Pernahkah Anda melihat mata bayi tidak sejajar saat melihat objek? Kondisi yang mirip seperti mata juling (strabismus) itu adalah pseudostrabismus. Seperti apa itu? Apakah pseudostrabismus memengaruhi penglihatan bayi?
Pseudostrabismus
Mata bayi yang normal semestinya berada pada posisi sejajar. Entah ke kanan, ke kiri, ke depan, atau memutar saat melihat, gerakan kedua mata harus seirama. Ketika kondisi tidak seperti itu, orang tua akan khawatir.
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, pseudostrabismus adalah kondisi ketika salah satu atau kedua mata bayi terlihat tidak sejajar (menyilang), padahal sebenarnya tidak. Kondisi ini umum terjadi pada bayi sejak lahir hingga berusia sekitar 18 bulan. Seorang anak bisa mengatasi pseudostrabismus tapi tidak strabismus.
Meski mirip dengan mata juling, ada perbedaan di antara keduanya, yakni sebagai berikut.
- Strabismus terjadi ketika mata tidak sejajar dan mengarah ke arah yang berbeda. Satu mata mungkin melihat ke depan, sementara mata lainnya berputar ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah
- Sedangkan, pseudostrabismus, kedua mata mengarah ke depan
Apa sih penyebab pseudostrabismus?
Ini sering terjadi karena hidung bayi memiliki batang yang lebar. Seringkali ada lipatan kecil kulit kelopak mata di sisi mata dekat hidung. Ciri-ciri tersebut bisa membuat mata bayi terlihat juling. Tapi, saat bayi tumbuh, ciri-ciri ini biasanya berubah dan mata akan normal.
Bagaimana membedakan pseudostrabismus dan strabismus?
Cara cepat untuk mengetahui apakah bayi menderita pseudostrabismus atau strabismus adalah dengan melihat foto flash bayi. Dalam foto tersebut, wajah dan mata bayi harus diarahkan langsung ke kamera.
Lihat untuk melihat di mana cahaya memantul di mata bayi. Jika menderita pseudostrabismus, cahaya akan memantul di tempat yang sama di kedua matanya. Hal ini seringkali paling mudah dilihat di tengah pupil . Namun, jika anak mengalami strabismus, cahaya akan terpantul di tempat yang berbeda di setiap mata.
Terkadang mata bayi bisa menjadi tidak sejajar untuk waktu yang singkat. Dokter mata dapat melakukan pemeriksaan mata lengkap untuk menilai kemungkinan tanda-tanda strabismus. Mereka akan memeriksa untuk melihat apakah penglihatan pada kedua mata sama atau apakah anak Anda sangat rabun jauh atau rabun dekat.
Mendiagnosis pseudostrabismus atau strabismus biasanya semakin mudah seiring pertumbuhan anak. Ini karena mata yang semula tidak sejajar membaik dari waktu ke waktu, sedangkan strabismus cenderung memburuk. Jika menurut orang tua anak menderita strabismus, kunjungi dokter spesialis mata anak untuk pemeriksaan mata lengkap.
Dampak
Dengan penglihatan normal, kedua mata mengarah ke tempat yang sama. Otak menggabungkan dua gambar dari mata kita menjadi satu gambar tiga dimensi (3-D). Inilah cara mengetahui seberapa dekat atau jauh sesuatu dari kita (disebut persepsi kedalaman).
Ketika satu mata tidak sejajar, dua gambar berbeda dikirim ke otak. Pada anak kecil, otak belajar mengabaikan gambar mata yang tidak sejajar. Sebaliknya, ia hanya melihat gambar dari mata yang lurus atau yang melihat lebih baik. Akibatnya, memngaruhi persepsi kedalamannya.
Hal normal bagi orang tua untuk khawatir bahwa anak mereka mungkin memiliki mata juling. Sebab, mata yang benar-benar tidak sejajar adalah masalah yang harus dievaluasi dan diobati. Kendati pseudostrabismus tidak perlu diobati lakukan pemeriksaan mata secara teratur ke spesialis mata. Atau dapat mengunjungi vision care, seperti Kasoem Vision Care untuk mendiagnosis bagaimana pengaruhnya terhadap penglihatan sang anak.


Leave a reply