Para ilmuwan memperkirakan manusia dapat membedakan hingga 10 juta warna. Hanya saja, pada kasus tertentu, penglihatan dapat mengalami defisiensi warna atau yang dikenal dengan istilah buta warna. Apa itu buta warna?
Dalam catatan National Eye Institute, buta warna adalah kondisi mata manusia yang tak dapat melihat warna dengan cara normal. Sebagian besar orang dengan masalah ini merasa kesulitan ketika membedakan warna tertentu. Biasanya, di antara warna hijau dan merah, dan terkadang biru.
Kok Bisa Buta Warna?
Retina mata memiliki dua jenis sel yang mendeteksi cahaya. Pertama batang dan kedua, kerucut. Batang hanya mendeteksi terang dan gelap dan sangat sensitif terhadap tingkat cahaya rendah.
Sementara itu, sel kerucut mendeteksi warna dan terkonsentrasi di dekat pusat penglihatan. Kerucut dapat melihat tiga jenis warna, yaitu merah, hijau, dan biru. Otak menggunakan masukan dari sel kerucut ini untuk menentukan persepsi warna.
Menurut American Academy of Ophthamology, masalah kebutaan terhadap warna dapat terjadi ketika satu atau lebih sel kerucut warna tidak ada, tidak berfungsi atau mendeteksi warna yang berbeda dari biasanya.
Ketika, ketiga sel kerucut tidak ada artinya kelainan yang diderita parah. Sedangkan, kategori ringan terjadi ketika ketiga sel kerucut ada tetapi satu sel kerucut tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, mendeteksi warna yang berbeda dari biasanya.
Berapa Jenis Buta Warna?
Masalah penglihatan terhadap warna ini terbagi menjadi beberapa jenis. Tapi, yang paling umum membuat penderita sulit membedakan antara merah dan hijau. Berdasarkan hal tersebut, terbagi empat tipe kebutaan warna merah-hijau, yaitu sebagai berikut.
Warna merah-hijau
- Deuteranomaly adalah jenis kebutaan warna merah-hijau yang paling umum. Itu membuat hijau terlihat lebih merah. Tipe ini ringan dan biasanya tidak mengganggu aktivitas normal.
- Protanomaly membuat warna merah terlihat lebih hijau dan kurang cerah. Tipe ini ringan dan biasanya tidak mengganggu aktivitas normal.
- Protanopia dan deuteranopia sama-sama membuat tidak bisa membedakan di antara merah dan hijau sama sekali
Warna biru-kuning
Selain warna merah dan hijau, seseorang juga dapat mengalami kebutaan warna biru dan kuning. Jenis ini membuat sulit membedakan antara biru dan hijau, serta antara kuning dan merah. Berikut dua macam kebutaan warna biru-kuning.
- Tritanomali membuat sulit membedakan antara biru dan hijau serta antara kuning dan merah
- Tritanopia membuat tidak bisa membedakan antara biru dan hijau, ungu dan merah, serta kuning dan pink. Itu juga membuat warna terlihat kurang cerah.
Buta warna total
Orang yang menderita buta warna total, tidak dapat melihat warna sama sekali. Mereka yang mengalaminya disebut dengan monokromasi. Jika menderita masalah ini, mereka mungkin juga kesulitan melihat dengan jelas dan lebih sensitif terhadap cahaya.
Kelainan penglihatan ini lebih banyak menyerang pria ketimbang wanita. Sekitar satu dari 12 pria mengalaminya. Kebanyakan orang lahir dengan bawaan tersebut. Namun, tak menutup kemungkinan dapat terjadi di kemudian hari.
Setiap orang memang melihat warna sedikit berbeda, bahkan orang yang tidak kelainan melihat warna. Maka dari itu, untuk memastikan apakah menderita atau tidak lakukan pemeriksaan ke dokter mata.
Baca Juga : Seperti Apa Proses Manusia Melihat Warna?
Tes Kebutaan Warna
Tes kebutaan warna dapat dilakukan di optik atau pusat kesehatan lain, seperti Kasoem Vision Care. Sebagai vision care yang berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care optik terbaik di Indonesia menyediakan layanan pemeriksaan yang lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia).
Selama tes, tim Kasoem Vision Care akan menunjukkan kepada sebuah lingkaran yang terbuat dari banyak titik berwarna berbeda. Lingkaran memiliki bentuk di dalamnya yang terbuat dari titik-titik, seperti angka, huruf, atau garis berlekuk-lekuk. Bentuk ini mudah dilihat jika tidak buta warna, tetapi orang yang buta warna sulit melihatnya.
Selain tes tersebut, tersedia pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).



Leave a reply