Sadarkah kalian, bahwa ketika melihat objek sekitar, mata bergerak secara otomatis. Entah ke atas, ke bawah, ke samping, berputar, bahkan membuka dan menutup itu dapat dilakukan. Ternyata, gerakan tersebut terjadi karena peran otot mata atau otot ekstraokular.
Apa itu otot ekstraokular?
Otot ekstraokular merupakan otot-otot yang bertindak untuk mengontrol pergerakan bola mata dan kelopak mata superior. Ini terletak di dalam orbit, namun bersifat ekstrinsik dan terpisah dari bola mata.
Dalam catatan Teach Me Anatomy, otot ekstraokular berjumlah tujuh, yaitu the levator palpebrae superioris, superior rectus, inferior rectus, medial rectus, lateral rectus, inferior oblique, dan superior oblique. Secara fungsional, tujuh otot dapat dibagi menjadi dua kelompok:
bertanggung jawab atas pergerakan mata di antaranya otot rectus dan oblique
sedangkan, levator palpebrae superioris bertanggungjawab atas pergerakan kelopak mata
Gerakan Kelopak Mata
Levator palpebrae superioris (LPS) adalah satu-satunya otot yang terlibat dalam mengangkat kelopak mata superior. Sebagian kecil otot ini mengandung kumpulan serat otot polos yang dikenal sebagai otot tarsal superior. Sistem saraf simpatis mempersarafi otot tarsal superior.
- Lampiran: Berasal dari sayap bawah tulang sphenoid tepat di atas foramen optik. Ia menempel pada lempeng tarsal superior kelopak mata atas (selaput tebal jaringan ikat)
- Tindakan: Mengangkat kelopak mata atas
- Persarafan: Saraf okulomotor (CN III) mempersarafi levator palpebrae superioris. Sementara, sistem saraf simpatis mempersarafi otot tarsal superior
Otot-otot Gerakan Bola Mata
Pergerakan bola mata dikontrol oleh enam otot. Dari total tersebut, terbagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu empat otot rektus dan dua otot oblik. Adapun rinciannya seperti berikut.
Otot Ekstraokular Rectus (Rectus Muscles)
Otot ini terdiri dari empat, yaitu rektus superior, rektus inferior, rektus medial, dan rektus lateral. Otot-otot ini secara khas berasal dari cincin tendon yang umum. Cincin tersebut adalah jaringan fibrosa yang mengelilingi saluran optik di bagian belakang orbit. Dari asalnya, otot-otot berjalan ke anterior untuk menempel pada sklera bola mata.
Nama recti berasal dari bahasa latin yang berarti ‘lurus’. Ini mewakili fakta bahwa otot recti memiliki jalur langsung dari asal hingga perlekatan. Hal ini berbeda dengan otot oblique (oblik) yang memiliki pendekatan bersudut pada bola mata.
Superior rectus ekstraokular
Rektus superior berasal dari bagian superior cincin tendon umum dan melekat pada bagian superior dan anterior sklera (bagian atas mata). Ini bertugas menggerakkan mata ke atas. Otot ini juga berkontribusi terhadap adduksi dan rotasi medial bola mata. Saraf okulomotor (CN III) mempersarafi otot ini.
Rektus inferior
Berasal dari bagian inferior cincin tendon umum dan melekat pada bagian bawah mata. Ini menggerakkan mata ke bawah serta adduksi dan rotasi lateral bola mata. Sama dengan rektus superior, saraf okulomotor (CN III) mempersarafi reaktur inferior.
Rektus medial
Ini adalah otot ekstraokular yang menempel pada sisi mata dekat hidung yang menggerakkan mata ke dalam menuju hidung. Rektus medial merupakan adduktor dan berfungsi bersama dengan rektus lateral yang mengabduksi mata. Kedua otot ini memungkinkan mata bergerak dari sisi ke sisi. (National Library of Medicine: Anatomy, Head and Neck: Eye Medial Rectus Muscles
Caleb L. Shumway; Mahsaw Motlagh; Matthew Wade.)
Rektus lateral
Ini adalah otot ekstraokular yang menempel pada sisi mata dekat pelipis. Ini menggerakkan mata ke luar. Rektus lateral berasal dari bagian lateral cincin tendon umum dan melekat pada bagian anterolateral sklera. Saraf Abducens (CN VI) mempersarafi ini.
Otot Oblik (Oblique Muscles)
Oblik superior
Dalam catatan American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS), oblik superior adalah otot ekstraokular yang berasal dari bagian belakang orbit. Ia berjalan melalui katrol kecil (trochlea) di orbit dekat hidung dan kemudian menempel pada bagian atas mata. Oblique superior berfungsi secara eksplisit untuk menggerakan mata pada posisi bawah-keluar dan memutar mata.
Oblik interior
Otot ekstraokular ini muncul di bagian depan orbit dekat hidung. Ia kemudian bergerak keluar dan mundur dalam orbit sebelum menempel pada bagian bawah bola mata. Ini memutar mata ke luar sepanjang sumbu panjang mata (depan ke belakang). Oblik inferior juga menggerakkan mata ke atas.
Seperti dilansir dari Cicendo Eye Hospital, gerak bola mata merupakan komponen penting pada fungsi penglihatan. Sebab, otot-otot ekstraokular berfungsi mengatur gerak bola mata agar bayangan objek jatuh tepat di fovea. Sehinga, mempertahankan posisi pandangan untuk menghasilkan lapang pandang binokular.


Leave a reply