Mata berfungsi sebagai indera penglihatan manusia. Namun, tidak semua mata manusia dapat digunakan untuk melihat dengan baik. Karena mata bisa mengalami kelainan, seperti low vision. Maka dari itu, perlu melakukan pemeriksaan low vision agar kembali bisa melihat dengan normal.
Seperti dilansir dari Natonal Eye Institute, low vision merupakan masalah penglihatan yang membuat sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Apa penyebab low vision?
Low vision tidak terjadi dengan sendirinya. Lantaran, umumnya low vison disebabkan oleh berbagai hal. Misalnya, degenerasi makula terkait usia (AMD), katarak, retinopati diabetik (suatu kondisi yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan pada penderita diabetes), dan glukoma.
Kondisi low vision disebut bersifat permanen. Mereka yang menderita pun tak dapat diobati dengan kacamata, lensa kontak atau perawatan standar lainnya seperti obat-obatan atau operasi. Tapi, jangan sedih dulu, pasien low vision masih bisa mendapatkan perawatan.
Meski tak dapat disembuhkan, mendatangi dokter atau mendatangi tempat seperti Kasoem Vision Care menjadi sebuah solusi. Tujuannya untuk mencari tahu cara meningkatkan penglihatan atau menjaga agar penglihatan tidak semakin memburuk. Sehingga, Anda dapat menjalankan aktivitas sehari-hari lebih mudah.
Apa yang bakal kamu dapatkan kalau pemeriksaan low vision di Kasoem Vision Care?
Pasien low vision akan dilayani oleh tenaga profesional yang ahli di bidang low vision dan merupakan Refraksionis Optisien tersertifikasi. Secara teknis Kasoem Vision Care akan memberikan empat tahap pemeriksaan di antaranya sebagai berikut.
- Anamnesa. Pemeriksaan ini untuk mengetahui latar belakang dan kondisi pasien.
- Obeservasi. Hal ini dilakukan untuk mengamati ada tidaknya kelainan atau infeksi pada organ mata luar maupun dalam agar dapat diambil tindakan yang tepat.
- Mengukur ketajaman penglihatan pasien baik saat melihat jauh maupun dekat. Gunanya untuk mengetahui tingkat kemampuan melihat optimal, sebelum diberikan alat bantu penglihatan.
- Menilai kemampuan fungsi penglihatan. Misalnya, penglihatan kontras, kemampuan mengenali warna, luas lapang pandang, dan lain-lain.
Setelah pemeriksaan selesai, tim dari Kasoem Vision Care akan merekomendasikan alat optik dan nonoptik untuk pasien. Kemudian, pasien low vision bakal diberikan resep untuk mendapat alat bantu penglihatan yang paling cocok untuk pasien low vision tersebut.
Selain itu, pasien diberikan jadwal monitoring secara berkala. Tim Kasoem Vision Care akan meninjau penglihatan dan motorik pasien. Apakah pasca-perawatan pasien menjadi lebih produktif dan mampu beraktivitas secara normal.
Bukan hanya pasien, tim Kasoem Vision Care pun memberi edukasi dan konsultasi kepada keluarga terdekatnya. Termasuk kerabat atau guru di sekolah tempat pasien belajar.



Leave a reply