Lensa kontak untuk anak-anak bisa menjadi alternatif mengoreksi penglihatan. Sebab, lensa kontak dapat meningkatkan penglihatan. Tak hanya itu, lensa kontak bermanfaat meningkatkan kepercayaan diri, dalam interaksi sosial maupun dalam kemampuan mereka. Lantas, jenis lensa kontak apa yang dapat dipakai spektrum usia yang luas, termasuk anak-anak usia satu sampai tiga tahun?
Lensa Kontak untuk Anak
Dalam catatan MyKidsVision, lensa kontak menawarkan opsi alternatif selain kacamata untuk mengoreksi penglihatan. Karena lensa kontak terletak di permukaan mata dan bergerak mengikuti mata. Daripada kacamata, lensa kontak juha lebih tidak mudah jatuh dan menawarkan pandangan penuh dunia tanpa dibatasi oleh bingkai kacamata.
Jadi, lensa kontak dipakai karena salah satu dari tiga alasan, yakni sebagai berikut.
- Untuk memperbaiki penglihatan sebagai alternatif kacamata untuk alasan fungsional atau estetika seperti berolahraga
- Untuk mengoreksi penglihatan yang mana kacamata bukanlah pilihan. Misalnya pada orang dengan resep yang sangat tinggi atau untuk orang dengan bentuk mata tidak beraturan seperti keratoconus
- Kadang-kadang diresepkan untuk kondisi medis mata, untuk mempercepat penyembuhan permukaan mata
Jenis Lensa Kontak untuk Anak
Lensa kontak terkecil mulai berdiameter sekitar delapan milimeter (mm). Itu terbuat dari bahan kaku yang kaku, dan dirancang agar pas di kornea (kubah bening di bagian depan mata). Jenis lensa kornea kaku ini sebagian besar dipakai hanya pada siang hari. Mereka lebih populer, sebelum bahan lensa kontak lunak dikembangkan. Kendati, sekarang kebanyakan dipakai untuk tujuan khusus seperti resep yang lebih kompleks.
Rigid contact lens
Jenis lensa kontak yang kaku (rigid gas contact lens) atau rigid gas-permeable lenses adalah yang paling tahan lama. Perawatan yang baik dapat bertahan hingga beberapa tahun. Meski demikian, disarankan untuk menggantinya lebih sering. Itu menghindari kemungkinan komplikasi dari kondisi lensa yang memburuk seiring berjalannya waktu.
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, lensa ini dipilih oleh beberapa dokter untuk anak-anak aphakia dari segala usia, bahkan bayi. Karena, lensa kontak yang terbuat dari bahan kaku gas-permeable (RGP), baik untuk transmisibilitas oksigen maupun untuk langkah lebih kecil dalam daya refraksi yang mereka tawarkan.
Ortho-k lenses
Lensa ortokeratologi merupakan salah satu jenis lensa kaku yang khusus dipakai saat tidur. Berukuran sekitar 10-11mm, lensa ini dengan lembut meratakan kornea untuk membentuk kembali kornea. Sehingga, dapat mengurangi myopia (rabun jauh) untuk sementara waktu.
Untuk mengoreksi, lensa ini biasanya dipakai setiap malam saat tidur dan dilepas di pagi hari. Jadi, untuk sementara waktu, penderita myopia dapat melihat lebih jelas tanpa kacamata atau lensa kontak.
Soft contact lenses
Lensa kontak lunak (soft contact lens) memiliki ukuran lebih besar dari lensa kornea kaku. Karena dirancang agar pas di seluruh kornea dan tepat di bagian putih mata. Mereka biasanya berdiameter 13-14mm. Namun, kurang tahan lama dibandingkan lensa kaku. Sehingga, menyebabkan sebagian besar dipasok dalam format:
- sekali pakai, baik untuk dipakai hanya untuk hari itu dan kemudian dibuang, atau
- lensa yang sama disimpan hingga sebulan dengan pembersihan dan penyimpanan semalam dalam larutan desinfeksi lensa kontak
Hanya saja, menurut Profesor Ophthalmology di Universitas Emory Amy K. Hutchinson, MD lensa kontak konvensional ini biasanya tidak digunakan pada anak kecil. Karena, transmisi oksigennya lebih rendah daripada bahan silikon atau RPG. Selain itu, lebih sulit ditangani dan kurang cocok untuk pemakaian jangka panjang. Jika seorang anak mulai memakai lensa ini, ia menganjurkan pemantauan ketat untuk hiperemia atau tanda stres okular lainnya.
Daripada jenis ini, ia menyarankan untuk pemakaian lensa lunak silikon hidrogel (hydrogel soft lenses). Jenis ini lebih baru dengan transmisi oksigen yang lebih tinggi. Jika anak diresepkan lensa hidrogel silikon, perawatan harus dilakukan selama proses pemasangan untuk menghindari erosi kornea dari lensa yang kencang.
Lensa Scleral
Jenis lensa kontak berdiameter 15-22mm. Ini meluas lebih jauh ke bagian putih mata yang disebut sklera, tidak menyentuh kornea dan dapat membantu anak-anak dengan berbagai kelainan refraksi dan permukaan okular. Termasuk, sindrom anestesi kornea bawaan, sindrom Stevens-Johnson, dan jaringan parut kornea setelah trauma.
Keberhasilan penggunaan lensa kontak pada anak tergantung berbagai hal. Rekomendasi dokter tentang lensa yang paling sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, serta keterampilan dalam melatih orang tua untuk memasukkan dan melepas lensa bayi atau balita dapat membantu anak mendapatkan manfaat dari lensa kontak. Jadi, bagaimana dengan Anda?


Leave a reply