangan. Saat sudut drainase tersumbat sepenuhnya, tekanan mata meningkat dengan sangat cepat atau serangan akut.
Diagnosis dan Perawatan
Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata lengkap dan beberapa tes lain untuk mendiagnosis iridocorneal endothelial syndrome.
Tes akan menunjukkan:
- perubahan iris
- pembengkakan kornea
- peningkatan tekanan pada mata (glaukoma)
Perawatan iridocorneal endothelial syndrome
Seusai diagnosis perawatan biasanya difokuskan pada pengelolaan glaukoma. Karena,tidak ada cara untuk menghentikan perkembangan sindrom. Perawatan glaukoma melibatkan pengobatan atau mungkin pembedahan. Ini membantu mengurangi tekanan pada mata.
Dokter mata mungkin meresepkan obat untuk membantu mengurangi pembengkakan kornea. Dalam beberapa kasus mungkin membutuhkan transplantasi kornea.


Leave a reply