Gangguan refraksi memiliki berbagai tipe. Salah satunya rabun dekat atau hyperopia. Seperti apa penglihatan yang mengalami rabun dekat?
Seperti dilansir dari MedlinePlus, rabun dekat adalah kondisi mata yang menyebabkan penglihatan dekat kabur. Orang dengan hyperopia akan lebih sulit melihat benda-benda yang dekat, seperti saat membaca atau menggunakan komputer, ketimbang melihat benda-benda yang jauh, seperti saat mengemudi.
Seperti Apa Proses Rabun Dekat?
Seseorang dengan penglihatan normal dapat melihat ketika cahaya melewati kornea di bagian depan mata. Kemudian, kornea membelokkan cahaya dan lensa, memfokuskannya ke permukaan retina , yaitu lapisan belakang mata yang berisi sel-sel penginderaan cahaya. Retina kemudian mengirimkan sinyal ke otak agar dapat melihat.
Ketika rabun jauh, bentuk mata mencegah cahaya membengkok dengan benar. Sehingga, cahaya diarahkan ke belakang retina, bukan tepat ke retina. Ini menyebabkan sinar cahaya terfokus di belakang retina. Secara umum, ini berarti objek yang jauh terlihat jelas tetapi objek yang dekat menjadi buram.
Hal tersebut terjadi karena beberapa orang memiliki bola mata yang terlalu pendek dari depan ke belakang. Kemungkinan lain, memiliki kornea atau lensa yang bentuknya tidak normal.
Penyebab Hyperopia
Rabun jauh adalah kondisi yang kompleks. Berbagai variasi genetik, masing-masing dengan efek kecil, kemungkinan memengaruhi apakah seseorang rabun jauh. Misalnya, saat orang tua menderita gangguan penglihatan ini, ada peluang anaknya mengalami hal sama.
Beberapa gen yang mempengaruhi rabun jauh berperan dalam perkembangan mata, khususnya dalam menentukan panjang bola mata dari depan ke belakang (juga dikenal sebagai panjang aksial).
Pada banyak orang dengan gangguan penglihatan tidak menjadi bagian dari sindrom genetik yang lebih besar. Namun, hyperopia tinggi dapat menjadi ciri kelainan lain dengan penyebab genetik.
Kondisi genetik dengan rabun dekat sebagai ciri khas meliputi mikrofthalmia, akromatopsia, aniridia, amaurosis kongenital Leber, retinoschisis remaja terkait-X , sindrom Senior-Løken, sindrom Gorlin-Chaudhry-Moss, sindrom Down, dan sindrom X rapuh.
Meski demikian, kebanyakan anak rabun dekat tidak mengalami penglihatan kabur. Sebab, kebanyakan anak melihat dengan jelas dekat dan jauh. Seiring bertambahnya usia, mata tumbuh dan menjadi lebih panjang, dan rabun jauh ringan berkurang atau dihilangkan.
Gejala
Beberapa orang dengan kelainan penglihatan ini tidak menyadari adanya masalah dengan penglihatan mereka. Namun, akan terasa saat otot mata harus bekerja lebih keras. Tanda yang terlihat, yaitu seperti berikut.
- Penglihatan kabur, terutama saat melihat benda-benda yang dekat
- Kesulitan membaca
- Nyeri tumpul di mata
- Ketegangan mata
- Sakit kepala
- Menyipitkan mata
Bagaimana Rabun Dekat Memengaruhi Penglihatan?
Sebagian besar bayi lahir dengan rabun jauh ringan akan hilang dengan sendirinya saat mata tumbuh. Pada beberapa anak, rabun jauh tetap ada atau lebih parah. Anak-anak dengan rabun jauh tingkat parah, digambarkan sebagai hyperopia tinggi, berada pada peningkatan risiko untuk mengembangkan kondisi mata lainnya.
Terutama, mata malas atau amblyopia dan mata yang tidak melihat ke arah yang sama (strabismus). Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang signifikan. Sedangkan pada orang dewasa yang lebih tua, mereka mengalami kesulitan melihat benda dari dekat.
Kondisi yang dikenal sebagai presbiopia. Presbiopia berkembang ketika lensa mata menjadi lebih tebal dan kurang fleksibel seiring bertambahnya usia dan otot-otot di sekitar lensa melemah. Meskipun terkadang digambarkan sebagai “rabun dekat”, presbiopia disebabkan oleh mekanisme yang berbeda dari hyperopia dan dianggap sebagai kondisi yang terpisah.
Baca Juga : Kenapa Anak-anak Membutuhkan Kacamata, Ini Alasannya
Cek Rabun Jauh
Jika terjadi pada anak-anak, orang tua perlu memastikan tingkat rabun jauh. Sebab, sebagian anak tidak menyadari adanya pengaburan penglihatan mereka atau tanda dan gejalanya. Salah satu tempat untuk memeriksa adalah Kasoem Vision Care. Sebagai vision care yang berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan layanan pemeriksaan yang lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia).
Tes penglihatan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP). Tak hanya itu, di sana tersedia kacamata untuk mengoreksi penglihatan.



One comment on “Tak Bisa Melihat Objek Dekat dengan Jelas, Apakah Rabun Dekat?”
Pingback:
Benarkah Blue Light Membahayakan Mata?