Semua bagian mata dan otak bekerjasama agar manusia dapat melihat isi dunia. Salah satu yang memiliki peran dalam penglihatan adalah lensa. Lantas, seperti apa fungsi lensa pada mata?
Lensa Mata
Lensa adalah bagian mata yang bening. Pada anatomi mata, lensa termasuk area depan mata. Ia terletak tepat di belakang pupil, di antara iris dan badan vitreus. Serabut kecil yang disebut zonula melekat pada kapsul yang menahan lensa, menggantungnya dari dinding mata. Lensa dikelilingi oleh kapsul lensa.
Apa fungsi lensa pada mata?
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, lensa bekerja memfokuskan cahaya ke arah belakang mata. Lensa berubah bentuk untuk membantu mata fokus pada objek dari dekat. Daya fokus untuk memberi penglihatan yang jelas dari lensa sebesar 30 persen. Sedangkan, kornea sebesar 70 persen.
Menurut Laser Focus, fungsi detail lensa pada mata, antara lain sebagai berikut.
Pembiasan
Lensa mempunyai daya bias sekitar 22 dioptri, dan bersama dengan kornea, yang daya biasnya sekitar +43 dioptri, menjadikan daya bias total sekitar 65 dioptri
Akomodasi
Selama proses akomodasi atau penyesuaian kontraksi otot, lensa mengubah kelengkungan segmen anterior dan posterior, sehingga menjadi lebih kuat lebih dari 10 dioptri, saat masih muda. Selama bertahun-tahun akomodasi semakin hilang sehingga pada usia 45 tahun berkurang menjadi kurang dari 3 dioptri dan kemudian untuk membaca kita memerlukan kacamata baca
Perlindungan
Lensa menyerap sinar UV sehingga mencegahnya menembus lebih jauh dan merusak retina, terutama bagian paling sensitif, yaitu makula
Masalah Lensa pada Mata
Seiring bertambahnya usia, fungsi lensa dapat menurun. Dalam catatan All About Vision, dua kelainan karena perubahan lensa pada mata di antaranya presbiopia dan katarak.
Presbiopia
Presbiopia (presbyopia) adalah masalah penglihatan seiring penambahan usia. Ini menyebabkan gangguan penglihatan pada jarak dekat karena lensa alami mata kehilangan fungsi kemampuan fokus
Penyebab presbiopia terkait dengan perubahan komposisi lensa. Penuaan memicu perubahan protein pada lensa, yang menyebabkan lensa menebal dan menjadi tidak fleksibel. Selain itu, serabut otot siliaris turut terpengaruhi. Padahal, ia menjaga lensa tetap pada tempatnya dan membantu berubah bentuk. Semua perkembangan ini membuat mata sulit fokus pada objek di dekatnya.
Katarak
Kekeruhan pada lensa mata atau katarak terbentuk ketika protein di lensa mata menggumpal. Seiring waktu, gumpalan protein itu menjadi lebih besar dan lebih tebal serta menyebabkan kekeruhan. Bahkan, berkembang warna menjadi kuning atau cokelat.
Dengan begitu, cahaya kesulitan untuk melewati lensa. Karena lensa yang tidak jernih menyulitkan cahaya melewatinya. Akhirnya, penderita tak dapat melihat dengan jelas karena cahaya tidak dapat melewati gumpalan protein di lensa. Bukan hanya itu, lensa yang berubah warna menjadi kuning atau coklat itu pun memengaruhi penglihatan penderitanya terhadap warna.
Sebagian besar katarak terkait dengan penuaan. Sebab, seiring bertambahnya usia, normal bahwa protein di lensa mata ini mulai rusak dan menggumpal. Selain itu, paparan sinar ultraviolet juga meningkatkan risiko katarak. Para ahli berpikir ini terjadi melalui stres oksidatif, proses sama yang menyebabkan kerusakan kulit akibat sinar matahari. Jika tidak diobati, katarak dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.
Perawatan Lensa pada Mata
Ada berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah pada lensa mata. Misalnya, mengenakan kacamata hitam untuk melindungi dari paparan langsung sinar UV dalam waktu lama, tidak merokok, dan pengendalian diabetes untuk membantu mencegah perkembangan dini katarak.
Sedangkan untuk presbiopia yang tidak dapat disembuhkan, ada berbagai opsi untuk memperbaiki penglihatannya, seperti:
- kacamata resep
- lensa kontak
- kacamata baca
- lensa tambahan progresif, bifokal
- atau beberapa jenis operasi mata
Namun, sebelum menentukan perawatan untuk lensa mata perlu diagnosis melalui pemeriksaan mata di dokter atau vision center. Jika Anda ingin mengetahui apakah memengaruhi penglihatan, Kasoem Vision Care bisa menjadi pilihan.
Di sana tersedia berbagai kacamata baca dari berbagai brand lokal maupun internasional. Selain itu, Anda dapat konsultasi terlebih dahulu dengan tim Kasoem Vision Care mengenai kebutuhan pemeriksaan mata.
Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan layanan pemeriksaan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia). Tes berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
Segera kunjungi Kasoem Vision Care di cabang terdekat kota Anda! Atau hubungi kami melalui Kasoem Care, layanan virtual assistant 24 jam teknologi artificial intelegent, Vidy atau Vision Buddy!


Leave a reply