Aqueous humor merupakan cairan yang mengisi bagian depan mata, belakang kornea, dan depan iris. Itu harus masuk dan ke luar dalam jumlah untuk menyeimbangkan tekanan intraokular (tekanan mata). Jika tidak, dapat terjadi penumpukan cairan yang akibatnya menyebabkan peningkatan tekanan mata.
Tekanan Intraokular
Tekanan intraokular atau tekanan mata mengacu pada tekanan cairan di dalam mata. Ukuran normal tekanan mata ada di antara 10 dan 20 milimeter air raksa (mmHg). Jika tekanan mata stabil, penglihatan akan tetap sehat.
Fungsi cairan mata meliputi:
- melumasi otot dan serat lensa fokus
- memasok nutrisi dan oksigen ke bagian belakang kornea
- membersihkan produk limbah dari kornea
- mempertahankan bentuk kornea
Saat cairan baru diproduksi, cairan sebelumnya mengalir keluar melalui sudut anterior mata (tempat pertemuan kornea dengan iris). Cairan dialirkan dari mata ke saluran uveoskleral dan jalinan trabekuler, ke bagian belakang hidung dan tenggorokan.
Sistem drainase ini harus tetap jernih dan utuh untuk mempertahankan tekanan intraokular normal. Karena, jika timbul masalah dan cairan tidak lagi mampu mengalir secara efisien, dapat terjadi penumpukan cairan.
Pemeriksaan Tekanan Intraokular
Untuk mengukur dan mendeteksi perubahan pada tekanan mata, salah satu caranya dengan menjalankan tes tekanan intraokular. Dalam catatan Optometrists Network, jenis pemeriksaan tonometri (tonometry tests) terdiri dari beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
Tes tonometri aplanasi Goldmann
Ini adalah tes yang paling umum digunakan karena dianggap sebagai cara paling andal untuk mengukur tekanan intraokular mata. Selama tes, dokter mata akan memberikan obat tetes mati rasa ke mata untuk memastikan bahwa tes tersebut tidak menimbulkan ketidaknyamanan.
Setelah mata mati rasa, setetes pewarna akan dioleskan ke kelopak mata bawah. Kemudian akan duduk dengan kepala diposisikan pada perangkat lampu celah untuk penerangan dan pembesaran mata yang tepat.
Dokter mata akan menyentuh permukaan mata dengan lembut dan memberikan sedikit tekanan untuk meratakan sebagian kecil kornea. Tekanan mata akan diukur berdasarkan jumlah kekuatan yang dibutuhkan untuk meratakan kornea.
Tonometri non-kontak/tonometri hembusan udara
Mirip dengan tes aplanasi Goldmann, tes ini menggunakan aliran udara yang cepat untuk meratakan sebagian kecil kornea.
Tonometri rebound
Ini melibatkan penempatan probe kecil pada kornea dan menggerakkannya sedikit untuk mengukur respons mata terhadap sentuhan. Perangkat tertentu yang digunakan untuk tes jenis ini, seperti perangkat iCare, bersifat portabel dan tidak memerlukan obat tetes mati rasa. Sehingga, dapat digunakan dalam kenyamanan rumah.
Tonometer atau tonopen
Ini merupakan perangkat portabel lain yang mengukur tekanan intraokular dengan menyentuh kornea dan mengevaluasi lekukannya. Sebelum mengujinya, memerlukan obat tetes mati rasa.
Bagaimana jika hasil tekanan intraokular tingi?
Tekanan intraokular dinilai tidak seimbang pada kisaran 15-25 mmHG secara terus-menerus. Bahkan, dalam beberapa kasus tekanan mata naik secara tiba-tiba melebihi 30 mmHG atau bahkan mencapai 40 mmHG. Kondisi ini disebut dengan ocular hypertension (tekanan mata tinggi).
Tekanan mata yang tinggi ini bisa menimbulkan dua dampak, yaitu:
- saraf optik terlihat normal dan tidak ada tanda-tanda kehilangan penglihatan
- tekanan mata menekan dan menyebabkan kerusakan saraf optik, maka akan menyebabkan glaukoma. Glaukoma menyebabkan hilangnya penglihatan
Karena ada berbagai kemungkinan, jangan pernah menunda pemeriksaan penglihatan, termasuk untuk mengecek tekanan di dalam mata. Deteksi lebih dini, akan mencegah risiko hilangnya penglihatan atau menyelamatkan sisa penglihatan.


Leave a reply