Kelainan refraksi adalah kondisi ketika cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Hal ini membuat bayangan objek terlihat buram atau tidak jelas. Salah satu cara untuk mengoreksinya adalah menggunakan kacamata. Hanya saja, masih ada mitos kacamata justru memperburuk penglihatan. Benarkah itu?
Mitos Kacamata
Seperti dilansir dari myvision.org, ada berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat ketika memakai kacamata. Untuk memperjelas, berikut tujuh mitos penggunaan kacamata.
1. Mitos pakai kacamata sepanjang waktu merusak penglihatan
Salah satu mitos yang berkembang adalah mengenakan kacamata sepanjang waktu merusak penglihatan. Padahal, mitos tersebut salah. Karena, kenyataannya kacamata memberi penglihatan yang jelas dan tidak memperburuk penglihatan. Anggapan terjadi, mungkin sudah terbiasa memakai kacamata dengan penglihatan jernih. Sehingga, penglihatan mungkin tampak lebih buruk saat melepasnya.
2. Mengistirahatkan mata untuk menghindari ketergantungan pada kacamata
Faktanya, seiring bertambahnya usia, penglihatan terus memburuk. Oleh karena itu, dokter mata akan meresepkan kacamata yang lebih kuat untuk meningkatkan penglihatan. Jika membutuhkan kacamata, harus memakainya untuk menghindari ketegangan mata dan masalah mata lainnya.
3. Mitos kacamata hanya untuk orang dewasa
Mitos tersebut salah. Sebab, nyatanya rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia. Jadi, terlepas dari usianya kacamata dibutuhkan meningkatkan penglihatan.

4. Makan wortel meningkatkan penglihatan
Faktanya, wortel mengandung vitamin A membantu melindungi mata dan mempertahankan penglihatan. Tetapi tidak akan memperbaiki penglihatan. Selain wortel, uah-buahan dan sayuran dengan vitamin A juga memiliki fungsi sama, yakni membantu melindungi mata dan mempertahankan penglihatan yang baik.
5. Mitos senam mata mencegah membutuhkan kacamata
Kualitas penglihatan bergantung pada bentuk mata, jaringan mata yang sehat, dan faktor lainnya. Meskipun latihan mata dapat mengistirahatkan mata, faktanya setelah fokus beberapa saat pada suatu tugas, latihan tersebut tidak akan meningkatkan penglihatan atau mencegah kehilangan penglihatan.
6. Lensa gelap mencegah kerusakan mata akibat sinar ultraviolet (UV) matahari
Kacamata hitam biasa tidak melindungi mata dari sinar UV. Lensa perlu memiliki lapisan pelindung UV untuk melindungi dari sinar matahari.
7. Mitos kacamata mengubah bentuk mata
Kacamata hanya membantu meningkatkan penglihatan, sementara saat memakainya. Faktanya itu tidak mengubah bentuk mata.
Kacamata Perbaiki Kelainan Refraksi
Faktanya kacamata tidak melemahkan penglihatan. Pasalnya, penyebab kelainan refraksi tersebut bisa karena panjang bola mata terlalu panjang atau bahkan terlalu pendek, perubahan bentuk kornea, dan penuaan lensa mata. Adapun rinciannya, yakni sebagai berikut.
Rabun Jauh
Myopia adalah kondisi penglihatan ketika orang dapat melihat objek yang dekat dengan jelas, tetapi kabur atau buram pada objek yang lebih jauh. Orang yang menderita rabun jauh ini disebut dengan mata minus.
Rabun jauh ini paling sering terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu memanjang dari depan ke belakang. Pada mata normal, cahaya masuk ke mata dan difokuskan langsung pada retina, sehingga penglihatannya menjadi jelas.
Maka dari itu, perlu kacamata dengan lensa minus untuk memperbaiki penglihatan terhadap objek jarak jauh.
Rabun Dekat
Hyperopia atau rabun dekat menyebabkan penglihatan dekat kabur. Orang dengan hyperopia akan lebih sulit melihat benda-benda yang dekat, seperti saat membaca atau menggunakan komputer, ketimbang melihat benda-benda yang jauh, seperti saat mengemudi.
Secara umum, ini berarti objek yang jauh terlihat jelas tetapi objek yang dekat menjadi buram. Hal tersebut terjadi karena beberapa orang memiliki bola mata yang terlalu pendek dari depan ke belakang. Kemungkinan lain, memiliki kornea atau lensa yang bentuknya tidak normal.
Baca juga: Presbiopia dan Rabun Dekat Tak Sama, Apa Bedanya?
Mata Silinder
Astigmatisme atau mata silinder adalah gangguan penglihatan karena kornea atau lensa berbentuk tak teratur atau lebih melengkung dari seharusnya. Bentuk mata yang tidak normal tersebut akhirnya membuat penglihatan kabur.
Kondisi ini membuat penderitanya tak dapat melihat objek dengan jelas dari jarak dekat dan jauh. Gejala lainnya, seperti penglihatan kabur atau area penglihatan terdistorsi membuat permukaan terlihat bergelombang, ketegangan mata, sakit kepala, menyipitkan mata atau ketidaknyamanan mata.
Selain itu, mereka yang menderita akan kesulitan untuk melihat detail pada objek, seperti kata-kata yang tercetak pada menu atau huruf pada rambu jalan di kejauhan serta merasa silau saat melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
Presbiopia
Berasal dari istilah medis Yunani, yakni “mata tua”, presbiopia umumnya muncul sekitar usia 40 dan semakin memburuk sampai sekitar akhir 60-an. Ini merupakan penuaan alami yang terjadi pada mata manusia. Kondisinya menyebabkan orang dewasa setengah baya dan lebih tua kehilangan fokus saat melihat objek jarak dekat.
Hal tersebut karena lensa terus tumbuh dan menambah lapisan sel, bentuknya menyerupai bawang. Proses ini mengentalkan lensa dan membuatnya kurang bisa melentur seperti dulu. Ini menyebabkan penglihatan terhadap objek dekat menjadi kabur.
Baca Juga : Katarak Penyebab Kebutaan, Pahami Ciri-cirinya
Temukan Kacamata di Kasoem Vision Care
Salah satu tempat yang menyediakan berbagai lensa kacamata adalah Kasoem Vision Care. Di sana tersedia frame kacamata dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga brand internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner.
Tak hanya itu, tersedia juga lensa dari brand Essilor, lensa khusus add-on atau lensa berteknologi tinggi dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Misalnya lensa photochromic. Kasoem Vision Care juga menyediakan lensa kontak bagi yang ingin memilih alternatif alat bantu penglihatan lain.
Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Kasoem Vision Care di kota-kota terdekat. Tapi, jika waktu Anda terbatas bisa mengakses website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia atau Blibli. Tim Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda.



Leave a reply