Mata anak-anak berubah dengan cepat seiring pertumbuhannya. Bersamaan dengan hal tersebut, ada banyak kondisi dan penyakit berbeda yang dapat memengaruhi matanya. Salah satunya menyebabkan mata merah pada anak-anak. Lalu, apa saja masalah yang dapat menimbulkan mata anak menjadi merah?
Mata Merah pada Anak
Mata merah biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Karena, seringkali membaik dengan sendiri tanpa pengobatan. Hanya saja, dalam beberapa kasus, mata merah menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius. Sehingga, orang tua perlu memperhatikan seperti apa mata merah pada anak.
Penyebab Mata Merah
Dalam artikel ilmiah dengan judul Red eyes in children: red flags and a case to learn dari The British Journal of General Practice, yang dipublikasikan pada National Library of Medicine, dikutip Rabu, 3 Januari 2023, mata merah pada anak dapat disebabkan oleh beberapa penyebab berbeda.
Penyebab mata merah umum
- Konjungtivitis virus
- Konjungtivitis bakteri
- Abrasi/trauma kornea
- Perdarahan subkonjungtiva
- Blefaritis (blepharitis)
- Selulitis periorbital
- Penyakit mata alergi
- Ulkus kornea
- Uveitis
- Episkleritis
Tanda bahaya bagi mata merah pada anak
- Pewarnaan kornea
- Kabut/opasitas kornea
- Refleks merah yang tidak normal
- Fotofobia/ nyeri hebat.
- Pembengkakan kelopak mata/blefarospasme
- Mata juling yang baru timbul terkait
- Mengurangi ketajaman visual.
- Kegagalan untuk membaik dalam 2 minggu.
- Penggunaan lensa kontak (anak yang lebih besar)
- Reaksi pupil yang tidak normal.
- Kesulitan dalam ujian
- Riwayat cedera kecepatan tinggi
Penanganan
Penyebab mata merah yang jinak atau serius dapat diketahui melalui pemeriksaan di layanan kesehatan primer melalui anamnesis yang cermat dan pemeriksaan dengan oftalmoskop langsung.
Pada kasus umum, mata merah paling sering disebabkan oleh konjungtivitis. Dalam ctatan Nemours Kids Health, kondisi tersebut dapat menyebabkan kemerahan, gatal, peradangan atau pembengkakan, dan cairan lengket bening atau putih, kuning atau kehijauan terkumpul di mata.
Pink eye, sebutan lain, karena bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata menjadi merah atau merah muda saat menderitanya. Kebanyakan anak tertular dari bakteri. Sedangkan yang lain, disebabkan virus, seperti virus yang dapat menyebabkan flu.
Mata merah pada anak, kadang-kadang menjadi tanda kondisi mata yang lebih mengkhawatirkan. Maka dari itu, ajak anak untuk melakukan pemeriksaan mata ke dokter untuk menentukan apakah perlu rujukan darurat lebih lanjut ke layanan kesehatan sekunder.
Segera Temui Dokter jika Mata Merah pada Anak
Ketika anak berusia di bawah dua tahun dan memiliki mata merah temui dokter umum. Namun, jika dokter tidak dapat menemukan penyebab mata merah, mereka mungkin akan merujuk Anda ke spesialis mata (dokter mata) untuk menjalani tes. Tak hanya itu, saat bayi bermata merah dan usianya kurang dari 28 hari segera buat janji temu.
Adapun kondisi mendesak ke pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut.
- Mengalami perubahan pada penglihatan seperti garis bergelombang, berkedip atau kehilangan penglihatan
- Menyakitkan melihat cahaya
- Mengalami sakit kepala parah dan merasa mual
- Mata berwarna merah sangat gelap
- Melukai atau menusuk mata
- Satu pupil lebih besar dari yang lain
- Ada sesuatu yang tersangkut di mata seperti pecahan kaca atau pasir
Bukan masalah serius
Jika mata tidak sakit dan penglihatan tidak terganggu, mungkin tidak ada masalah serius. Bisa saja, membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sampai keadaan menjadi lebih baik, NHS.uk menyarankan untuk tidak menyentuh atau menggosok mata atau
jangan memakai lensa kontak.


Leave a reply