Kelainan refraksi (refractive error) dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Karena, kacamata atau lensa kontak dapat mengembalikan penglihatan yang semula tidak jelas ketika melihat objek dekat mau pun jauh. Namun, kini ada opsi lain selain dua alat bantu penglihatan tersebut, yakni LASIK. Apa itu LASIK?
LASIK
LASIK merupakan singkatan dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusi. Seperti dilansir dari The United States Food and Drug Administration (FDA) ini merupakan prosedur yang secara permanen mengubah bentuk kornea (lapisan bening yang menutupi bagian depan mata) menggunakan laser excimer.
Menurut American Academy of Ophthalmology, bedah refraktif ini dapat digunakan untuk memperbaiki tiga jenis kelainan refraksi, yaitu myopia (rabun jauh), hyperopia (rabun dekat), dan astigmatisme (mata silinder).
Myopia
Disebut juga rabun jauh adalah kondisi penglihatan ketika orang dapat melihat objek yang dekat dengan jelas, tetapi kabur atau buram pada objek yang lebih jauh.
Rabun jauh ini paling sering terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu memanjang dari depan ke belakang. Sehingga, cahaya fokus di depan retina dan menciptakan penglihatan kabur.
Rabun dekat
Hyperopia, istilah medisnya, menyebabkan penderita buram ketika melihat objek jarak dekat. Hal tersebut terjadi karena beberapa orang memiliki bola mata yang terlalu pendek dari depan ke belakang. Kemungkinan lain, memiliki kornea atau lensa yang bentuknya tidak normal.
Mata silinder (astigmatisme)
Ini adalah gangguan penglihatan karena kornea atau lensa berbentuk tak teratur atau lebih melengkung dari seharusnya. Bentuk mata yang tidak normal tersebut akhirnya membuat penglihatan kabur dari jarak dekat dan jauh. Gejala lainnya area penglihatan terdistorsi, seperti permukaan terlihat bergelombang dan kesulitan melihat detail pada objek serta merasa silau saat melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
Bagaimana LASIK memperbaiki penglihatan?
Agar dapat melihat dengan jelas, sinar cahaya harus melewati kornea dan lensa. Kornea dan lensa membiaskan cahaya sehingga mendarat di retina. Retina mengubah cahaya menjadi sinyal yang dikirim ke otak dan menjadi gambar.
Jika menderita kelainan refraksi, bentuk kornea atau lensa membuat cahaya tidak tertekuk dengan baik. Ketika cahaya tidak terfokus pada retina sebagaimana mestinya, penglihatan menjadi kabur.
Dokter mata menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea. Operasi mata laser ini meningkatkan cara sinar cahaya difokuskan pada retina. Sehingga, kelainan refraksi terkoreksi dan dapat meningkatkan penglihatan.
Siapa yang bisa menjalani LASIK?
Sebelum memutuskan untuk menjalani LASIK, perhatikan syarat yang harus dipenuhi. Karena, LASIK memiliki prosedur, yaitu sebagai berikut.
- Harus berusia 18 tahun ke atas (idealnya, di atas 21 tahun, saat penglihatan kemungkinan besar sudah berhenti berubah)
- Resep mata tidak banyak berubah dalam setahun terakhir
- Kelainan refraksi pasti bisa diatasi dengan LASIK
- Kornea harus cukup tebal dan sehat serta kesehatan mata secara keseluruhan harus baik
- Harus memiliki ekspektasi yang realistis tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan LASIK
Orang yang tidak boleh menjalani prosedur ini, antara lain sebagai berikut.
- Kelainan refraksi yang tidak stabil (berubah).
- Tingkat myopia, hyperopia atau astigmatisme yang ekstrem
- Mata kering yang parah
- Kornea yang terlalu tipis
- Memiliki bekas luka atau penyakit kornea
- Keratoconus (kornea berbentuk kerucut)
- Glaukoma tahap lanjut
- Katarak yang memengaruhi penglihatan
- Riwayat infeksi mata tertentu
- Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
Selain itu, wanita yang sedang hamil atau menyusui sebaiknya tidak menjalani LASIK. Sebab, bisa saja terjadi perubahan penglihatan selama kehamilan.
Pemeriksaan sebelum LASIK
Untuk menentukan apakah seseorang bisa menjalani LASIK, dokter mata akan melakukan pemeriksaan lengkap. Tes tersebut, antara lain sebagai berikut.
- Kesehatan mata secara keseluruhan
- Pengukuran kornea
- Kelainan refraksi
Dalam beberapa kasus, dokter mata akan mengukur kualitas dan jumlah air mata yang dihasilkan. Ini untuk mengetahui apakah mengalami mata kering atau tidak.
Sebelum memutuskan untk menjalani LASIK lakukan konsultasi terhadap dokter mata. Karena, mungkin Anda bukan kandidat yang tepat jika:
- mempunyai penyakit atau sedang menjalani pengobatan yang mungkin memengaruhi penyembuhan luka
- kondisi tertentu, seperti penyakit autoimun, misalnya lupus, rheumatoid arthritis
- keadaan imunodefisiensi (misalnya HIV) dan diabetes
- beberapa obat, misalnya asam retinoat dan steroid dapat menghambat penyembuhan yang tepat setelah prosedur refraktif
Selain iu, Anda secara aktif berpartisipasi dalam olahraga kontak, seperti tinju, gulat, seni bela diri, atau aktivitas lain yang menjadikan pukulan pada wajah dan mata merupakan kejadian normal.


Leave a reply