Lensa kontak (contact lens) merupakan lensa sintetis berbahan lunak yang ditempatkan di depan kornea mata. Kini, lensa kontak dapat jadi salah satu alat bantu penglihatan untuk mereka yang menderita kelainan refraksi.
Seperti dilansir National Eye Institute (NEI), kelainan refraksi adalah gangguan penglihatan terjadi karena cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Sehingga, si penderita melihat benda atau objek buram atau tidak tajam.
Gangguan refraksi terbagi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.
- Rabun jauh (myopia) yang dikenal dengan istilah mata minus. Penderitanya tidak dapat melihat objek yang jauh, karena objek jauh terlihat buram.
- Rabun dekat (hyperopia) atau disebut mata minus. Penderita akan melihat objek di sekitarnya buram, tapi dapt melihat objek jauh dengan jelas.
- Astigmatism (silindris) dapat membuat objek yang jauh dan dekat terlihat buram atau terdistorsi.
- Presbiopia atau rabun jauh terkait usia. Kelainan ini terjadi pada usia awal hingga pertengahan 40-an dan dapat memburuk hingga sekitar 65-an.
Adapun jenis lensa kontak yang direkomendasikan para ahli, yakni Rigid Gas-Permeable Contact Lens (RGPs). Dikenal dengan nama Gas Permeable (GP) Contact Lenses, merupakan lensa kontak yang bahannya lebih kaku dan tahan lama ketimbang soft contact lens.
Ingin tahu lebih lanjut soal GP Lenses?
Anda dapat mengunjungi Kasoem Vision Care. Tim Kasoem Vision Care akan membantu untuk konsultasi, pemeriksaan, dan merekomendasikan lensa kontak yang sesuai dengan kebutuhan penglihatan.
Selain itu, Anda dapat menghubungi Kasoem Vision Care dengan mengirimkan email ke [email protected] atau menghubungi melalui layanan chat +62858 1111 9495 dan telepon +6221 7822530.



Leave a reply