Kelainan refraksi anak (pediatric refractive error) menyebabkan penglihatannya tak fokus saat melihat objek. Tergantung jenisnya, penglihatan anak bisa buram saat melihat objek dekat atau sebaliknya, buram ketika melihat benda yang jauh. Lantas, apa saja kelainan refraksi anak?
Kelainan Refraksi Anak
Dalam catatan Stanford Medicine Children’s Health, anak dengan penglihatan normal tidak akan kesulitan saat melihat objek jarak dekat mau pun jauh. Sebab, tak ada masalah pada anatomi mata. Sehingga, cahaya yang masuk ke mata dapat diteruskan ke otak secara baik.
Penglihatan normal
- Cahaya masuk ke mata melalui kornea. Ini adalah permukaan bening berbentuk kubah yang menutupi bagian depan mata.
- Dari kornea, cahaya melewati pupil. Jumlah cahaya yang lewat dikendalikan oleh iris. Ini adalah bagian berwarna dari mata.
- Dari sana, cahaya kemudian mengenai lensa. Ini adalah struktur yang jelas di dalam mata yang memfokuskan sinar cahaya ke retina.
- Selanjutnya, cahaya melewati humor vitreous. Ini adalah zat bening seperti jeli yang mengisi bagian tengah mata. Ini membantu menjaga bentuk mata tetap bulat.
- Akhirnya, cahaya mencapai retina. Ini adalah lapisan saraf peka cahaya yang melapisi bagian belakang mata. Di sini gambar terbalik.
Saraf optik membawa sinyal cahaya, gelap, dan warna ke korteks visual otak. Bagian otak ini mengubah sinyal menjadi gambar (penglihatan kita).
Bagaimana terjadinya kelainan refraksi anak?
Sementara itu, seperti dilansir dari American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus, kelainan refraksi dapat terjadi karena cahaya tidak terfokus dengan baik pada retina. Sebab, mata bekerja seperti kamera. Setiap bagiannya berfungsi untuk penglihatan. Itu terdiri:
- pupil, titik gelap di bagian mata yang berwarna untuk bukaan di bagian depan
- kornea, pelindung bening yang menutupi bagian depan mata
- lensa, bagian bening bulat di tengah mata
- retina, lapisan belakang bagian dalam mata sebagai penginderaan cahaya di bagian belakang mata
Untuk melihat dengan jelas, sinar cahaya yang datang dari suatu objek harus fokus ke retina. Jika sinar cahaya tidak terfokus dengan baik pada retina, mungkin ada kelainan refraksi.
Jenis-jenis Kelainan Refraksi Anak
Kelainan refraksi anak ini, terbagi menjadi tiga jenis. Adapun jenis-jenisnya, yakni sebagai berikut.
Myopia (rabun jauh)
Miopia atau rabun jauh merupakan kelainan refraksi yang membuat anak-anak tak fokus melihat objek yang jauh. Sementara, dia dapat melihat objek yang dekat dengan jelas. Penyebabnya:
- sumbu bola mata terlalu panjang
- daya refraksi mata terlalu kuat
- kornea terlalu melengkung
Kondisi tersebut membuat cahaya yang masuk ke mata terfokus di depan retina. Akhirnya, objek yang jauh tampak tidak fokus. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala dan atau ketegangan mata. Untuk mengoreksi myopia, anak membutuhkan kacamata atau lensa kontak dengan daya pemfokusan ke retina.
Hyperopia (rabun dekat)
Hyperopia lebih sering terjadi pada 7 tahun pertama kehidupan. Rabun dekat menyebabkan penglihatan anak-anak buram atau blur saat melihat objek jarak dekat. Sedangkan, objek yang jaraknya jauh terlihat jelas. Penyebabnya karena sumbu bola mata terlalu pendek atau karena daya kekuatan fokus mata terlalu lemah. Ini menyebabkan objek yang dekat dan jauh terlihat buram.
Jika berlangsung terus menerus, rabu dekat dapat menyebabkan:
- sakit kepala
- ketegangan mata, dan/atau kelelahan
- menyipitkan mata
- menggosok mata
- kurang minat di sekolah dan kesulitan membaca
Biasanya, penglihatan anak yang menderita rabun dekat dalam jumlah kecil hingga sedang, masih normal dan tidak memerlukan kacamata. Hal ini karena anak- anak dapat mengkompensasi sendiri dengan menggunakan daya pemfokusan (akomodasi) alami mereka. Sementara, hyperopia dalam jumlah besar mungkin perlu diobati dengan konvergen atau plus (+). Terutama, terjadi ketika kelainan mata silang (esotropia akomodatif) atau penglihatan kabur.
Astigmatisme (silindris)
Anak-anak yang menderita silindris akan melihat objek yang dekat dan jauh buram. Itu terjadi karena kelengkungan kornea yang tidak normal. Sehingga, menyebabkan dua titik fokus jatuh di dua lokasi berbeda. Misalnya, bagian depan mata lebih melengkung ke satu arah daripada yang lain. Sementara, cahaya difokuskan pada titik yang berbeda di depan dan di belakang retina. Akibatnya, penglihatan terlihat melebar, bergelombang atau terdistorsi.
Astigmatisme dapat dimulai pada masa kanak-kanak atau di masa dewasa. Jika tidak ada perbaikan, dapat berdampak pada ketegangan mata. Beberapa gejala yang mungkin anak rasakan, termasuk:
- sakit kepala
- ketegangan mata dan atau kelelahan
- menggosok mata
- kurang minat di sekolah dan kesulitan membaca
Apakah anak dengan silindris perlu alat bantu penglihatan?
Ini tergantung pada kondisi yang anak-anak alami. Jika parah, mereka memerlukan kacamata untuk memperbaiki penglihatan. Selain itu, lensa kontak mungkin bisa menjadi opsi.
Kacamata Kelainan Refraksi Anak di Kasoem Vision Care!
Kacamata untuk mengoreksi penglihatan karena kelainan refraksi dapat ditemukan di Kasoem Vision Care. Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care bukan hanya menyediakan kacamata, melainkan pemeriksaan penglihatan, yang bukan hanya fokus pada tajam penglihatan saja.
Pemeriksaan oleh Refractionist Optician meliputi, tes lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), buta warna, dan screening low vision hingga pemeriksaan untuk penggunaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
Pilihan kamacata dari brand lokal hingga internasional dengan harga terjangkau tersedia di Kasoem Vision Care. Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Care dengan melalui layanan chat 08118179910. Layanan ini tersedia Senin sampai Minggu, pada 09.00-16.00 WIB.



Leave a reply