refractive error Archives - Kasoem Vision Care https://www.kasoemvisioncare.com/tag/refractive-error/ We Care Your Binocular Vision! Wed, 28 Feb 2024 02:53:42 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.4 https://www.kasoemvisioncare.com/wp-content/uploads/2016/07/cropped-icon-web-32x32.jpeg refractive error Archives - Kasoem Vision Care https://www.kasoemvisioncare.com/tag/refractive-error/ 32 32 222235612 Cara Membersihkan Lensa Kacamata, Ikuti 8 Langkah Ini https://www.kasoemvisioncare.com/cara-membersihkan-lensa-kacamata/ https://www.kasoemvisioncare.com/cara-membersihkan-lensa-kacamata/#respond Mon, 19 Feb 2024 09:08:48 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=8507 Kacamata menjadi alternatif utama untuk memperbaiki penglihatan karena refractive error (kesalahan refraksi). Untuk dapat kembali melihat dengan jelas objek pada jarak tertentu, kacamata perlu dipakai...

The post Cara Membersihkan Lensa Kacamata, Ikuti 8 Langkah Ini appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Kacamata menjadi alternatif utama untuk memperbaiki penglihatan karena refractive error (kesalahan refraksi). Untuk dapat kembali melihat dengan jelas objek pada jarak tertentu, kacamata perlu dipakai setiap waktu. Namun, sama seperti yang lainnya, kacamata tak luput dari goresan, noda, dan kotoran pada lensa. Maka dari itu perlu perawatan dengan benar. Lantas, bagaimana cara membersihkan lensa kacamata?

Lensa Kacamata

Lensa kacamata terbuat dari beragam material, dari kaca hingga plastik berkualitas tinggi, yang terdiri dari seperti berikut.

  1. Lensa dari kaca  dinilai dapat memberikan koreksi yang diperlukan dengan lensa yang relatif tipis. Selain itu, diklaim memberikan ketajaman visual yang sangat baik. Meski demikian, bahan lensa kaca cenderung sangat berat. Sehingga, rentan retak dan pecah.
  2. Material plastik standar dapat memberikan hasil yang mirip dengan kaca. Bahan plastik standar ini lebih murah, ringan, dan aman ketimbang kaca. Namun, jika resep kuat dapat menghasilkan lensa yang lebih tebal
  3. Lensa plastik indeks tinggi lebih tipis dan ringan ketimbang plastik standar. Terbuat dari bahan plastik khusu, dapat membelokkan cahaya lebih efisien daripada lensa standar dan ideal untuk resep tinggi. Material lensa ini terdiri dari 1.61, 1.67, dan 1.74
  4. Polikarbonat (polycarbonate) memiliki ketahanan benturan unggul dan lebih ringan daripada lensa plastik biasa. Jenis lensa polikarbonat ini tersedia 20 persen lebih tipis dan 30 persen lebih ringan ketimbang lensa plastik standar. Sehingga, membuatnya sangat kuat dan sulit patah.
  5. Trivex. Dikenal sebagai NXT adalah jenis plastik yang awalnya dikembangkan oleh militer Amerika Serikat untuk digunakan dalam alat pelindung diri. Dalam catatan myvision.org, nama Trivex mendapat inspirasi dari tiga sifat kinerja utama material tersebut optik yang sangat baik, bobot ringan, dan kekuatan tinggi

Cara Membersihkan Lensa Kacamata

Setelah memahami material lensa kacamata, penting juga untuk mengetahui cara membersihkan lensa kacamata. Ini untuk menghindari kerusakan dan mencegah goresan, noda serta kotoran pada lensa menumpuk. Dalam catatan Vision Center, terangkum delapan cara membersihkan kacamata.

Cuci dan keringkan tangan

Sebelum membersihkan kacamata, pastikan tangan bersih dari kotoran, losion atau apa pun yang dapat memengaruhi lensa. Gunakan cairan pencuci piring atau sabun bebas losion dan handuk bersih tidak berbulu untuk mencuci tangan

Bilas kacamata

Bilas kacamata di bawah aliran air hangat dari keran. Ini membantu menghilangkan debu dan kotoran lain yang dapat menggores lensa. Jangan gunakan air panas karena merusak beberapa lapisan lensa kacamata

Pakai cairan pencuci piring

Oleskan sedikit sabun bebas losion atau cairan pencuci piring ke setiap lensa kacamata. Gunakan hanya setetes saja. Hindari penggunaan sabun atau deterjen biasa karena dapat mengandung bahan kimia keras yang dapat merusak lensa. Sebagai gantinya, gunakan cairan pencuci piring yang lembut atau larutan pembersih aman yang dirancang khusus untuk kacamata

Cara memberishkan lensa kacamata

Bersihkan kedua sisi lensa dan seluruh bingkai kacamata secara perlahan selama beberapa detik. Pastikan membersihkan setiap bagian dengan hati-hati. Ini termasuk bantalan hidung dan ujung pelipis yang berada di belakang telinga. Jangan lupa untuk membersihkan bagian pertemuan tepi lensa dengan bingkai. Di sinilah debu, kotoran, dan minyak mudah berkumpul

Bilas lensa

Cuci kedua sisi bingkai dan lensa secara menyeluruh. Pastikan untuk membersihkan semua sisa sabun juga. Jika tidak, kacamata akan tercoreng saat mengeringkannya

Goyangkan kacamata dengan lembut

Menggoyangkan kacamata secara perlahan dapat menghilangkan sebagian besar air dari lensa. Setelah melakukan ini, periksa kacamata untuk memastikannya bersih

Cara mengeringkan lensa kacamata

Keringkan lensa kacamata secara menyeluruh dengan kain atau handuk pembersih yang segar dan tidak berbulu. Pastikan kain bersih belum dicuci dengan pelembut kain atau kain pengering. Larutan ini dapat mengotori atau mengotori lensa kacamata

Periksa lensa

Periksa lensa kacamata. Jika masih ada goresan, noda, atau kotoran, bersihkan dengan kain lensa mikrofiber bersih

Berapa kali cara membersihkan lensa?

Disarankan untuk membersihkan kacamata setidaknya seminggu sekali. Jika pemakaian setiap hari, mungkin perlu lebih sering membersihkannya. Delapan cara membersihkan kacamata di rumah tersebut bisa dilakukan ketika Anda yakin menjalankan dengan benar.

Tapi, jika ragu sebaiknya bawalah ke ahlinya. Ahli kacamata memiliki alat dan larutan pembersih yang tepat untuk membersihkan kacamata dengan aman. Mereka juga dapat memeriksa adanya kerusakan atau goresan pada lensa.

Salah satu tempat untuk merawat dan membersihkan kacamata adalah Kasoem Vision Care. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, vision care dengan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia ini menyediakan layanan lengkap dari pemeriksaan mata hingga menyediakan lensa dan frame kacamata.

Layanan pemeriksaan lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia) bisa Anda dapatkan secara gratis. Tes penglihatan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision. Kini, tersedia juga layanan myopia control untuk anak-anak.

Untuk frame kacamata tersedia dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner. Tunggu apalagi, konsultasi kepada tim Kasoem Vision Care dan temukan kacamata sesuai pilihanmu!

The post Cara Membersihkan Lensa Kacamata, Ikuti 8 Langkah Ini appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/cara-membersihkan-lensa-kacamata/feed/ 0 8507
Ini Amblyopia Refractive, Mata Malas karena Gangguan Refraksi https://www.kasoemvisioncare.com/ini-amblyopia-refractive-mata-malas-karena-gangguan-refraksi/ https://www.kasoemvisioncare.com/ini-amblyopia-refractive-mata-malas-karena-gangguan-refraksi/#respond Tue, 06 Sep 2022 05:00:00 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6313 Mata malas atau amblyopia terjadi saat mata dengan penglihatan normal, menopang mata yang mengalami penglihatan buruk. Salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah gangguan refraksi....

The post Ini Amblyopia Refractive, Mata Malas karena Gangguan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Mata malas atau amblyopia terjadi saat mata dengan penglihatan normal, menopang mata yang mengalami penglihatan buruk. Salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah gangguan refraksi.

Seperti apakah amblyopia refractive?

Seperti dilansir dari Kids Health, gangguan refraksi bisa memicu terjadinya mata malas pada anak. Gangguan refraksi yang dimaksud antara lain sebagai berikut.

  1. Rabun jauh yang parah (hyperopia)

Hyperopia membuat penderitanya kesulitan melihat objek dekat dengan jelas. Itu terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu pendek dari depan ke belakang, atau ketika ada masalah dengan bentuk kornea atau lensa. Masalah-masalah ini membuat fokus cahaya di belakang retina, bukan di atasnya.

  1. Rabun dekat (miopia)

Miopia membuat penderitanya kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas. Hal tersebut terjadi saat bola mata bertambah terlalu panjang dari depan ke belakang atau ketika ada masalah dengan bentuk kornea (lapisan depan bening mata) atau lensa (bagian dalam mata yang membantu mata fokus). Akhirnya, fokus cahaya berada di depan retina bukan di atasnya.

  1. Astigmatisme (suatu bentuk penglihatan kabur)

Astigmatisme atau biasa disebut dengan silindris membuat penglihatannya terhadap objek yang jauh dan dekat, buram atau terdistorsi. Itu terjadi ketika kornea atau lensa memiliki bentuk yang berbeda dari biasanya, yang membuat cahaya dibelokkan secara berbeda saat memasuki mata.

Rabun dekat, rabun jauh hingga silindris itu sama-sama membuat penglihatan kabur. Mereka hanya dapat melihat gambar-gambar buram ketika tidak memakai alat bantu penglihatan.

Gambar-gambar yang terlihat buram inilah yang dikirim ke otak. Seiring waktu, otak yang menerima gambar buram menjadi terbiasa. Akhirnya, terjadi amblyopia pada satu atau kedua mata.

Tak hanya gangguan refraksi, kekuatan penglihatan yang berbeda di setiap mata atau anisometropia juga menyebabkan amblyopia. Ini dapat terjadi ketika satu mata melihat lebih jelas ketimbang yang lainnya, maka otak mengabaikan mata yang tidak dapat melihat objek dengan jelas.

The post Ini Amblyopia Refractive, Mata Malas karena Gangguan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/ini-amblyopia-refractive-mata-malas-karena-gangguan-refraksi/feed/ 0 6313
Lima Langkah Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Kelainan Refraksi https://www.kasoemvisioncare.com/lima-langkah-pemeriksaan-untuk-mendiagnosis-kelainan-refraksi/ https://www.kasoemvisioncare.com/lima-langkah-pemeriksaan-untuk-mendiagnosis-kelainan-refraksi/#respond Thu, 18 Aug 2022 05:30:00 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6206 Kelainan refraksi (refractiv error) merupakan kondisi yang membuat penderitanya kesulitan melihat objek dari jarak tertentu. Penyebabnya antara lain, panjang bola mata (ketika bola mata tumbuh...

The post Lima Langkah Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Kelainan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Kelainan refraksi (refractiv error) merupakan kondisi yang membuat penderitanya kesulitan melihat objek dari jarak tertentu. Penyebabnya antara lain, panjang bola mata (ketika bola mata tumbuh terlalu panjang atau terlalu pendek), masalah dengan bentuk kornea (lapisan luar mata yang jernih), dan penuaan lensa (bagian dalam mata yang biasanya jernih dan membantu fokus mata).

Maka dari itu, perlu diagnosis yang tepat untuk menentukan perawatan atau pengobatan terhadap pasien. Seperti dilansir dari Optometrist.org, ada lima langkah untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami kelainan refraksi atau tidak.

Adapun lima langkah pemeriksaan untuk gangguan refraksi, yaitu sebagai berikut.

  1. Refraksi otomatis atau retinoskopi

Langkah pertama, pembiasan. Tes ini dilakukan untuk mengukur penglihatan jarak dan melibatkan penyinaran cahaya ke mata pasien. Pemeriksaan bisa dilakukan secara manual atau menggunakan peralatan terkomputerisasi, yang dikenal sebagai refraktor otomatis.

Tes tersebut memungkinkan dokter mata maupun tenaga kesehatan yang berwenang melakukan pemeriksaan, seperti Refraksionis Optisien (RO) untuk menilai bagaimana cahaya bertindak saat memasuki mata dan dibiaskan oleh kornea dan lensa ke retina. Selain itu, langkah pertama ini memberikan wawasan objektif tentang kemampuan pemfokusan mata dan resep optik.

  1. Tes dengan Lensa Phoropter

Langkah kedua, pasien akan diminta untuk melihat melalui lensa phoropter, perangkat kompleks dengan beberapa set lensa dan dial. Dokter mata atau RO akan meminta pasien untuk melihat grafik mata. Saat mereka memutar berbagai lensa, satu per satu, di depan setiap mata, mereka akan menanyakan lensa mana yang menawarkan penglihatan yang lebih baik.

Tes dengan lensa phoropter memungkinkan dokter mata atau RO menentukan secara akurat resep dengan mengandalkan masukan pasien. Jika merasa penglihatan tidak seperti yang seharusnya, hubungi dokter mata setempat untuk mengetahui bagaimana mereka dapat membantu.

  1. Tes Penglihatan Jarak Dekat

Tes jarak dekat dipakai untuk menilai apakah pasien memiliki gangguan refkrasi presbiopia atau tidak. Jika ya, maka dokter perlu koreksi optik untuk penglihatan jarak dekat, seperti untuk membaca, atau menggunakan komputer atau perangkat digital lainnya.

Selama tes mata ini, dokter mata akan menurunkan tongkat pada phoropter yang menempatkan grafik penglihatan kecil sekitar 12 inci dari mata. Berbagai tes mata akan dilakukan untuk menentukan kekuatan lensa yang tepat yang diperlukan untuk memperbaiki penglihatan jarak dekat.

  1. Tes Astigmatisme

Tes ini digunakan untuk mendiagnosis kelengkungan kornea. Untuk mengujinya, dokter mata ataupun RO akan menggunakan peralatan diagnostik khusus, seperti keratometer atau topografi kornea.

Topografi kornea menyediakan peta gambar 3D digital kornea. Sehingga, dokter mata mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif tentang mata dan menentukan cara terbaik untuk mengobati astigmatisme pasien.

  1. Trial Frame

Seusai serangkaian tes gangguan refraksi, langkah terakhir untuk menyelesaikan resep optik pasien adalah mencoba frame atau bingkai kacamata pada wajah. Lalu, dokter akan memasukkan berbagai lensa untuk menentukan resep akhir. (nhn)

The post Lima Langkah Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Kelainan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/lima-langkah-pemeriksaan-untuk-mendiagnosis-kelainan-refraksi/feed/ 0 6206
Mendiagnosis Gangguan Refraksi pada Mata https://www.kasoemvisioncare.com/mendiagnosis-gangguan-refraksi-pada-mata/ https://www.kasoemvisioncare.com/mendiagnosis-gangguan-refraksi-pada-mata/#respond Tue, 16 Aug 2022 10:30:00 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6201 Kelainan refraksi adalah kondisi ketika mata tidak dapat memfokuskan gambar dari dunia luar. Hal tersebut terjadi karena terjadi perubahan pada bola mata, bentuk kornea, hingga...

The post Mendiagnosis Gangguan Refraksi pada Mata appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Kelainan refraksi adalah kondisi ketika mata tidak dapat memfokuskan gambar dari dunia luar. Hal tersebut terjadi karena terjadi perubahan pada bola mata, bentuk kornea, hingga penuaan lensa.

Akibat perubahan pada mata, seseorang menderita gangguan penglihatan. Misalnya, tak bisa melihat objek jauh dengan jelas disebut miopia (myopia) atau rabun jauh, hyperopia (rabun dekat), dan astigmatisme atau silindris serta menyebabkan penderitanya kesulitan dalam membaca atau melihat jarak jauh (presbiopia).

Namun, untuk mendiagnosis kelainan refraksi tidak bisa sembarangan. Karena pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter mata atau tenaga kesehatan yang berwenang melakukan pemeriksaan, seperti Refraksionis Optisien (RO).

Seperti dilansir dari MyVision.org, gangguan refraksi biasanya didiagnosis dengan menggunakan tes penglihatan sederhana, yaitu sebagai berikut.

  1. Pertama, dokter mata atau RO akan meminta pasien untuk menutup satu mata. Kemudian, pasien diminta melihat grafik yang ditempatkan di dinding melalui perangkat khusus yang dipasang di depan kursi. Perangkat ini memiliki banyak lensa yang berbeda. Tujuannya agar dokter dapat melihat seberapa baik pasien dapat melihat melalui lensa tersebut.
  2. Selama tes, dokter atau RO akan meminta pasien untuk membaca huruf-huruf pada grafik sambil melihat melalui beberapa lensa yang berbeda. Jawaban tersebut akan membantu mereka menentukan bagaimana mata membiaskan cahaya.
  3. Jika dokter menentukan bahwa mata pasien tidak membiaskan cahaya dengan cukup baik untuk memberikan rentang penglihatan yang normal, pasien akan didiagnosis dengan kelainan refraksi.
  4. Dokter mata atau RO pun akan menulis resep untuk kacamata korektif yang akan meningkatkan penglihatan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah merasa merasakan penglihatan kabur atau tidak nyaman? Jika iya, segera periksakan ke dokter mata atau tempat pemeriksaan mata yang lengkap, seperti di Kasoem Vision Care. (nhn)

The post Mendiagnosis Gangguan Refraksi pada Mata appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/mendiagnosis-gangguan-refraksi-pada-mata/feed/ 0 6201
Siapa yang Paling Berisiko Terkena Gangguan Refraksi? https://www.kasoemvisioncare.com/siapa-yang-paling-berisiko-terkena-gangguan-refraksi/ https://www.kasoemvisioncare.com/siapa-yang-paling-berisiko-terkena-gangguan-refraksi/#respond Tue, 16 Aug 2022 06:00:00 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6195 Jumlah orang yang menderita gangguan penglihatan karena kelainan refraksi menempati urutan terbanyak di antara gangguan mata lain. Menurut data World Health Organization (WHO) atau Organisasi...

The post Siapa yang Paling Berisiko Terkena Gangguan Refraksi? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Jumlah orang yang menderita gangguan penglihatan karena kelainan refraksi menempati urutan terbanyak di antara gangguan mata lain. Menurut data World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, 88,4 juta menderita gangguan penglihatan jarak sedang atau berat atau kebutaan karena kelainan refraksi yang tidak tertangani.

Sementara itu, 826 juta orang mengalami gangguan penglihatan dekat karena presbiopia yang tidak tertangani. Sisanya, disebabkan katarak 94 juta, glaukoma 7,7 juta, kekeruhan kornea 4,2 juta, retinopati diabetik 3,9 juta, dan trachoma dua juta.

Ada tiga faktor yang menyebabkan seseorang menderita gangguan refraksi, yaitu sebagai berikut.

  1. Panjang bola mata (ketika bola mata tumbuh terlalu panjang atau terlalu pendek)
  2. Masalah dengan bentuk kornea (lapisan luar mata yang jernih)
  3. Penuaan lensa (bagian dalam mata yang biasanya jernih dan membantu fokus mata)

Lantas, siapakah yang paling rentan terkena gangguan refraksi?

Seperti dilansir dari MyVision.org, beberapa orang yang dinilai memiliki peluang lebih tinggi terkena kelainan refraksi daripada yang lain, di antaranya sebagai berikut.

  1. Orang yang lebih tua
    Risiko orang yang lebih tua terkena hiperopia meningkat setiap tahun hingga usia 70 tahun. Setelah 70 tahun, mereka juga riskan terkena miopia. Tak hanya itu, orang yang lebih tua juga rentan terkena presbiopia. Karena, lensa alami mata mengeras dari waktu ke waktu.
  2. Orang dengan kerabat dekat yang memiliki kelainan refraksi
    Gangguan refraksi juga memiliki kecenderungan diturunkan dalam keluarga. Maka dari itu, patut diwaspadai ketika keluarga dengan dasar genetik sama menderita kelainan refraksi.

Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara faktor lingkungan dan perkembangan miopia onset lambat, yaitu:

  • Tidak menghabiskan cukup waktu di luar ruangan
  • Penggunaan lampu LED
  • Menghabiskan waktu terlalu lama dalam pekerjaan yang dilakukan dekat dengan wajah
  • Pola tidur yang buruk. (nhn)

The post Siapa yang Paling Berisiko Terkena Gangguan Refraksi? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/siapa-yang-paling-berisiko-terkena-gangguan-refraksi/feed/ 0 6195
Pahami Hal-hal yang Menyebabkan Gangguan Refraksi https://www.kasoemvisioncare.com/pahami-hal-hal-yang-menyebabkan-gangguan-refraksi/ https://www.kasoemvisioncare.com/pahami-hal-hal-yang-menyebabkan-gangguan-refraksi/#respond Mon, 15 Aug 2022 10:30:00 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6192 World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menyebut 88,4 juta orang di dunia menderita gangguan penglihatan jarak sedang atau berat atau kebutaan karena kelainan...

The post Pahami Hal-hal yang Menyebabkan Gangguan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menyebut 88,4 juta orang di dunia menderita gangguan penglihatan jarak sedang atau berat atau kebutaan karena kelainan refraksi yang tidak tertangani.

Kelainan refraksi sendiri adalah kondisi ketika mata tidak dapat memfokuskan gambar dari dunia luar. Hal tersebut terjadi karena kemampuan mata untuk membiaskan atau membelokkan cahaya berkurang. Akibatnya, penderita merasakan penglihatan kabur dan ketika sangat parah akan menimbulkan gangguan penglihatan.

Apa penyebab gangguan refraksi?

Seperti dilansir dari National Eye Institute ada tiga faktor yang menyebabkan seseorang menderita gangguan refraksi, yaitu sebagai berikut.

  1. Panjang bola mata (ketika bola mata tumbuh terlalu panjang atau terlalu pendek)
  2. Masalah dengan bentuk kornea (lapisan luar mata yang jernih)
  3. Penuaan lensa (bagian dalam mata yang biasanya jernih dan membantu fokus mata)

Perubahan pada bola mata, bentuk kornea, hingga penuaan lensa ini berujung pada terganggunya penglihatan. Misalnya, penderitanya tak bisa melihat objek jauh dengan jelas disebut miopia (myopia) atau rabun jauh, hyperopia (rabun dekat), dan astigmatisme atau silindris serta menyebabkan penderitanya kesulitan dalam membaca atau melihat jarak jauh (presbiopia). (nhn)

The post Pahami Hal-hal yang Menyebabkan Gangguan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/pahami-hal-hal-yang-menyebabkan-gangguan-refraksi/feed/ 0 6192
Waspada, Ini Gejala Mata Anda Mengalami Kelainan Refraksi https://www.kasoemvisioncare.com/waspada-ini-gejala-mata-anda-mengalami-kelainan-refraksi/ https://www.kasoemvisioncare.com/waspada-ini-gejala-mata-anda-mengalami-kelainan-refraksi/#respond Mon, 15 Aug 2022 05:30:58 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6187 Kelainan refraksi adalah masalah penglihatan yang membuat penderitanya sulit untuk melihat dengan jelas suatu objek. Kelainan tersebut terjadi ketika bentuk mata membuat cahaya tidak fokus...

The post Waspada, Ini Gejala Mata Anda Mengalami Kelainan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Kelainan refraksi adalah masalah penglihatan yang membuat penderitanya sulit untuk melihat dengan jelas suatu objek. Kelainan tersebut terjadi ketika bentuk mata membuat cahaya tidak fokus dengan benar pada retina.

Beberapa perubahan yang terjadi pada bola yaitu:

  • tumbuh terlalu panjang atau terlalu pendek) sehingga penderitanya tak bisa melihat objek jauh dengan jelas disebut miopia (myopia) atau rabun jauh
  • bola mata tumbuh terlalu pendek dari depan ke belakang, atau ketika ada masalah dengan bentuk kornea atau lensa disebut hyperopia (rabun dekat)
  • kornea atau lensa memiliki bentuk yang berbeda dari biasanya disebut astigmatisme atau silindris

Semua perubahan bola mata tersebut, pada umumnya memiliki gejala yang sama, yakni penglihatan kabur. Tapi, gejala-gejala lain yang juga menjadi tanda mengalami kelainan refraksi seperti dilansir dari National Eye Institute, adalah sebagai berikut.

  1. Penglihatan ganda
  2. Penglihatan kabur
  3. Melihat silau atau lingkaran cahaya di sekitar lampu terang
  4. menyipitkan mata
  5. Sakit kepala
  6. Ketegangan mata (ketika mata Anda terasa lelah atau sakit)
  7. Kesulitan fokus saat membaca atau melihat komputer

Beberapa orang mungkin tidak memperhatikan gejala kelainan refraksi tersebut. Jadi, lakukan pemeriksaan mata secara teratur di dokter spesialis mata atau tempat pemeriksaan mata yang lengkap dan terpercaya, seperti Kasoem Vision Care.

Di sana, pemeriksaan tak hanya fokus pada tajam penglihatan. Kasoem Vision Care yang sudah berdiri selama 80 tahun memberikan pelayanan pemeriksaan lapang pandang, pemeriksaan kontra sensitivitas, pemeriksaan binokuler, pemeriksaan strabismus, pemeriksaan buta warna dan screening low vision, dan pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).

Sehingga, bisa ditentukan perawatan yang tepat untuk gangguan refraksinya. Misalnya, dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak. (nhn)

The post Waspada, Ini Gejala Mata Anda Mengalami Kelainan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/waspada-ini-gejala-mata-anda-mengalami-kelainan-refraksi/feed/ 0 6187
Jadi Penyebab Gangguan Penglihatan, Kenali 4 Jenis Kelainan Refraksi https://www.kasoemvisioncare.com/jadi-penyebab-gangguan-penglihatan-ini-nih-4-jenis-kelainan-refraksi/ https://www.kasoemvisioncare.com/jadi-penyebab-gangguan-penglihatan-ini-nih-4-jenis-kelainan-refraksi/#respond Fri, 12 Aug 2022 11:00:00 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6183 Kelainan refraksi (bias) adalah kelainan mata yang sangat umum. Kelainan refraksi terjadi ketika bentuk mata membuat cahaya tidak fokus dengan benar pada retina. Dampaknya, penglihatan...

The post Jadi Penyebab Gangguan Penglihatan, Kenali 4 Jenis Kelainan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Kelainan refraksi (bias) adalah kelainan mata yang sangat umum. Kelainan refraksi terjadi ketika bentuk mata membuat cahaya tidak fokus dengan benar pada retina. Dampaknya, penglihatan akan kabur bahkan mengalami gangguan penglihatan.

Berdasarkan catatan National Eye Institute, kelainan refraksi memiliki jenis yang berbeda-beda. Adapun empat jenis gangguan refrasi, yakni sebagai berikut.

  1. Miopia (myopia) atau rabun jauh

Miopia membuat penderitanya kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas. Hal tersebut terjadi saat bola mata bertambah terlalu panjang dari depan ke belakang atau ketika ada masalah dengan bentuk kornea (lapisan depan bening mata) atau lensa (bagian dalam mata yang membantu mata fokus). Akhirnya, fokus cahaya berada di depan retina bukan di atasnya.

Miopia harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tidak bertambah parah. Karena, jika dibiarkan rabun jauh akan berubah menjadi miopia tinggi yang berisiko menimbulkan dampak lain, seperti ablasi retina (ketika retina ditarik dari posisi normalnya).

  1. Hyperopia (rabun dekat)

Hyperopia membuat penderitanya kesulitan melihat objek dekat dengan jelas. Itu terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu pendek dari depan ke belakang, atau ketika ada masalah dengan bentuk kornea atau lensa. Masalah-masalah ini membuat fokus cahaya di belakang retina, bukan di atasnya.

  1. Astigmatisme

Astigmatisme atau biasa disebut dengan silindris membuat penglihatannya terhadap objek yang jauh dan dekat, buram atau terdistorsi. Itu terjadi ketika kornea atau lensa memiliki bentuk yang berbeda dari biasanya, yang membuat cahaya dibelokkan secara berbeda saat memasuki mata.

Beberapa orang terlahir dengan astigmatisme. Namun, silindris bisa berkembang seiring dengan pertambahan usia, dari anak-anak atau dewasa muda. Selain itu, penderita silindris biasanya mengalami kelainan refraksi lain, seperti rabun jauh atau rabun dekat.

  1. Presbiopia

Presbiopia ini menyebabkan penderitanya kesulitan dalam membaca atau melihat jarak jauh. Pada umumnya, presbiopia berhubungan dengan penuaan. Maka dari itu, banyak menyerang orang dewasa paruh baya dan atau lebih tua.

Presbiopia terjadi saat lensa di mata menjadi lebih keras dan kurang fleksibel serta berhenti memfokuskan cahaya dengan benar pada retina. Presbiopia juga bisa diderita oleh mereka yang memiliki kelainan refraksi lain. (nhn)

The post Jadi Penyebab Gangguan Penglihatan, Kenali 4 Jenis Kelainan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/jadi-penyebab-gangguan-penglihatan-ini-nih-4-jenis-kelainan-refraksi/feed/ 0 6183