Anak-anak terkadang tak dapat menyampaikan dengan benar terkait kondisi mata dan penglihatannya. Maka dari itu, perlu tes atau pemeriksaan mata komprehensif untuk mendapatkan diagnosis tepat. Tapi tahukah Anda, sebenarnya ada cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk deteksi dini masalah mata dan penglihatan. Salah satunya melalui foto mata atau memotret mata sang anak.
Kok bisa foto mata mendeteksi masalah mata dan penglihatan anak?
Dalam catatan American Academy of Ophthamology, mencermati foto mata anak-anak dapat mengungkap masalah mata yang umum dan langka. Itu bisa terlihat dalam hasil foto, yaitu ketika retina terkena pantulan flash kamera akan ada warna merah dalam mata. Itu disebut dengan refleks merah.
Refleks merah adalah kilatan kamera menerangi retina yang kaya darah. Jika mata melihat langsung ke lensa kamera dan warna reflek pada kedua mata berwarna merah, biasanya pertanda baik. Artinya, retina kedua mata tidak terhalang dan sehat.
Namun, orang tua tetap perlu melakukan pengecekan hasil foto mata pada dokter anak menggunakan oftalmoskop. Dalam kebanyakan kasus, anak-anak tak mengeluh ketika mengalami masalah, karena mata lainnya bekerja secara normal.
Menurut Dokter Michael Repka, MD dari Rumah Sakit Johns Hopkins itu karena seorang anak kecil tidak akan memberitahumu ‘Ngomong-ngomong, saat aku menutupi salah satu mataku, aku tidak bisa melihat.’ Saat ada yang salah, mereka hanya melanjutkan hidup.
Pantulan Warna Lain di Foto Mata
Selain refleks merah dengan warna merah, ada warna lain yang terpotret pada mata anak ketika terkena flash kamera. Itu disebut dengan refleks merah abnormal, terdiri dari pantulan putih, kuning atau hitam pada satu atau kedua mata.
Refleks merah asimetris
Refleks ini terjadi ketika:
- hanya satu refleks mata yang tampak merah, atau
- refleks merah satu mata lebih redup dari yang lain
Jika foto menunjukan refleks merah asimetris, mungkin merupakan tanda strabismus (mata juling). Strabismus adalah ketidaksejajaran mata, ketika kedua mata tidak melihat ke tempat yang sama pada waktu yang sama.
Perawatan untuk strabismus, termasuk:
- kacamata
- prisma
- menambal atau mengaburkan mata yang kuat, atau
- operasi otot mata
Penting untuk mendeteksi dan mengobati strabismus sejak dini. Seorang dokter mata seringkali dapat mengoreksi strabismus dengan hasil yang sangat baik.
Refleks putih
Disebut leukocoria, refleks putih terlihat menutupi sebagian besar pupil. Ini bisa menjadi tanda bahay dan beberapa gangguan mata yang serius termasuk:
- katarak
- ablasi retina
- infeksi di dalam mata
Tak hanya itu, bisa menjadi tanda peringatan retinoblastoma atau kanker mata masa kanak-kanak yang sangat langka dan sangat serius. Ketika diketahui dan diobati lebih dini, retinoblastoma dapat disembuhkan 95 persen dari waktu.
Refleks kuning
Refleks kuning bisa menjadi tanda penyakit Coats. Ini adalah saat pembuluh darah di dalam mata yang menyediakan darah dan oksigen ke retina menjadi bengkok dan bocor. Pembuluh yang bocor ini membuat penyumbatan di retina yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan atau ablasi retina.
Kondisi ini kebanyakan terjadi pada anak laki-laki di bawah usia 10 tahun. Tak hanya itu, hanya memengaruhi satu mata. Perawatan dapat mencakup operasi laser, cryotherapy atau pada tahap selanjutnya dari penyakit ini, operasi yang lebih invasif. Penyakit Coats sulit dibedakan dari retinoblastoma melalui foto. Ini karena refleks putih dan kuning terlihat mirip.
Pantulan warna foto tersebut, menyangkut masalah mata dan penglihatan. Maka dari itu, menurut Jane Edmond, MD, Fakultas Kedokteran Baylor dan Rumah Sakit Anak Texas penting untuk dicatat apakah foto telah diambil dalam kondisi optimal, seperti berikut.
- Anak melihat langsung ke lensa kamera
- Lampu kilat kamera menyala
- Latar belakang remang-remang, dan
- Reduksi mata merah tidak aktif
Jika menemukan refleks merah yang tidak normal, bawalah foto tersebut ke dokter anak atau dokter spesialis mata anak.


Leave a reply