The post Gangguan Penglihatan pada Lansia atau Presbiopia appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Memasuki usia senja, bagian-bagian tubuh akan mulai mengalami penuaan. Salah satu yang tak luput dari penuaan adalah lensa mata. Berasal dari kata Yunani yang berarti mata tua, presbiopia menyebabkan gangguan penglihatan pada jarak dekat. Penyebabnya, lensa alami mata kehilangan fungsi memfokuskan cahaya ke retina mata agar penglihatan jelas.
Dalam catatan American Academy of Ophthalmlogy, ketika masih muda lensa mata yang normal lembut dan fleksibel atau mudah berubah bentuk. Sehingga, sinar cahaya dapat fokus langsung ke retina mata. Akhirnya, penglihatan fokus terhadap objek dekat dan jauh.
Namun, setelah usia 40 tahun, lensa berubah menjadi lebih kaku. Kemampuan berubah bentuk tak lagi mudah. Kondisi ini menyebabkan lansia pada jarak dekat sulit, seperti membaca, memasang jarum atau melakukan tugas jarak dekat lainnya.
Dalam catatan National Eye Institute, ketika lansia menderita gangguan penglihatan, mereka akan menunjukkan ciri-ciri seperti:
Tidak ada cara untuk menghentikan atau membalikkan proses penuaan normal yang menyebabkan presbiopia. Namun, gangguan penglihatan pada lansia dapat diatasi dengan kacamata, lensa kontakatau pembedahan.
Ini merupakan salah satu opsi untuk memperbaiki penglihatan jarak dekat yang mengalami masalah saat lansia. Dengan kacamata baca, cahaya dapat dibelokan ke retina sebelum masuk ke retina. Jika tidak ada kombinasi kelainan refraksi lain, seperti mata minus, kacamata baca dapat dibeli tanpa resep dokter.
Opsi lain dari kacamata baca adalah memakai lensa bifokal, trifokal atau progresif. Ini untuk mereka yang dari awal menderita kelainan refraksi. Misalnya kombinasi kelainan refraksi miopia (myopia atau rabun jauh), rabun dekat (hypermetropia atau hipermetropia) atau silindris (astigmatisme).
Ketika lansia tidak nyaman menggunakan kacamata, beberapa orang lebih memilih memakai lensa kontak. Untuk gangguan penglihatan lansia, lensa kontak berupa:
Dalam catatan Cleveland Clinic, gangguan penglihatan pada lansia ini termasuk kelainan refraksi. Meski sama-sama tak dapat melihat objek jarak dekat, penyebab kondisi keduanya berbeda. Presbiopia disebabkan oleh lensa mata yang menua dan mengalami penurunan fungsi. Selain itu, terjadi ketika usia di atas 40.
Sementara, rabun dekat terjadi pada semua usia, bahkan mulai sejak kecil. Penyebab kondisi ini ketika panjang bola mata lebih pendek dari rata-rata atau kornea lebih datar dari rata-rata atau kombinasi keduanya. Tapi, bisa saja orang yang sejak kecil mengalami kelainan refraksi lain bersaman dengan presbiopia. Cara terbaik untuk mengetahui dan mendapat diagnosis tepat adalah pemeriksaan di rumah sakit atau vision care.
Salah satu yang menjadi rujukan adalah Kasoem Vision Care. Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, tersedia perawatan untuk kelainan refraksi. Anda dapat menjalani pemeriksaan seperti tes lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) hingga low vision.
Berbagai lensa kacamata juga tersedia di Kasoem Vision Care, dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner. Kasoem Vision Care menyediakan lensa dari Essilor, lensa khusus add-on atau lensa berteknologi tinggi dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan.
Butuh informasi lebih lanjut? Kunjungi Kasoem Vision Care di kota-kota terdekat. Tapi, jika waktu Anda terbatas bisa mengakses website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Shopee, Tokopedia atau Blibli. Tim Kasoem Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda.
The post Gangguan Penglihatan pada Lansia atau Presbiopia appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Computer Vision Syndrome, Mata Tegang karena Menatap Layar Terlalu Lama appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Disebut juga ketegangan mata digital, computer vision syndrome merujuk pada sekelompok masalah terkait mata dan penglihatan akibat penggunaan komputer, tablet, e-reader, dan ponsel yang berkepanjangan. Dalam catatan American Optometric Association (AOA), kondisi ini terjadi karena mata bekerja lebih keras saat melihat layar digital untuk waktu yang lama.
Melihat komputer atau layar digital berbeda dengan membaca halaman cetak. Sering kali huruf pada komputer atau perangkat genggam tidak setepat atau setajam yang ditentukan, tingkat kontras huruf dengan latar belakang berkurang, dan adanya silau dan pantulan pada layar mungkin membuat tampilan menjadi sulit.
Artinya, mata perlu bekerja ekstra membaca karakteristik unik dan tuntutan visual yang tinggi dari layar digital. Dampak kondisi ini, banyak orang rentan terhadap perkembangan gejala terkait penglihatan. Lantas, jika tidak dikoreksi dapat meningkatkan keparahan computer vision syndrome atau gejala kelelahan mata digital.
Adanya masalah penglihatan ringan sekalipun seringkali dapat memengaruhi kenyamanan dan kinerja komputer secara signifikan atau saat menggunakan perangkat layar digital lainnya. Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi atau dikoreksi dapat menjadi faktor utama penyebab kelelahan mata terkait komputer.
Jenis pekerjaan yang dilakukan di depan layar komputer dan handphone, seringkali berbeda dari yang biasa digunakan untuk tugas membaca atau menulis lainnya. Akibatnya, persyaratan fokus mata dan gerakan mata untuk tampilan layar digital dapat memberikan tuntutan tambahan pada
Bahkan orang yang memiliki resep kacamata atau lensa kontak mungkin merasa itu tidak cocok untuk jarak pandang tertentu dari layar komputer mereka. Beberapa orang memiringkan kepala dengan sudut yang aneh, karena kacamatanya tidak dirancang untuk melihat komputer atau mereka membungkuk ke arah layar untuk melihatnya dengan jelas. Postur tubuh mereka dapat menyebabkan kejang otot atau nyeri di leher, bahu, atau punggung.
Dalam kebanyakan kasus, gejala CVS terjadi karena tuntutan tugas visual melebihi kemampuan visual individu untuk melakukannya dengan nyaman. Risiko terbesar untuk mengembangkan CVS adalah orang-orang yang menghabiskan dua jam atau lebih terus menerus di depan komputer atau menggunakan perangkat layar digital setiap hari.
Beberapa tanda dan gejala dari computer vision syndrome umum dialami banyak orang. Adapun tanda mengalami kelelahan mata digital adalah sebagai berikut.
Kondisi tersebut, efek dari:
Banyak dari gejala visual hanya bersifat sementara dan akan menurun setelah menghentikan kerja komputer atau penggunaan perangkat digital. Hanya saja, beberapa individu mungkin terus mengalami penurunan kemampuan visual, seperti penglihatan jarak jauh yang kabur, bahkan setelah berhenti bekerja di depan komputer.
Jika tidak ada yang dilakukan untuk mengatasi penyebab masalah, gejalanya akan terus kambuh dan mungkin memburuk dengan penggunaan layar digital di masa mendatang. Misalnya, masalah penglihatan yang tidak terkoreksi seperti rabun jauh dan astigmatisme, kemampuan fokus atau koordinasi mata tidak memadai, dan perubahan mata yang menua, seperti presbiopia.
Maka dari itu, cara yang tepat adalah mengetahui penyebab masalah. Jika ada masalah penglihatan karena kelainan refraksi lakukan pemeriksaan penglihatan.
Tes penglihatan karena kondisi tersebut bisa datang ke Kasoem Vision Care. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Tak hanya itu, tersedia frame kacamata dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner. Adapun lensa dari brand Essilor, lensa khusus add-on atau lensa berteknologi tinggi dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan.
Hubungi Kasoem Care dengan melalui layanan chat 08118179910. Sementara, akses kebutuhan informasi mengenai mata dan penglihatan di website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia dan Blibli. Tim optik kacamata Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda.
The post Computer Vision Syndrome, Mata Tegang karena Menatap Layar Terlalu Lama appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Bukan Cuma Kacamata, ‘Mata Tua’ Dapat Memilih Lensa Kontak untuk Presbiopia appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Adalah normal, ketika mata secara bertahap kehilangan kemampuan untuk melihat objek dengan jelas pada jarak dekat, seiring bertambahnya usia. Penuaan pada mata itu, dikenal dengan istilah presbiopia.
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, presbiopia berasal dari kata Yunani yang berarti mata tua. Sebab, presbiopia kemungkinan muncul segera setelah usia 40 tahun.
Lensa bening berada tepap di belakang iris mata. Agar dapat melihat, lensa harus berubah bentuk untuk memfokuskan cahaya ke retina. Saat masih muda, lensa tersebut lembut dan fleksibel serta mudah berubah bentuk. Sehingga, lensa fokus pada objek, baik jarak dekat maupun jauh.
Namun, setelah usia 40 tahun, lensa menjadi lebih kaku dan tidak bisa berubah bentuk dengan mudah. Sehingga, mata sulit untuk fokus, salah satunya pada jarak dekat. Jadi, penderita lebih sulit untuk membaca, memasang jarum atau melakukan tugas jarak dekat.
Jika sudah seperti itu, tidak ada cara untuk menghentikan atau membalikkan proses penuaan normal yang menyebabkan presbiopia. Hanya saja, presbiopia dapat dikoreksi, misalnya dengan lensa kontak.
Contact lens atau lensa kontak merupakan plastik tipis dan bening untuk mengoreksi penglihatan. Ketika dipakai, lensa kontak mengapung di film air mata yang menutupi kornea.
Sama seperti kacamata, kerja lensa kontak membantu mata membiaskan (menekuk atau memfokuskan) cahaya dengan benar ke dalam mata. Sehingga, menghasilkan gambar yang jelas.
Adapun lensa kontak presbiopia yang bisa menjadi pilihan penderita presbiopia terbagi menjadi dua jenis.
Ini merupakan jenis lensa kontak untuk mengoreksi mata dengan kelainan refraksi berbeda. Salah satu mata untuk penglihatan jarak jauh, sedangkan mata lainnya untuk penglihatan jarak dekat. Seseorang perlu beradaptasi saat menggunakan dengan lensa monovision. Bahkan, melatih otak untuk melihat dengan cara ini. Karena, mungkin merasa kehilangan kemampuan untuk menilai jarak atau kecepatan sesuatu dengan lensa monovision.
Lensa ini memiliki beberapa cincin atau zona yang diatur pada kekuatan refraksi yang berbeda. Dengan desain ini, sebenarnya menggunakan penglihatan dekat dan jauh secara bersamaan. Namun, otak belajar untuk secara otomatis memilih fokus yang tepat untuk apa yang ingin dilihat. Saat memakainya, mungkin menemukan bahwa menggunakan lensa multifokal membuat penglihatan kurang tajam dibandingkan saat menggunakan lensa monofokal.
Silakan kunjungi Kasoem Vision Care. Sebagai vision care yang berdiri lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care memberi pelayanan untuk semua kebutuhan penglihatan serta solusinya.
Untuk menemukan alat bantu yang sesuai. akan dilakukan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Ketika sudah ada diagnosis, pelanggan dapat memilih alat bantu penglihatan. Misalnya kacamata dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga brand internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner. Tak hanya itu, tersedia juga lensa dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Misalnya lensa photochromic.
Jika ingin memakai lensa kontak, Kasoem Vision Care juga menyediakannya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi optik Kasoem Vision Care di kota-kota terdekat. Tapi, jika waktu Anda terbatas bisa mengakses website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia atau Blibli. Tim Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Care dengan melalui layanan chat 08118179910.
The post Bukan Cuma Kacamata, ‘Mata Tua’ Dapat Memilih Lensa Kontak untuk Presbiopia appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Mata Sehat, seperti Apa sih? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Meski memiliki bentuk yang berbeda-beda, pada dasarnya mata sehat memiliki anatomi yang sama. Itu terdiri dari bagian yang saling melengkapi. Adapun anatomi mata manusia adalah sebagai berikut.
Struktur luar bola mata terdiri dari dua bagian, yang pertama orbit. Itu adalah rongga tulang pelindung mata. Pada orbit tersebut terdapat enam otot ekstraokular. Otot-otot itu bertugas menggerakkan mata ke atas dan ke bawah, sisi ke sisi serta memutar mata.
Kedua, skelera. Selain itu, otot-otot ekstraokular melekat pada bagian putih mata atau sklera. Sklera sendiri merupakan lapisan jaringan kuat yang menutupi hampir seluruh permukaan bola mata.
Konjungtiva dan air mata (tear film) adalah dua bagian yang terdapat pada permukaan mata. Konjungtiva berupa selaput bening di permukaan dan dalam kelopak mata.
Sementara, air mata merupakan lapisan cairan tipis yang bekerja melumasi mata dengan ketebalan sekitar 3μm dan volume 3μl. Air mata terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
Struktur bagian depan mata diisi oleh banyak bagian, di antaranya sebagai berikut.
Sementara itu, bagian belakang mata terdiri dari rongga vitreous dan retina. Rongga vitreous terletak di antara lensa dan bagian belakang mata. Dalam rongga tersebut terdapat cairan seperti jeli yang disebut humor vitreous.
Retina memiliki beberapa area di dalamnya, yaitu:
Selain itu, retina memiliki sel khusus di dalamnya, yakni:
Selain itu, di dalamnya terdapat saraf optik. Itu bertugas mengirimkan cahaya sebagai impuls listrik melalui saraf optik ke otak. Saraf optik terdiri dari jutaan serabut saraf yang mengirimkan impuls ini ke korteks visual
Seperti dilansir dari American Academy of Ophthalmology, mata sehat memiliki ciri-ciri, seperti berikut.
Jika kornea tidak semulus, jernih, atau bulat sebagaimana mestinya, atau jika bola mata terlalu panjang atau terlalu pendek, sinar cahaya akan membelok (atau membiaskan) pada sudut yang ganjil. Ini menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi. Ketidakmampuan untuk mencapai fokus yang tajam disebut kelainan refraksi. Kelainan refraksi meliputi rabun jauh (miopia), rabun jauh (hiperopia) atau astigmatisme
Demikian pula, mata akan mengalami masalah fokus jika lensa bening alami keruh karena katarak. Ketika tidak sefleksibel sebagaimana mestinya (menyebabkan presbiopia) atau jika ada masalah lain dengan fungsi mata.
Untuk memeriksa kesehatan mata, lakukan pemeriksaan. Karena, ini adalah satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan mata. Meski mata terasa sehat, bisa saja seseorang memiliki masalah dan tidak mengetahuinya. Apalagi, banyak penyakit mata tidak memiliki gejala atau tanda peringatan apa pun.
The post Mata Sehat, seperti Apa sih? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Kacamata dengan Resep Salah Bikin Penglihatan Enggak Nyaman loh! appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Seperti dilansir dari Essilor, hasil pemeriksaan mata akan menunjukan tiga istilah yang menggambarkan bagian mata, yaitu sebagai berikut.
Selain istilah tersebut, mata kanan dan kiri juga dapat ditulis dengan R (right) dan L (left).
Spheris atau SPH adalah unit ukuran yang digunakan untuk menunjukkan kekuatan lensa kacamata dalam mengoreksi penglihatan agar jelas kembali. Jika terdapat tanda minus (-) pada angka SPH atau spheris, hasil pemeriksaan menunjukan rabun jauh (myopia) atau kacamata minus. Sementara itu, tanda plus (+) pada angka SPH menandakan adanya gangguan rabun dekat (hyperopia).
Cylinder atau CYL untuk menunjukan angka koreksi bagi penderita astigmatism atau mata silinder. Ini adalah gangguan penglihatan karena kornea atau lensa berbentuk tak teratur atau lebih melengkung dari seharusnya. Bentuk mata yang tidak normal tersebut akhirnya membuat penglihatan kabur.
Hal ini menyebabkan garis lurus yang dilihat menjadi lebih dari satu atau melengkung jika tidak dikoreksi dengan kacamata resep. Ketika tidak ditemukan angka pada kolom CYL pada resep kacamata, maka tidak memiliki astigmatisme.
Dioptri adalah unit pengukuran yang digunakan untuk menentukan kemampuan optikal dari lensa kacamata, baik cekung maupun cembung. Rumus dioptri adalah resipkrokal jarak fokus yang diukur dalam satuan meter (yakni 1/meter).
Sebagai contoh, jika pada kolom OD hasil pemeriksaan mata memiliki SPH -7,25, berarti mata kanan membutuhkan 7,25 dioptri koreksi karena adanya rabun jauh.
Baca Juga : Kacamata Memperburuk Penglihatan, Wah Mitos atau Fakta ya?
Jika resep kacamata memiliki silinder, maka akan ditemukan juga nilai axis. Axis pada kacamata menunjukkan sudut (dalam derajat) di antara dua meridian mata astigmatisme. Angka axis berada pada rentang angka 0 dan 180, dengan 90 sebagai garis lokasi vertikal di mata dan 180 garis horizontal.
Nilai pengukuran prism atau prisma pada resep kacamata digunakan untuk mengoreksi mata yang mengalami penglihatan ganda atau double vision. Nilai prisma pada resep kacamata berkisar antara 0,5 dan 5,0. Angka ini mengacu pada jumlah koreksi prisma yang diperlukan untuk memperbaiki masalah keselarasan mata.
Kode Basis (tepi paling tebal) yang menunjukkan arah prisma dan dapat berupa:
Addition atau disingkat ADD mengacu pada ukuran koreksi ketika mengalami rabun dekat atau presbiopia. Angka yang muncul di bagian resep ini adalah plus. Hasil pemeriksaan ini adalah angka ADD berkisar dari +0,75 hingga +3,00 D dan berlaku untuk kedua pasang mata.
Pupil distance disingkat PD adalah jarak antara pupil mata kanan dengan pupil mata kiri. Ini digunakan untuk mencocokkan titik fokus mata dengan titik fokus pada lensa optik kacamata. Kesesuaian pupil distance dengan lensa akan memengaruhi kenyamanan pengguna saat memakai lensa kacamata.
Baca juga: Harga Lensa Kacamata Minus, Apa yang Mempengaruhinya?
Dalam catatan myvision.org, mengenakan kacamata dengan resep yang salah dapat membuat mata tegang dan menyebabkan ketidaknyamanan. Apalagi, bagi orang yang baru memakai kacamata, perlu akan terjadi ketidaknyamanan beberapa hari atau minggu.
Ketika masih kesulitan melihat dengan baik dengan kacamata setelah beberapa minggu, resep mungkin terlalu kuat atau lemah. Ini dapat menyebabkan hal, seperti berikut.
Jika gejala ini berlanjut, jadwalkan tindak lanjut untuk mengetahui apakah perlu resep yang benar. Resep yang salah tidak akan memberikan efek jangka panjang pada mata. Namun, mereka dapat memengaruhi mata anak dengan merusak penglihatan. Sebab, penglihatan anak berkembang secara progresif.
Salah satu tempat yang menyediakan berbagai lensa kacamata adalah Kasoem Vision Care. Di sana tersedia frame kacamata dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga brand internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner.
Tak hanya itu, tersedia juga lensa dari brand Essilor, lensa khusus add-on atau lensa berteknologi tinggi dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Misalnya lensa photochromic. Kasoem Vision Care juga menyediakan lensa kontak bagi yang ingin memilih alternatif alat bantu penglihatan lain.
Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Kasoem Vision Care di kota-kota terdekat. Tapi, jika waktu Anda terbatas bisa mengakses website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia atau Blibli. Tim Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda.
The post Kacamata dengan Resep Salah Bikin Penglihatan Enggak Nyaman loh! appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Kacamata Baca Plus untuk Orang dengan Presbiopia dan Rabun Jauh appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Dalam catatan myvision.org, lensa kacamata baca berbentuk cembung. Fungsinya untuk memperbesar gambar yang dekat. Dengan begitu, orang yang sulit melihat dari waktu ke waktu karena matanya menjadi tua dapat melihat objek yang dekat dengan lebih jelas.
Kacamata ini tersedia dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut.
Jenis ini cocok untuk penggunaan sementara atau jangka pendek. Karena, biasanya digunakan mereka yang memiliki daya penglihatan yang sama di kedua mata dan tidak menderita astigmatisme atau kelainan mata lain.
Kacamata ini tidak memerlukan resep dan dapat dibeli di banyak toko obat dan supermarket. Untuk mengetahui cocok atau tidak, mereka dapat mencoba secara langsung. Lalu, melihat objek dalam tampilan dekat, apakah jelas atau sebaliknya.
Sementara itu, untuk kacamata dengan resep diukur dengan dioptri (dengan awalan plus), tapi digolongkan berdasarkan usia.
Baca juga: Lensa Berubah Gelap saat Dipakai Siang Hari, Apa itu Kacamata Photochromic?
Sementara itu, untuk rabun dekat, mereka perlu melakukan pemeriksaan mata terlebih dahulu. Karena, dapat menentukan berapa besaran dioptri. Dalam catatan vision.org, semakin tinggi angkanya, semakin kuat resep yang dimiliki, yaitu sebagai berikut.
Jika hyperopia sangat ringan, mungkin tidak membutuhkan kacamata. Atau, dokter mata mungkin merekomendasikan memakainya untuk aktivitas tertentu. Misalnya, membaca atau bekerja di depan komputer. Hanya saja, ketika resep sedang atau tinggi, dokter mata mungkin menyarankan untuk memakai kacamata sepanjang waktu.
Baca Juga : Makula, Bagian Penting dalam Retina Mata Agar Manusia Memiliki Penglihatan Sentral
Sesuai dengan sebutannya, kacamata baca plus adalah kombinasi di antara kacamata baca dan rabun dekat. Meski sama-sama mengoreksi, ada ukuran yang perlu disesuaikan. Namun, jika masih bingung atau belum mengetahui secara jelas, lakukan pemeriksaan mata terlebih dahulu.
Pemeriksaan penglihatan bisa dilakukan di dokter mata atau vision care. Salah satunya, Kasoem Vision Care. Di sana tersedia layanan pemeriksaan mata untuk presbiopia, rabun dekat, pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision hingga pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
Selain itu, tersedia berbagai lensa, seperti bluechromic, anti-silau, dan teknologi terkini menyesuaikan dengan kebutuhan penglihatan. Untuk frame kacamata tersedia dari berbagai brand, lokal maupun internasional. Jika ingin memakai lensa kontak, Kasoem Vision Care pun menyediakan mulai dari soft lens hingga hard lens.
Jadi, untuk menentukan seperti apa kacamata yang cocok, lakukan konsultasi dengan tim Kasoem Vision Care. Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care akan memberi pelayanan yang sesuai untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia).
The post Kacamata Baca Plus untuk Orang dengan Presbiopia dan Rabun Jauh appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Kacamata Memperburuk Penglihatan, Wah Mitos atau Fakta ya? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Seperti dilansir dari myvision.org, ada berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat ketika memakai kacamata. Untuk memperjelas, berikut tujuh mitos penggunaan kacamata.
Salah satu mitos yang berkembang adalah mengenakan kacamata sepanjang waktu merusak penglihatan. Padahal, mitos tersebut salah. Karena, kenyataannya kacamata memberi penglihatan yang jelas dan tidak memperburuk penglihatan. Anggapan terjadi, mungkin sudah terbiasa memakai kacamata dengan penglihatan jernih. Sehingga, penglihatan mungkin tampak lebih buruk saat melepasnya.
Faktanya, seiring bertambahnya usia, penglihatan terus memburuk. Oleh karena itu, dokter mata akan meresepkan kacamata yang lebih kuat untuk meningkatkan penglihatan. Jika membutuhkan kacamata, harus memakainya untuk menghindari ketegangan mata dan masalah mata lainnya.
Mitos tersebut salah. Sebab, nyatanya rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia. Jadi, terlepas dari usianya kacamata dibutuhkan meningkatkan penglihatan.

Faktanya, wortel mengandung vitamin A membantu melindungi mata dan mempertahankan penglihatan. Tetapi tidak akan memperbaiki penglihatan. Selain wortel, uah-buahan dan sayuran dengan vitamin A juga memiliki fungsi sama, yakni membantu melindungi mata dan mempertahankan penglihatan yang baik.
Kualitas penglihatan bergantung pada bentuk mata, jaringan mata yang sehat, dan faktor lainnya. Meskipun latihan mata dapat mengistirahatkan mata, faktanya setelah fokus beberapa saat pada suatu tugas, latihan tersebut tidak akan meningkatkan penglihatan atau mencegah kehilangan penglihatan.
Kacamata hitam biasa tidak melindungi mata dari sinar UV. Lensa perlu memiliki lapisan pelindung UV untuk melindungi dari sinar matahari.
Kacamata hanya membantu meningkatkan penglihatan, sementara saat memakainya. Faktanya itu tidak mengubah bentuk mata.
Faktanya kacamata tidak melemahkan penglihatan. Pasalnya, penyebab kelainan refraksi tersebut bisa karena panjang bola mata terlalu panjang atau bahkan terlalu pendek, perubahan bentuk kornea, dan penuaan lensa mata. Adapun rinciannya, yakni sebagai berikut.
Myopia adalah kondisi penglihatan ketika orang dapat melihat objek yang dekat dengan jelas, tetapi kabur atau buram pada objek yang lebih jauh. Orang yang menderita rabun jauh ini disebut dengan mata minus.
Rabun jauh ini paling sering terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu memanjang dari depan ke belakang. Pada mata normal, cahaya masuk ke mata dan difokuskan langsung pada retina, sehingga penglihatannya menjadi jelas.
Maka dari itu, perlu kacamata dengan lensa minus untuk memperbaiki penglihatan terhadap objek jarak jauh.
Hyperopia atau rabun dekat menyebabkan penglihatan dekat kabur. Orang dengan hyperopia akan lebih sulit melihat benda-benda yang dekat, seperti saat membaca atau menggunakan komputer, ketimbang melihat benda-benda yang jauh, seperti saat mengemudi.
Secara umum, ini berarti objek yang jauh terlihat jelas tetapi objek yang dekat menjadi buram. Hal tersebut terjadi karena beberapa orang memiliki bola mata yang terlalu pendek dari depan ke belakang. Kemungkinan lain, memiliki kornea atau lensa yang bentuknya tidak normal.
Baca juga: Presbiopia dan Rabun Dekat Tak Sama, Apa Bedanya?
Astigmatisme atau mata silinder adalah gangguan penglihatan karena kornea atau lensa berbentuk tak teratur atau lebih melengkung dari seharusnya. Bentuk mata yang tidak normal tersebut akhirnya membuat penglihatan kabur.
Kondisi ini membuat penderitanya tak dapat melihat objek dengan jelas dari jarak dekat dan jauh. Gejala lainnya, seperti penglihatan kabur atau area penglihatan terdistorsi membuat permukaan terlihat bergelombang, ketegangan mata, sakit kepala, menyipitkan mata atau ketidaknyamanan mata.
Selain itu, mereka yang menderita akan kesulitan untuk melihat detail pada objek, seperti kata-kata yang tercetak pada menu atau huruf pada rambu jalan di kejauhan serta merasa silau saat melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
Berasal dari istilah medis Yunani, yakni “mata tua”, presbiopia umumnya muncul sekitar usia 40 dan semakin memburuk sampai sekitar akhir 60-an. Ini merupakan penuaan alami yang terjadi pada mata manusia. Kondisinya menyebabkan orang dewasa setengah baya dan lebih tua kehilangan fokus saat melihat objek jarak dekat.
Hal tersebut karena lensa terus tumbuh dan menambah lapisan sel, bentuknya menyerupai bawang. Proses ini mengentalkan lensa dan membuatnya kurang bisa melentur seperti dulu. Ini menyebabkan penglihatan terhadap objek dekat menjadi kabur.
Baca Juga : Katarak Penyebab Kebutaan, Pahami Ciri-cirinya
Salah satu tempat yang menyediakan berbagai lensa kacamata adalah Kasoem Vision Care. Di sana tersedia frame kacamata dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga brand internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner.
Tak hanya itu, tersedia juga lensa dari brand Essilor, lensa khusus add-on atau lensa berteknologi tinggi dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Misalnya lensa photochromic. Kasoem Vision Care juga menyediakan lensa kontak bagi yang ingin memilih alternatif alat bantu penglihatan lain.
Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Kasoem Vision Care di kota-kota terdekat. Tapi, jika waktu Anda terbatas bisa mengakses website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia atau Blibli. Tim Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda.
The post Kacamata Memperburuk Penglihatan, Wah Mitos atau Fakta ya? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Penglihatan Oma dan Opa Menurun, Pakai Kacamata Baca Ya! appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Dalam catatan myvision.org, lensa kacamata baca berbentuk cembung. Ia berguna untuk memperbesar gambar yang dekat. Dengan begitu, orang yang sulit melihat dari waktu ke waktu karena matanya menjadi tua dapat melihat objek yang dekat dengan lebih jelas.
Adapun kacamata ini tersedia dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut.
Jenis ini cocok untuk penggunaan sementara atau jangka pendek. Karena, biasanya digunakan mereka yang memiliki daya penglihatan yang sama di kedua mata dan tidak menderita astigmatisme atau kelainan mata lain. Kacamata ini tidak memerlukan resep dan dapat dibeli di banyak toko obat dan supermarket. Untuk mengetahui cocok atau tidak, mereka dapat mencoba secara langsung. Lalu, melihat objek dalam tampilan dekat, apakah jelas atau sebaliknya.
Sementara itu, ketika oma dan opa mengalami masalah penglihatan lain, seperti myopia atau kondisi penglihatan serius lainnya, mereka perlu kacamata baca dengan resep. Apalagi, ketika membutuhkan untuk penggunaan jangka panjang, konsultasi dengan dokter spesialis mata atau ke profesional kesehatan di vision care.
Berikut lensa tambahan yang bisa ditambahkan untuk penggunaan kacamata dengan resep.

Kacamata baca diukur dalam dioptri (unit pengukuran yang menandakan kekuatan lensa sama dengan panjang fokus, ditunjukkan dalam meter). Ukuran ini sering dikategorikan berdasarkan usia, dengan rekomendasi umum, yakni sebagai berikut.
Para ahli menyarankan seseorang memakai kacamata saat kesulitan membaca buku yang berjarak 14 inci dari wajah. Mereka juga bisa memakainya ketika mengalami gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya merasa sakit kepala atau mata lelah ketika menggambar, menjahit, atau melihat teks di ponsel.
Baca Juga : Membersihkan Kacamata Sendiri di Rumah, Ini Tipsnya
Jika ya, segera lakukan pemeriksaan mata di Kasoem Vision Care. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan layanan pemeriksaan yang lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia).
Di sana pemeriksaan dilakukan oleh Refraction Optometrist tersertifikasi. Tes penglihatan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, screening low vision, dan pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
Selain itu, Kasoem Vision Care menyediakan model dari berbagai brand pilihan. Mulai dari produk lokal seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo sampai produk internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Police sampai Furla. Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Vision Care dengan mengirimkan email ke [email protected] atau menghubungi melalui layanan chat +62858 1111 9495 atau telepon +6221 7822530.
The post Penglihatan Oma dan Opa Menurun, Pakai Kacamata Baca Ya! appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Presbiopia dan Rabun Dekat Tak Sama, Apa Bedanya? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Presbiopia, dalam bahasa Yunani berarti “mata tua”. Ini merupakan penuaan alami yang terjadi pada mata manusia. Kondisinya menyebabkan orang dewasa setengah baya dan lebih tua kehilangan fokus saat melihat objek jarak dekat.
Mata bekerja seperti kamera. Lensa pada kamera memiliki kemampuan autofokus pada objek, baik yang dekat mau pun jauh. Lensa di mata bekerja sama dengan kornea untuk memfokuskan cahaya.
Pertama, kornea yang melengkung membelokkan cahaya ke mata. Kemudian, otot melingkar kecil yang mengelilingi lensa berkontraksi atau mengendur untuk mengubah bentuknya agar benda-benda menjadi fokus. Jika objeknya jauh, otot di sekitar lensa akan melonggar. Jika dekat, otot berkontraksi, memungkinkan untuk fokus pada objek terdekat, seperti menu atau buku.
Namun, seiring bertambahnya usia mata, lensa terus tumbuh dan menambah lapisan sel, bentuknya menyerupai bawang. Proses ini mengentalkan lensa dan membuatnya kurang bisa melentur seperti dulu. Ini menyebabkan penglihatan terhadap objek dekat menjadi kabur.
Sama halnya dengan presbiopia, rabun dekat juga kesulitan untuk melihat objek dari jarak dekat. Namun, rabun dekat dapat dialami semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.
Seseorang dengan penglihatan normal dapat melihat ketika cahaya melewati kornea di bagian depan mata. Kemudian, kornea membelokkan cahaya dan lensa, memfokuskannya ke permukaan retina, yaitu lapisan belakang mata yang berisi sel-sel penginderaan cahaya. Retina kemudian mengirimkan sinyal ke otak agar dapat melihat.
Ketika rabun dekat, bentuk mata mencegah cahaya membengkok dengan benar. Sehingga, cahaya diarahkan ke belakang retina, bukan tepat ke retina. Ini menyebabkan sinar cahaya terfokus di belakang retina. Secara umum, ini berarti objek yang jauh terlihat jelas tetapi objek yang dekat menjadi buram.
Hal tersebut terjadi karena beberapa orang memiliki bola mata yang terlalu pendek dari depan ke belakang. Kemungkinan lain, memiliki kornea atau lensa yang bentuknya tidak normal.
Baca Juga : Seperti Apa Penglihatan Strabismus atau Mata Juling?
Presbiopia terjadi ketika lensa mata kehilangan kelenturannya dan kurang fleksibel. Karena, seiring bertambahnya usia otot-otot di sekitar lensa melemah. Umumnya, terjadi muncul sekitar usia 40 dan semakin memburuk sampai sekitar akhir 60-an.
Sementara itu, rabun jauh terjadi ketika bola mata terlalu pendek. Penyebabnya ada berbagai macam, termasuk genetik. Kondisi ini bisa dialami semua usia, bahkan bayi baru lahir.
Gangguan penglihatan jarak dekat ini sekilas sama. Untuk itu, perlu diagnosis ke rumah sakit atau pusat pemeriksaan penglihatan (vision care). Salah satu rekomendasinya adalah Kasoem Vision Care. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan layanan pemeriksaan yang lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia).
Tes penglihatan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP). Tak hanya itu, Kasoem Vision Care juga menyediakan kacamata untuk mengoreksi gangguan penglihatan, termasuk presbiopia dan rabun dekat.
The post Presbiopia dan Rabun Dekat Tak Sama, Apa Bedanya? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Kacamata Baca Presbiopia untuk Koreksi Penglihatan Jarak Dekat appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Entah pria atau wanita, bisa mengalami penuaan mata secara alami. Kondisi ini umumnya, mulai muncul sekitar usia 40 dan semakin memburuk sampai sekitar akhir 60-an. Saat menderita “mata tua”, mereka akan kehilangan kemampuan untuk mengubah fokus saat melihat objek yang dekat.
Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, presbiopia tidak dapat disembuhkan. Tetapi, ada berbagai opsi untuk memperbaiki penglihatannya. Sebelum mengatasi gangguan penglihatan karena mata tua, seseorang perlu melakukan diagnosis melalui pemeriksaan mata.
Salah satu bagian penting dari tes mata adalah penilaian refraksi untuk mengukur seberapa baik melihat objek pada jarak tertentu. Penilaian refraksi memberi tahu apakah benar-benar menderita presbiopia dan atau astigmatisme dan apakah rabun jauh atau rabun dekat.
Selain itu, kemungkinan akan ada tes dengan melebarkan mata menggunakan obat tetes mata khusus. Tetesannya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi mungkin peka terhadap cahaya selama dua hingga tiga jam sesudahnya.
Setelah itu, akan ada rekomendasi pengobatan tergantung diagnosis serta kesehatan dan gaya hidup secara keseluruhan, berupa:
Sama halnya dengan gangguan refraksi yang menyebabkan penurunan penglihatan, kacamata juga menjadi opsi untuk mengoreksi gangguan penglihatan akibat presbiopia. Berikut kacamata untuk mengatasi masalah penglihatan karena mata tua.
Jika kehilangan penglihatan akibat mata tua dan tidak memiliki masalah penglihatan lainnya, kacamata baca mungkin jawabannya. Kacamata ini harus dipakai hanya untuk melakukan pekerjaan jarak dekat, seperti membaca.
Seseorang dengan presbiopia kemungkinan dapat mengalami gangguan refraksi lain. Maka dari itu, ada beberapa pilihan lensa tambahan untuk mengatasinya, yaitu seperti berikut.
Baca Juga : Presbiopia dan Rabun Dekat Tak Sama, Apa Bedanya?
Kacamata baca tanpa resep adalah pilihan mereka yang mengalami penuaan mata tanpa gangguan penglihatan lain. Ini cocok untuk membaca menu atau memasang jarum. Kacamata baca ini dapat ditemukan di sebagian besar toko obat. Kacamata tanpa resep berkisar dari +1,00 dioptri (D) hingga +3,00 D. Pilih perbesaran terendah yang membuat cetakan kecil terlihat jelas.
Salah satu tempat untuk membeli kacamata baca ada di vision care, yaitu Kasoem Vision Care. Di sana tersedia berbagai kacamata baca dari berbagai brand lokal maupun internasional. Selain itu, Anda dapat konsultasi terlebih dahulu dengan tim Kasoem Vision Care mengenai kebutuhan pemeriksaan mata.
Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan layanan pemeriksaan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia). Tes berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
The post Kacamata Baca Presbiopia untuk Koreksi Penglihatan Jarak Dekat appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>