Kacamata adalah deskripsi untuk bingkai (frame) dengan lensa. Meski keduanya berkaitan, salah satu yang memegang peran kunci adalah lensa. Sebab, di dalamnya terdapat resep untuk mengoreksi penglihatan. Maka dari itu, pertimbangkan untuk memilih bahan lensa kacamata yang baik.
Bahan Lensa Kacamata
Pada awalnya, lensa kacamata hanya terbuat dari kaca saja. Namun, seiring perkembangan zaman bahan lensa kacamata menjadi beragam. Mulai dari plastik hingga polycarbonate. Seperti dilansir dari visioncenter.org, berikut jenis-jenis bahan lensa kacamata terbaik.
Lensa kaca
Material lensa dari kaca adalah lensa yang terbuat dari kaca alami. Seperti dilansir dari Zeiss, hingga saat ini mereka masih memiliki tempat dalam optometri. Karena, bahan lensa kaca memiliki ketahanan gores luar biasa.
Bahan lensa kaca ini dinilai dapat memberikan koreksi yang diperlukan dengan lensa yang relatif tipis. Terutama, untuk lensa bifokal atau trifokal karena berbagai bahan dapat dilebur tanpa membentuk ujung tajam yang terlihat.
Pada prinsipnya, peningkatan ketebalan material menjadikannya lebih murni secara optik. Kacamata tampak lebih bersih dan bebas dari pinggiran warna yang mengganggu (dispersi). Tapi, bergantung pada kondisi bahan yang digunakan, misalnya bahan berkualitas tinggi maka dispersi minimal.
Dengan begitu, lensa kaca memberikan ketajaman visual yang sangat baik. Meski demikian, bahan lensa kaca cenderung sangat berat. Sehingga, rentan retak dan pecah.
Bahan lensa plastik
Lensa plastik biasa adalah jenis yang paling umum karena dapat memberikan hasil yang mirip dengan kaca. Bahan dari plastik dinilai lebih murah, ringan, dan aman daripada kaca. Namun, dengan lensa plastik standar resep yang kuat dapat menghasilkan lensa yang lebih tebal.
Lensa standar plastik adalah CR-39 standar. Plastik CR-39 dianggap sebagai lensa standar, biasa, atau plastik. Mereka tidak mahal dan memiliki kualitas optik yang sangat baik.

Lensa plastik indeks tinggi
Bahan lensa plastik indeks tinggi lebih tipis dan ringan ketimbang kebanyakan lensa plastik. Ini terbuat dari bahan plastik khusus. Sehingga, memiliki indeks bias lebih tinggi dibandingkan lensa kaca atau plastik biasa.
Jika indeks bias mengukur bagaimana cahaya dibelokkan ketika melewati suatu medium. Lensa indeks tinggi membelokkan cahaya lebih efisien daripada lensa standar. Ini ideal untuk mengoreksi resep yang kuat.
Semakin tinggi resep, semakin tinggi pula indeks yang diperlukan. Berikut jenis-jenis lensa plastik tinggi.
1.61 Indeks
Sekitar 25 persen lebih tipis ketimbang lensa CR-39. Lensa indeks tinggi 1,60 cocok untuk resep sekitar +3,00/-6,00 atau kurang dan koreksi astigmatisme -3,00 atau kurang.
1.67 Indeks
Ini sekitar 30 persen lebih tipis dibandingkan lensa CR-39. Lensa 1,67 cocok untuk resep di bawah +5.00/-8.00 dan koreksi astigmatisme antara -3.00 dan -4.00.
1.74 Indeks
Lensa ini setidaknya 35 persen lebih tipis dibandingkan lensa CR-39. Ini adalah lensa indeks tinggi tertipis. Lensa ini sesuai dengan resep yang lebih kuat di atas +5.00/-8.00 dan koreksi astigmatisme antara -4.00 dan -6.00.
Lensa polikarbonat
Bahan lensa kacamata polikarbonat (polycarbonate) memiliki ketahanan benturan unggul dan lebih ringan daripada lensa plastik biasa. Jenis lensa polikarbonat ini tersedia 20 persen lebih tipis dan 30 persen lebih ringan ketimbang lensa plastik standar. Sehingga, membuatnya sangat kuat dan sulit patah.
Kacamata ini merupakan pilihan optimal bagi orang-orang dengan gaya hidup aktif yang lebih rentan menjatuhkan atau menggaruk kacamatanya. Misalnya untuk keselamatan, olahraga, dan anak-anak.
Keunggulan lensa polikarbonat antara lain seperti berikut.
- Lebih ringan dan tipis dari kaca atau lensa plastik standar
- Lebih nyaman dipakai
- Perlindungan sinar UV bawaan
- 10 kali lebih kuat dari kaca atau plastik biasa
Bahan lensa Trivex
Material lensa Trivex dikenal sebagai NXT) adalah jenis plastik yang awalnya dikembangkan oleh militer Amerika Serikat untuk digunakan dalam alat pelindung diri. Dalam catatan myvision.org, nama Trivex mendapat inspirasi dari tiga sifat kinerja utama material tersebut:
- optik yang sangat baik
- bobot yang ringa
- kekuatan yang tinggi
Bersama-sama, sifat-sifat ini menjadikan Trivex bahan unggul untuk lensa kacamata. Meski sangat mirip dengan polikarbonat, Trivex memiliki nilai Abbe hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan lensa polikarbonat.
Nilai Abbe suatu bahan mengukur jumlah penyimpangan kromatik yang dialami oleh orang yang memakai kacamata korektif yang terbuat dari bahan tersebut. Penyimpangan kromatik menggambarkan seberapa baik lensa memfokuskan cahaya berwarna ke satu titik.
Semakin rendah nilai Abbe suatu bahan lensa, semakin banyak penyimpangan kromatik yang akan dialami dan semakin terdistorsi penglihatan. Karena nilai Abbe 50 persen, ini memungkinkan lensa ni memberikan penglihatan yang jauh lebih jelas ketimbang lensa polikarbonat.
Cari bahan lensa untuk kacamata?
Kunjungi Kasoem Visin Care di cabang terdekat Anda. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan bahan lensa terbaik untuk kacamata. Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan yang lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia) oleh Refraction Optometrist tersertifikasi.
Tes penglihatan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, screening low vision, dan pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Vision Care dengan mengirimkan email ke [email protected] atau menghubungi Customer Care.



Leave a reply