Miopi (myopia) atau rabun jauh adalah kondisi penglihatan ketika seseorang dapat melihat objek yang dekat dengan jelas, tetapi kabur atau buram pada objek yang lebih jauh. Salah satu yang merasakan kesulitan adalah anak-anak usia sekolah.
Mereka yang menderita miopi harus berjuang melihat tulisan pada papan tulis di kelas, daripada anak-anak dengan penglihatan normal. Akhirnya, anak-anak tidak dapat fokus dan belajar secara efektif.
Lantas, kok bisa anak-anak menderita rabun jauh? Apa penyebabnya?
Seperti dilansir dari My Kids Vision, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak menderita miopi, yaitu sebagai berikut.
- Menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan jarak dekat, seperti membaca, bermain game komputer, menggambar atau menggunakan smartphone dan tablet.
- Perangkat genggam elektronik yang mudah digunakan oleh balita. Gawai yang mudah diakses membuat balita terbiasa menggunakannya. Sehingga, penglihatan mereka terpapar layar gawai di usia muda.
- Miopia bisa turun temurun, dan etnis dan latar belakang keluarga seseorang dapat meningkatkan risikonya.
- Penelitian menunjukkan hubungan antara etnis Asia dan perkembangan miopia yang lebih cepat, dengan prevalensi di seluruh dunia yang lebih tinggi pada kelompok orang ini.
- Seseorang dengan satu orang tua rabun dekat memiliki tiga kali risiko mengembangkan miopia – atau enam kali risiko jika kedua orang tua rabun jauh.
- Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih cenderung rabun jauh jika orang tua mereka menyelesaikan sekolah menengah atau melanjutkan ke universitas.
- Penglihatan di bawah atau dikoreksi berlebihan (kacamata yang salah, atau tidak memiliki kacamata saat dibutuhkan) telah terbukti meningkatkan onset dan mempercepat perkembangan miopia. (nhn)



Leave a reply