Miopia (myopia atau miopi) adalah kelainan refraksi yang membuat mata buram atau sulit fokus melihat objek jauh, tapi jelas jika objeknya dekat. Berdasarkan level keparahan, miopia terbagi menjadi tiga. Salah satunya miopia tinggi. Seperti apa kondisi penglihatan tersebut?
Miopia Tinggi
Miopia (myopia atau miopi) terjadi ketika cahaya yang masuk tidak jatuh dengan benar di retina. Dalam catatan National Eye Institute, ini karena bola mata tumbuh terlalu panjang dari depan ke belakang, ada masalah dengan bentuk kornea, seperti terlalu melengkung tajam atau masalah pada lensa (bagian dalam mata yang membantu fokus mata).
Berdasarkan level, seperti dilansir dari Jurnal Ilmiah: Myopia Douglas R Fredrick, associate clinical professor of ophthalmology miopia dalam National Library of Medicine, myopia terbagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
- Miopia ringan adalah 0 dioptri hingga −1,5 dioptri
- Miopia sedang adalah 1,5 dioptri hingga −6,0 dioptri
- Miopia tinggi −6,0 dioptri atau lebih
Sedangkan, ketika myopia lebih dari −8,0 dipotri atau lebih disebut dengan miopia patologis. Ini sering menyebabkan atrofi koroid dan degenerasi makula retinab bersamaan dengan hilangnya ketajaman penglihatan sentral dan tingginya insiden ablasi retina, glaukoma, dan strabismus.
Sementara itu, Singapore National Eye Centre, mendefinisikan miopia tinggi lebih dari -5 dioptri. Menurutnya pada pasien dengan miopia tinggi, bola mata lebih panjang dari biasanya dan beberapa mungkin mengembangkan outpouching dari dinding mata (posterior stafiloma).
Penyebab Miopia Tinggi
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan orang tua yang menderita rabun jauh, meskipun belum menderita rabun jauh, cenderung memiliki mata yang lebih panjang daripada anak-anak yang memiliki orang tua yang tidak menderita rabun jauh. Sehingga, memiliki kecenderungan untuk menjadi rabun jauh di kemudian hari.
Dalam catatan Stanford Medicine, Health Children’s, ini terkait dengan beberapa kondisi genetik dan beberapa faktor yang terkait dengan persalinan, seperti:
- glaukoma kongenital
- retinopati prematuritas (ROP)
- albinisme mata
- sindrom Marfan
- sindrom Ehlers-Danlos
Risiko Miopia Tinggi
Tak hanya penglihatan kabur, orang dengan kondisi ini mengembangkan risiko masalah mata lain, seperti berikut.
- Pusat retina (makula) menipis seiring bertambahnya usia. Akibatnya, kemampuan untuk fokus pada objek tertentu (seperti membaca tanda) berkurang dan akhirnya hilang. Selain itu, rentan robek dan berlubang, yang berdampak pada lepasnya retina
- Retina bisa pecah, suatu kondisi yang disebut retinoschisis miopia (MRS)
- Lapisan mata di bawah retina dapat merosot atau retak, sehingga menyebabkan pembuluh darah baru yang rusak tumbuh di bawah retina (proses yang disebut neovaskularisasi koroidal , atau CNV). Pembuluh darah bisa berdarah dan menimbulkan bekas luka, dengan bekas luka kecil menyebabkan kerusakan makula ringan dan bekas luka yang lebih besar menyebabkan masalah yang lebih signifikan
- Peningkatan tekanan mata dapat menyebabkan glaukoma
- Katarak
- Mata menjadi lebih rentan terhadap cedera dan trauma lainnya, seperti operasi
Karena peningkatan risiko mata tertentu, orang dengan miopia tinggi harus menjalani pemeriksaan mata apabila mengalami gejala secara tiba-tiba. Misalnya, penurunan penglihatan atau memburuknya miopia.
Rawat Miopia di Kasoem Vision Care
Salah satu rekomendasi vision care untuk pemeriksaan mata ada di Kasoem Vision Care. Selama lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan detail yang fokus pada tajam penglihatan, pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Sebagai solusi, Kasoem Vision Care juga menyediakan berbagai kacamata dan lensa dari brand terpercaya serta lensa kontak untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Silakan menghubungi kami melalui Kasoem Care, layanan pelanggan 24 jam untuk reservasi atau konsultasi. Anda dapat mengunjungi Kasoem Vision Care di cabang terdekat kota Anda!


Leave a reply