Penderita kelainan refraksi, sudah memiliki berbagai opsi untuk membantu penglihatan. Salah satunya, lensa kontak keras atau hard contact lens, rigid gas permeable (RGP). Diklaim lebih baik dari lensa kontak lain, apa perbedaan rigid gas permeable dengan lensa kontak lain?
Apa itu Rigid Gas Permeable?
Disebut juga gas permeable (GP), lensa kontak ini terbuat dari senyawa yang mengandung silikon yang memungkinkan oksigen melewati bahan lensa ke mata. Sehingga, memungkinkan mata untuk “bernapas” lebih baik ketimbang lensa kontak jenis lain.
Seperti dilansir dari Hopkins Eye Center, engan cara kerja seperti itu, maka akan mengurangi risiko masalah mata yang disebabkan oleh hipoksia (berkurangnya suplai oksigen).
Kenapa suplai oksigen lebih baik, alasannya sebagai berikut.
- Bahan lensa yang mengandung silikon lebih permeabel terhadap oksigen daripada banyak bahan lensa lunak (meskipun lensa lunak “silikon hidrogel” baru sebanding dengan GP dalam transmisi oksigen).
- Lensa berdiameter lebih kecil daripada lensa lunak. Sehingga menutupi lebih sedikit permukaan depan mata (kornea).
- Lensa rigid gas permeabel menahan bentuknya dan bergerak di mata dengan setiap kedipan. Gerakan ini memompa air mata yang mengandung oksigen di bawah lensa. Lensa lunak sesuai dengan bentuk kornea dan hanya memiliki gerakan minimal dengan kedipan. Jadi, sedikit atau tidak ada air mata yang beredar di bawah lensa lunak.
Perbedaan Rigid Gas Permeable dengan Lensa Kontak
Bukan sekadar klaim, para ahli kesehatan bahkan merekomendasikan lensa kontak jenis rigid gas permeable. Karena, perbedaan rigid gas permeable mampu memberikan penglihatan lebih baik ketimbang jenis lain. Selain itu:
- mampu menyerap oksigen lebih banyak
- memperbaiki sebagian besar masalah penglihatan
- pemasangan dan perawatan mudah dengan usia pakai relatif panjang
- dapat mengendalikan myopia (rabun jauh) dan terapi refraktif kornea
Hanya saja, jenis lensa kontak tersebut membutuhkan sedikit adaptasi pada pemakaian awal, karena bahannya tidak selembut lensa kontak lunak. Maka dari itu, butuh beberapa saat agar mata dapat beradaptasi untuk memakainya.
Hal tersebut berbeda dengan lensa kontak lunak yang bisa langsung nyaman saat dipakai. Maka dari itu, ini yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan memakai rigid gas permeable.
- Mengharuskan pemakaian yang konsisten untuk menjaga adaptasi
- Bisa bergeser, bahkan terlepas dari tengah mata, jika dipakai dalam aktivitas terlalu tinggi dengan mudah daripada lensa kontak jenis lain
- Mengharuskan kunjungan rutin untuk perawatan lanjutan ke vision care atau dokter mata
Baca Juga : Lensa Kontak untuk Keratokonus Tahap Awal
Tertarik Memakainya?
Segera ke offline store Kasoem Vision Care. Tim bakal melakukan pemeriksaan mata secara detail yang fokus pada tajam penglihatan oleh Refractionist Optician. Di samping itu, tersedia pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak rigid gas permeable (RGP).
Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Optik kacamata Kasoem Vision Care menyediakan juga berbagai berbagai kacamata dan lensa dari brand terpercaya serta lensa kontak untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Vision Care dengan mengirimkan email ke [email protected] atau menghubungi melalui layanan chat +62858 1111 9495 atau telepon +6221 7822530.



Leave a reply