Kornea adalah lapisan luar yang bening di bagian depan mata. Kornea membantu mata memfokuskan cahaya, agar dapat melihat dengan jelas. Namun, sama dengan bagian mata lain, ada berbagai kondisi yang memengaruhi kornea. Sehingga, penglihatan kabur sampai sensitif terhadap cahaya.
Kondisi yang Memengaruhi Kornea
Kornea merupakan bagian mata depan jernih yang berbentuk kubah. Bersama dengan lensa, kornea memainkan peran penting agar manusia mendapat penglihatan yang jelas. Sebab, masing-masing membantu memfokuskan cahaya saat memasuki mata. Kornea sebesar 70 persen dan lensa sebesar 30 persen.
Hanya saja, ada beberapa kondisi yang memengaruhi kornea mata. Sehingga, penglihatan kabur mata merah atau berair, bahkan kepekaan terhadap cahaya. Seperti dilansir dari National Eye Institute (NEI) kondisi yang memengaruhi kornea mata, antara lain sebagai berikut.
Cedera memengaruhi kornea
Bukan hanya kulit, kornea juga bisa mengalami lecet kecil, seperti goresan. Meski biasanya sembuh dengan sendiri, goresan yang lebih dalam atau cedera lain dapat menyebabkan jaringan parut. Jika kondisinya parah berakibat pada masalah penglihatan.
Alergi
Alergi terhadap serbuk sari dapat mengiritasi mata dan menyebabkan konjungtivitis alergi (mata merah). Ini bisa membuat mata merah, gatal, dan berair. Beberapa jenis mata merah akan sembuh dengan sendirinya. Jika kasus ringan, meredakan gejala dapat dilakukan di rumah menggunakan kompres dingin dan obat tetes mata yang dapat dibeli tanpa resep. Jenis mata merah lainnya mungkin memerlukan perawatan dari dokter.
Keratitis
Keratitis adalah peradangan (kemerahan dan pembengkakan) pada kornea. Infeksi yang berhubungan penggunaan lensa kontak adalah penyebab keratitis yang paling umum. Penyebab keratitis, antara lain, virus, bakteri, jamur atau parasit (amebae).
Kondisi yang memengaruhi kornea-mata kering
Mata kering terjadi ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata untuk tetap basah. Padahal, air mata berguna untuk mengurangi risiko infeksi mata, membersihkan benda asing serta menjaga permukaan mata tetap halus dan jernih. Dalam beberapa kasus mata kering dapat menyebabkan masalah penglihatan.
Bahkan, mata kering yang parah dan tak dapat pengobatan dapat merusak kornea, lapisan luar bening di bagian depan mata. Gejala mata kering meliputi, perasaan gatal, seperti ada sesuatu di mata, menyengat atau terbakar di mata, kepekaan terhadap cahaya sampai penglihatan kabur.
Distrofi kornea
Distrofi kornea menyebabkan penglihatan keruh saat material menumpuk di kornea. Penyakit ini biasanya diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar distrofi kornea bersifat progresif, memburuk seiring berjalannya waktu. Beberapa menyebabkan kehilangan penglihatan atau rasa sakit, tetapi beberapa tidak memiliki gejala.
Distrofi korna terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:
- keratokonus, bagian tengah dan bawah kornea menjadi lebih tipis dari waktu ke waktu)
- distrofi Fuchs, membuat sejenis sel kornea (disebut sel endotel) berhenti bekerja
- distrofi kisi menyebabkan bahan menumpuk di kornea dalam pola kisi (kisi). Saat bahan menumpuk, itu dapat menyebabkan masalah penglihatan.
- distrofi peta-titik-sidik jari (distrofi membran basal epitel) menyebabkan lapisan kornea mengembangkan lipatan yang dapat terlihat seperti benua pada peta, kumpulan titik, atau sidik jari kecil
Penyakit Langka yang Memengaruhi Kornea
Selain kondisi umum, ada pula sejumlah penyakit langka yang dapat mempengaruhi kornea. Penyakit tersebut, meliputi hal seperti berikut.
Kondisi yang memengaruhi kornea-herpes okular
HSV (Herpes Simplex Virus) keratitis adalah infeksi pada kornea yang disebabkan oleh HSV. Infeksi biasanya sembuh tanpa merusak mata. Tetapi, infeksi yang lebih parah dapat menyebabkan jaringan parut pada kornea atau kebutaan.
Sindrom Stevens-Johnson
Dalam catatan Johns Hopkins Medicine, sindrom Stevens-Johnson (SJS) adalah kelainan yang menyebabkan lepuh dan lesi yang menyakitkan pada kulit dan selaput lendir dan dapat menyebabkan masalah mata yang parah.
Jika ruam dari SJS menyebar ke mata, dapat menyebabkan peradangan, kepekaan terhadap cahaya, kemerahan atau luka yang menyakitkan di konjungtiva atau kornea. Pada tahap kronis, mata kering dan gangguan penglihatan akibat keterlibatan kornea dapat terjadi.
Sindrom endotel iridokorneal
Iridocorneal Endothelial Syndrome (ICE) adalah sekelompok kondisi yang berkaitan dengan perubahan sel kornea dan iris. Sindrom ini hampir selalu melibatkan sel-sel yang bergerak dari kornea ke iris. Hilangnya sel dari kornea dapat menyebabkan pembengkakan kornea, dan iris serta pupil dapat menjadi terdistorsi.
Pterigium (pterygium)
Pterygium adalah pertumbuhan jaringan berdaging (memiliki pembuluh darah) yang mungkin dimulai sebagai pinguekula. Itu bisa tetap kecil atau tumbuh cukup besar untuk menutupi sebagian kornea. Ketika ini terjadi, itu dapat memengaruhi penglihatan.


Leave a reply