Mata merupakan satu dari sekian area sensitif pada tubuh manusia. Maka dari itu, rentan mengalami masalah seperti muncul benjolan di kelopak mata. Benjolan pada kelopak mata mungkin berhubungan dengan kalazion atau bintitan. Seperti apa benjolan pada kelopak mata tersebut?
Benjolan di Kelopak Mata
Benjolan di kelopak mata adalah pertumbuhan yang menonjol pada kelopak mata, baik di bagian tengah maupun tepi. Beberapa di antaranya tidak menimbulkan rasa sakit, tapi yang lainnya bisa terasa sakit atau nyeri. Dua benjolan paling umum yang muncul pada kelopak mata adalah kalazion (chalazion) dan bintitan.
Kalazion
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, kalazion adalah benjolan bengkak pada kelopak mata yang mulai dari bintitan jenis hordeolum internal. Ini terjadi ketika kelenjar minyak pada kelopak mata tersumbat. Pada awalnya, penderita tidak menyadari sedang menderita kalazion karena tidak menimbulkan rasa sakit.
Namun seiring pertumbuhannya, kelopak mata mungkin menjadi merah, bengkak, dan terkadang terasa nyeri saat disentuh. Jika kalazion membesar, hal ini dapat menekan mata dan menyebabkan penglihatan kabur. Pada kasus yang jarang terjadi seluruh kelopak mata menjadi bengkak.
Bintitan
Disebut juga hordeolum, ini adalah benjolan kecil berwarna merah dan nyeri yang tumbuh di pangkal bulu mata atau di bawah kelopak mata. Kebanyakan bintit disebabkan oleh infeksi bakteri.
Ada dua jenis bintitan, yaitu:
- hordeolum eksternal mulai di pangkal bulu mata. Sebagian besar disebabkan oleh infeksi pada folikel rambut. Ini mungkin terlihat seperti jerawat
- hordeolum internal adalah bintitan di dalam kelopak mata. Sebagian besar disebabkan oleh infeksi pada kelenjar penghasil minyak di kelopak mata
Saat pertama kali mengalami bintit, kelopak mata mungkin berwarna merah dan nyeri saat disentuh. Mata mungkin juga terasa sakit dan gatal
Gejala Benjolan di Kelopak Mata karena Bintitan dan Kalazion
Bintitan
- benjolan merah yang sangat menyakitkan di sepanjang tepi kelopak pangkal bulu mata. Ini mungkin membuat seluruh kelopak mata membengkak
- biasanya berupa bercak nanah kecil di tengah benjolan
- merasa seperti ada sesuatu di matamu
- mengalami rasa gatal pada mata
- menjadi sensitif terhadap cahaya
- kerak di sepanjang tepi kelopak mata
- mata berair
Kalazion dapat berkembang dan mungkin tidak melihat gejala apa pun. Jika ada gejala, gejalanya bisa meliputi:
- benjolan terkadang menjadi merah dan bengkak. Kadang-kadang bisa terasa empuk
- kelopak mata bengkak seluruhnya
- penglihatan kabur, jika kalazion cukup besar hingga menekan bola mata
Hubungi Layanan Kesehatan jika Benjolan di Kelopak Mata
tidak membaik, meski biasanya dapat membaik dengan sendirinya. Dalam catatan Mount Sinai,hubungi penyedia layanan kesehatan jika mengalami kondisi seperti berikut.
- Penglihatan bermasalah
- Benjolan memburuk atau tidak membaik dalam satu atau dua minggu setelah perawatan mandiri
- Benjolan menjadi sangat besar atau nyeri
- Memiliki lepuh di kelopak mata
- Mengalami pengerasan kulit atau pengelupasan pada kelopak mata
- Seluruh kelopak mata berwarna merah, atau mata sendiri berwarna merah
- Sangat sensitif terhadap cahaya atau mengeluarkan air mata berlebihan
- Bintitan lainnya muncul kembali segera setelah pengobatan bintitan berhasil.
- Benjolan kelopak mata berdarah
Jangan Memencet Bintitan atau Kalazion!
Jika Anda mengalami bintitan atau kalazion lakukan perawatan mandiri di rumah. Jangan pernah memencet atau memecahkan benjolan pada kelopak mata. Karena, dapat menyebarkan infeksi ke kelopak mata. Selain itu, jangan memakai riasan mata atau lensa kontak saat menderita bintitan atau kalazion.


Leave a reply