Gangguan refraksi merupakan kelainan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh anomali atau tidak idealnya bentuk organ mata. Salah satu cara untuk mengoreksi penglihatan dengan terapi menggunakan lensa kontak orthokeratology. Terapi orthokeratology atau ortho-k, diklaim dapat mengontrol perkembangan rabun jauh tinggi (myopia progressive) anak-anak.
Siapa yang paling cocok menggunakan lensa kontak saat terapi orthokeratology?
Orthokeratology menggunakan lensa kontak yang dirancang dan dipasang khusus untuk membentuk kembali kornea serta meningkatkan penglihatan. Lensa tersebut adalah Rigid Gas Permeable (RGP) atau Gas Permeable (GP) Contact Lenses.
Seperti dilansir dari contactlenses.org, orthokeratology cocok bagi anak-anak usia delapan hingga 12 tahun dengan miopia progresif. Kemudian, sebagian besar remaja dan orang dewasa di bawah usia 40 tahun. Ortho-k juga direkomendasikan untuk rabun jauh tinggi hingga ringan (-4 dioptri atau kurang).
Baca juga: Kelainan Refraksi Sebabkan Satu Miliar Orang di Dunia Gangguan Penglihatan
Lensa kontak untuk terapi ortho-k dipakai malam hari. Tujuannya, membentuk kembali permukaan kornea mata saat tidur. Jika dipakai sesuai aturan, akan terjadi peningkatan penglihatan pada anak-anak yang menderita rabun jauh tinggi.
Teranyar, beberapa desain lensa kontak ortho-k tersedia juga untuk rabun dekat (hyperopia), dan gangguan penglihatan terkait usia (presbiopia). Dengan terapi refraktif, anak-anak dan orang dewasa merasakan peningkatan penglihatan pada siang hari, tanpa perlu menggunakan lensa kontak atau kacamata.



Leave a reply