Miopia (myopia) adalah kesulitan penglihatan terhadap objek jarak jauh. Gangguan penglihatan ini dapat dimulai dari masa anak-anak dan berhenti saat remaja. Namun, dalam beberapa kasus myopia berkembang terus-menerus. Istilah untuk kondisi tersebut adalah miopia progresif (progressive myopia).
Miopia Progresif
Miopia progresif adalah kondisi ketika rabun jauh yang diderita memburuk terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Artinya, spheris (SPH) ukuran lensa kacamata yang digunakan untuk mengoreksi penglihatan terus bertambah.
Lareina Vinson Ph.D dalam myvisioncare.org, membagi progressive myopia menjadi beberapa kelompok terpisah. Berdasarkan kemunculannya antara lain, yaitu miopia progresif spesifik atau nonspesifik, sistemik atau lokal International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem Tenth Revisions (ICD-10), yaitu:
- bawaan, yang muncul dengan kecenderungan genetik untuk kehilangan penglihatan
- false, ketika refraksi terganggu oleh otot akomodasi yang terlalu tegang
- sementara, yang berkembang karena suplai darah ke mata tidak mencukupi karena diabetes atau penggunaan obat-obatan
- malam hari, berkembang dengan kurangnya pencahayaan yang akut
- rumit, disertai patologi mata lainnya
Penyebab
Miopia terjadi ketika cahaya yang masuk tidak jatuh dengan benar di retina. Dalam catatan National Eye Institute, penyebab kondisi yang dapat menimpa anak-anak pun orang dewasa, karena:
- bola mata tumbuh terlalu panjang dari depan ke belakang
- masalah dengan bentuk kornea, seperti terlalu melengkung tajam
- masalah pada lensa (bagian dalam mata yang membantu fokus mata)
Seperti dilansir dari American Academy of Ophthalmology, agar dapat melihat dengan jelas, sinar cahaya harus melewati lapisan depan mata (kornea dan lensa). Kornea dan lensa bekerja sama untuk membelokkan cahaya sehingga mendarat di lapisan belakang mata yang disebut retina. Retina kemudian mengirimkan sinyal ke otak yang memungkinkan melihat.
Ketika rabun jauh, bentuk mata mencegah cahaya membelok dengan benar, sehingga cahaya diarahkan ke depan retina, bukan ke retina. Misalnya kornea di bagian depan mungkin terlalu melengkung tajam atau mata mungkin lebih panjang dari depan ke belakang dibandingkan biasanya. Dalam kedua kasus tersebut, sinar cahaya tidak mencapai retina. Ketika cahaya tidak terfokus pada retina sebagaimana mestinya, penglihatan menjadi kabur.
Penyebab miopia progresif
Sementara itu, penyebab progressive myopia adalah kecenderungan genetik terhadap miopia, dikalikan dengan pengaruh faktor pemicu eksternal. Selain itu, perubahan hormonal yang terjadi pada masa remaja dan pada orang yang telah memasuki tahap penuaan, serta penyakit menular dan inflamasi pada mata.
Faktor risiko berkembangnya miopia progresi, antara lain seperti:
- pemfokusan pandangan jangka panjang pada objek yang jaraknya kurang dari 35 cm dari mata
- penerangan tempat kerja yang tidak memadai atau terlalu terang, cahaya ‘menerpa’ mata
- beban statis yang berkepanjangan pada penglihatan
- nutrisi berkualitas rendah, yang kekurangan vitamin kelompok B, C, E dan zat aktif biologis yang diperlukan untuk pemulihan mata
Perkembangan Miopia Progresif
Dalam catatan MyKidsVision, munculnya miopia pada bayi dan balita merupakan hal yang tidak biasa. Karena ketika di bawah usia ini, dapat dikaitkan dengan sindrom kesehatan umum lainnya. Biasanya, lebih sering terjadi pada tahun-tahun awal sekolah. Perkembangan tercepat (atau perburukan) miopia cenderung terjadi pada usia 7-10 tahun.
Sedangkan menurut American Academy of Ophthalmology, rabun jauh sering ditemukan pada anak-anak ketika mereka berusia antara 8 dan 12 tahun. Selama masa remaja, ketika tubuh tumbuh dengan pesat rabun jauh menjadi lebih buruk serta di antara 20 dan 40 tahun, biasanya hanya terjadi sedikit perubahan.
Persentase
Miopia dianggap stabil saat mata mencapai ukuran dewasa, sekitar usia 20 tahun. Namun dalam penelitian Investigative Ophthalmology & Visual Science 43:2110-3 (2002), pada Optometrist Network, menunjukkan bahwa miopia sebenarnya dapat berkembang hingga dewasa.
Penelitian untuk mengetahui persentase perkembangan miopia di antara 815 orang dewasa berusia 20-40 tahun, setelah masa tunggu lima tahun ini menemukan bahwa 21 persen peserta menunjukkan miopia progresif minimal -1,00 dipotri (D).
- Usia 20-25 tahun sekitar 50 persn mengalami kemajuan setidaknya -0,75D
- Usia 35-40 tahun sekitar 25 persen mengalami kemajuan setidaknya -0,75D
Selain itu, beberapa orang dewasa mengalami ‘masa dewasa’ perkembangan miopia. Ketika penglihatan jarak jauh mereka yang tadinya stabil mulai memburuk seiring bertambahnya usia.
Periksa Miopia Progresif
Meskipun penyebab utama perkembangan miopia pada orang dewasa masih belum jelas, banyak dokter mata percaya bahwa peningkatan penggunaan perangkat digital mungkin menjadi faktor penyebab utama. Apalagi, kebanyakan orang dewasa menghabiskan setidaknya 8,5 jam setiap hari di depan perangkat digital. Sehingga memberikan tekanan berlebihan pada otot fokus mata. Hal ini tidak hanya menyebabkan sakit kepala dan kelelahan mata, tetapi juga dapat menyebabkan perkembangan miopia.
Masih bingung juga? Silakan konsultasi ke Kasoem Vision Care di cabang-cabang terdekat di kota kamu! Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Bahkan, kini tersedia layanan myopia management untuk memperlambat perkembangan rabun jauh anak. Silakan segera kunjungi Kasoem Vision Care cabang terdekat untuk konsultasi dengan kami!


Leave a reply