Miopi atau rabun jauh adalah kelainan refraksi paling umum yang biasanya terdiagnosis sebelum usia 20 tahun. Penderita miopi dapat melihat objek yang dekat dengan baik. Tapi, akan merasakan kesulitan ketika melihat objek yang jauh.
Apa yang menyebabkan seseorang menderita rabun jauh?
Para ahli belum dapat memastikan penyebab miopi atau rabun jauh. Karena, berbagai hal dapat memicu terjadinya rabun jauh pada seseorang. Tapi, faktor keturunan kemungkinan memiliki andil menyebabkan seseorang menderita miopi.
Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, jika seorang anak menderita miopia, kemungkinan besar orangtuanya, bisa ayah atau ibu maupun keduanya, juga penderita rabun jauh. Jadi, ketika orang tua mewariskan rabun jauh ditambah gaya hidup yang tidak baik, kemungkinan besar, mereka akan menderita miopi.
Selain itu, risiko mengalami miopi pun lebih tinggi saat mata digunakan untuk banyak pekerjaan jarak dekat. Misalnya, membaca atau bekerja di depan komputer tanpa batas waktu.
Kini, miopi dapat muncul pada masa kanak-kanak. Karena kebiasaan mereka yang terlalu banyak mengabiskan waktu di dalam ruangan. Anak-anak terpaku pada buku atau gadget dalam kurun waktu lama dan kurang menjalani aktivitas di luar rumah.
Jika sudah dibiarkan, penglihatan anak-anak perlahan menurun, bahkan memburuk seiring bertambahnya usia. Lantaran, cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan benar dan mereka tidak dapat dengan jelas melihat gambar pada jarak jauh. Maka dari itu, perlu dilakukan diagnosis yang tepat. Sehingga, penglihatan sang anak tidak memburuk. (nhn)



Leave a reply