Alis dan bulu mata menjadi bagian inti dari wajah, sekaligus aksesori mata yang utama. Tapi, sebenarnya ada alasan biologis kenapa ada rambut di sekitar mata. Jadi, apa fungsi alis dan bulu mata?
Alis dan Bulu Mata
Dalam Cambridge Dictionary, alis adalah garis rambut pendek di atas setiap mata pada manusia. Sedangkan, bulu mata merupakan salah satu rambut pendek yang tumbuh di sepanjang tepi mata.
Meski keduanya sering dikaitkan dengan penampilan, dalam catatan American Academy of Ophthalmology, para peneliti dan dokter mata memperkirakan ada alasan biologis atau fungsional mengapa memiliki rambut di atas dan di sekitar mata.
Apa fungsi alis dan bulu mata?
Alis menghilangkan kelembapan mata
Area rambut halus dan melengkung di atas mata diyakini menyalurkan kelembapan yang tidak diinginkan, khususnya keringat dan hujan dari mata. Bentuk dan arah bulu ini memudahkan air mengalir ke samping di sekitar mata, di sepanjang sisi kepala. Sehingga, penglihatan tetap jernih. Selain itu, alis dapat membantu menghalangi cahaya serta menyaring debu dan kotoran yang mungkin masuk ke mata.
Komunikasi dan ekspresi
Para ahli juga percaya bahwa alis berperan penting dalam komunikasi dan ekspresi wajah manusia. Alis dapat membesar-besarkan ekspresi seperti kebahagiaan, keterkejutan, dan kemarahan. Sebuah studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan bahwa alis mungkin merupakan indikator identitas yang lebih mudah dikenali dibandingkan mata itu sendiri.
Bulu mata mencegah iritasi
Bulu mata adalah sekelompok rambut yang tumbuh di sekitar tepi kelopak mata. Mereka berfungsi sebagai penangkap debu, melindungi mata dari kotoran yang dapat menghalangi penglihatan atau menyebabkan infeksi atau cedera.
Karena, bulu mata bertindak sebagai sensor terhadap objek yang mendekati mata. Misalnya, ketika ada serangga, mereka akan memicu kedipan refleksif dan protektif.
Profesor oftalmologi di University of California Ivan Schwab, MD mengatakan bulu mata unik di antara brambut di tubuh. Mereka termasuk rambut terpendek di tubuh dengan umur terpanjang, melanosit (sel pigmen) di dasar folikel bulu mata jarang menjadi ganas, dan jika sehat dipercaya tidak akan pernah beruban.
Sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam Journal of the Royal Society Interface menemukan bahwa bulu mata berperan sebagai penyaring udara bagi mata. Para peneliti, yang melakukan tes menggunakan maket mata dan bulu mata buatan, percaya bahwa bulu mata mengurangi penguapan air mata hingga 50 persen, membantu menjaga mata tetap terlumasi.
Kondisi yang Memengaruhi
Sama seperti bagian tubuh lain, alis dan bulu mata dapat menyebabkan masalah kesehatan atau bahkan terganggu karena masalah lain. Alis misalnya, bisa rontok ketika seseorang menderita penyakit autoimun tertentu serta ketidakseimbangan hormon, meliputi alopecia, hipotiroidisme.
Sedangkan bulu mata, malah menjadi sumber sejumlah masalah kesehatan potensial. Misalnya blepharitis, trichiasis, distichiasis, dan bintitan.
Maka dari itu, hati-hati dengan penggunaan kosmetik pada alis dan bulu mata. Misalnya mewarnai alis. Sebab, tidak diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Para ahli juga memperingatkan bahwa mewarnai alis dan bulu mata bisa berisiko.
Selain itu, penggunaan Latisse atau Bimatropost, suatu bentuk obat glaukoma yang juga digunakan untuk memanjangkan dan menebalkan bulu mata dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.


Leave a reply