Penglihatan normal (visi 20/20) dipengaruhi berbagai hal, termasuk kesehatan mata. Jika ada masalah, penglihatan tidak akan mencapai visi 20/20. Salah satu yang memengaruhinya adalah gangguan saraf yang disebut Bell’s Palsy. Seperti apa dan bagaimana Bell’s palsy berdampak pada penglihatan?
Bell’s Palsy
Bell’s palsy merupakan masalah saraf yang memengaruhi otot-otot wajah. Ini menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sebagian otot di satu sisi wajah. Salah satu dampak dari kondisi tersebut adalah kelopak mata yang mungkin tidak menutup dengan benar.
Dalam catatan Mayo Clinic, ini terjadi karena pembengkakan dan peradangan pada saraf yang mengontrol otot di satu sisi wajah. Saraf tersebut melewati koridor tulang yang sempit menuju wajah. Sehingga, membuat separuh wajah tampak terkulai.
Penyebab
Penyebab Bells palsy belum diketahui. Namun, para ahli menduga pembengkakan dan peradangan pada saraf penyebabnya adalah satu atau masalah seperti berikut:
masalah dalam sistem kekebalan tubuh (cara melawan penyakit)
berkurangnya aliran darah ke saraf yang menuju ke wajah (saraf kranial ke-7)
infeksi virus sehingga menyebabkan pembengkakan pada saraf wajah
Adapun virus yang dinilai terkait dengan Bell’s palsy antara lain:
- cold sores dan herpes genital (herpes simplex)
- cacar air dan herpes zoster (herpes zoster)
- mononukleosis menular (Epstein-Barr)
- infeksi cytomegalovirus
- penyakit pernafasan (adenovirus)
- campak Jerman (rubella)
- gondongan (virus gondongan)
- flu (flu B)
- penyakit tangan-kaki-mulut (coxsackievirus)
Gejala
Bell’s palsy bisa muncul secara tiba-tiba. Salah satunya, mungkin tidak bisa tersenyum di satu sisi wajah. Tanda-tanda lainnya meliputi:
- kelemahan ringan hingga kelumpuhan total pada satu sisi wajah dengan cepat terjadi dalam hitungan jam hingga hari
- wajah terkulai dan kesulitan membuat ekspresi wajah, seperti menutup mata atau tersenyum
- mengiler
- nyeri di sekitar rahang atau di dalam atau di belakang telinga pada sisi yang sakit
- peningkatan sensitivitas terhadap suara di sisi yang terkena
- sakit kepala
- hilangnya rasa
- perubahan jumlah air mata dan air liur
Bagaimana memengaruhi mata dan penglihatan?
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, kondisi ini mengakibatkan mata menjadi kering dan penglihatan kabur. Satu mata mungkin tidak menutup sepenuhnya, dan mungkin terasa iritasi.
Komplikasi Bell’s Palsy
- Kerusakan permanen pada saraf wajah
- Pertumbuhan kembali serabut saraf yang tidak teratur. Hal ini dapat mengakibatkan kontraksi otot tertentu yang tidak disengaja saat mencoba menggerakkan otot lain (sinkinesis). Misalnya, saat tersenyum, mata di sisi yang sakit mungkin tertutup
- Kebutaan sebagian atau seluruhnya pada mata yang tidak dapat menutup. Hal ini disebabkan oleh kekeringan yang berlebihan dan garukan pada lapisan pelindung mata (kornea)
Perawatan
Tidak ada pengobatan Bell’s palsy. Karena, biasanya jika levelnya ringan hilang dalam waktu satu bulan. Tapi, dokter mata dapat membantu mengatasi gejala yang mempengaruhi mata.
Misalnya memberikan obat tetes mata atau pelumas lainnya dapat meredakan nyeri jika tidak dapat menutup mata sepenuhnya. Sementara, dalam beberapa kasus, kortikosteroid, obat antivirus atau obat lain mungkin diresepkan untuk membantu sembuh dari Bell’s palsy.
Segera cari bantuan medis jika mengalami kelumpuhan jenis apa pun. Karena mungkin itu gejala mengalami stroke. Menemui penyedia layanan kesehatan juga membantu mengetahui penyebab dan tingkat keparahan penyakitnya.


Leave a reply