Bagaimana manusia melihat objek, gambar atau dunia di sekitar, dipengaruhi oleh kesehatan mata dan otak. Sehingga, ketika ada kelainan pada satu atau keduanya penglihatan pasti akan terganggu. Salah satu kondisi yang berdampak adalah gangguan saraf optik. Apa saja jenis gangguan tersebut?
Saraf Optik
Saraf kranial kedua (CN II) atau saraf optik adalah kumpulan lebih dari satu juta serabut saraf yang membawa pesan visual. Ini merupakan perpanjangan dari sistem saraf pusat yang merupakan saraf sensorik murni. Ia terletak di bagian belakang mata (retina) yang terhubung langsung ke otak.
Gangguan Saraf Optik
Dalam catatan Medline Plus, kerusakan pada saraf optik dapat menyebabkan hilangnya penglihatan. Jenis kehilangan penglihatan dan seberapa parahnya bergantung pada lokasi kerusakan terjadi. Selain itu, kemungkinan memengaruhi satu atau kedua mata. Adapun jenis kelainan saraf optik, antara lain sebagai berikut.
Glaukoma
Sekitar 7,7 juta orang di dunia menderita glaukoma dan mengalami berbagai gangguan penglihatan. Glaukoma terjadi ketika ada cairan menumpuk di bagian depan mata. Cairan ekstra tersebut meningkatkan tekanan di mata dan merusak saraf optik. Saat sebagian besar serabut saraf optik mati, titik buta berkembang pada penglihatan. Sedangkan, ketika semua serat mati, kebutaan tidak dapat terhindari.
Glaukoma terbagi menjadi dua, di antaranya sebagai berikut.
- Glaukoma primer adalah kerusakan saraf optik tanpa ada penyakit penyerta lain. Artinya, tidak ada penyebab lain yang diderita. Ini terdiri dari, glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut sempit atau akut.
- Glaukoma sekunder yang terjadi karena kondisi medis lain atau ada penyakit penyerta. Ini terdiri dari glaukoma neovaskular, glaukoma pigmentasi, dan glaukoma uveitis.
Neuritis optik
Ini adalah peradangan (pembengkakan) pada saraf optik. Penyebabnya termasuk infeksi dan penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh seperti multiple sclerosis. Ini dapat terjadi kemudian atau ketika menderita penyakit tersebut.
Dalam catatan Mayo Clinic, selain multiple sclerosis, peradangan saraf optik dapat terjadi karena lupus. Lebih jarang, penyakit lain yang disebut neuromyelitis optica menyebabkan peradangan pada saraf optik dan sumsum tulang belakang.
Gangguan saraf optik, optic nerve atrophy
Atrofi saraf optik (optic nerve atrophy) adalah kerusakan pada saraf optik. Ini berdampak pada masalah penglihatan bagian tengah, penglihatan tepi (penglihatan samping), dan penglihatan warna. Penyebabnya antara lain buruknya aliran darah ke mata, penyakit, trauma, atau paparan zat beracun.
Optic nerve head drusen
American Association for Pediatric Ophthalmology & Strabismus menjelaskan optic nerve head drusen adalah penumpukan protein dan kalsium di dalam saraf optik. Drusen dapat dilihat pada kedua mata, tapi terkadang hanya ditemukan pada satu mata.
Seringkali, drusen tidak menyebabkan masalah penglihatan. Hanya saja, bisa saja terjadi peruahan pada penglihatan tepi (penglihatan samping). Perubahan penglihatan tersebut biasanya ringan dan tidak disadari oleh pasien.
Gejala Gangguan Saraf Optik
Masalah saraf optik menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Bisa muncul sementara atau permanen. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, tanda-tanda gangguannya seperti:
- buta warna
- sakit mata
- sakit kepala
- mual dan muntah
- kebutaan malam
- kehilangan penglihatan sebagian atau seluruhnya
- kehilangan penglihatan perifer (samping)
- telinga berdenging (tinnitus)
Meski tidak semua gangguan saraf optik berdampak hilangnya penglihatan, tetap saja perlu mewaspadai kelainan tersebut. Maka dari itu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis ketika mengalami berbagai gejala. Apalagi, yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Pemeriksaan mata secara teratur sangat penting untuk melindungi penglihatan dan menghentikan kerusakan saraf optik.


Leave a reply