The post Mata Indra Penglihatan Manusia, Bagaimana Cara Kerjanya? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Manusia dapat melihat karena kerja sama semua bagian mata. Karena, tanpa itu, mata akan sulit melihat secara normal. Adapun bagian mata, seperti dilansir dari Cleveland Clinic meliputi hal berikut.
Ini adalah bagian mata yang berwarna. Warna iris tergantung dengan warna kulit, jadi mungkin saja berwarna cokelat, hitam, biru, atau hijau. Tugas iris membantu mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Saat ada cahaya terang, iris menutup pupil untuk membiarkan lebih sedikit cahaya masuk. Sedangkan, ketika ada cahaya redup, iris membuka pupil untuk memasukkan lebih banyak cahaya.
Kornea merupakan lapisan atau kubah bening yang membentang di atas iris. Air dan kolagen membentuk kornea. Air mata melindungi kornea dan membuatnya tetap terlumasi. Itu bertugas mentransmisikan dan memfokuskan yaitu, ketajaman atau kejernihan cahaya ke dalam mata.
Ini adalah lingkaran hitam yang merupakan bukaan atau jendela di tengah iris mata. Pupil dapat berubah ukuran untuk menyesuaikan jumlah cahaya yang tersedia. Misalnya, lebih kecil untuk cahaya terang dan lebih besar untuk cahaya redup. Pembukaan dan penutupan cahaya ke mata ini seperti apertur pada kebanyakan kamera 35 mm, yang memungkinkan cahaya masuk lebih banyak atau lebih sedikit tergantung pada kondisinya.
Sklera adalah bagian putih mata yang mengelilingi iris.
Ini merupakan jaringan tipis bening yang menutupi sklera dan melapisi bagian dalam kelopak mata.
Ini berada di belakang pupil. Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang masuk ke mata dan mengirimkan cahaya ke retina.
Retina adalah kumpulan sel yang melapisi bagian dalam belakang mata. Bagian dari sistem saraf retina merasakan cahaya dan mengubahnya menjadi impuls listrik atau sinyal saraf. Retina memiliki batang (sel yang membantu melihat dalam cahaya redup) dan kerucut (sel yang mendeteksi warna).
Ini merupakan area kecil bagian dari retina. Makula bertanggung jawab untuk penglihatan sentral dan membantu melihat detail dan warna yang halus.
Terletak di belakang retina, saraf optik membawa sinyal dari retina ke otak, yang kemudian menafsirkan informasi visual itu untuk memberi tahu apa yang manusia lihat.
Otot bertindak mengontrol posisi dan gerakan mata, seberapa banyak cahaya yang masuk ke mata, dan kemampuan mata untuk fokus.
Gel transparan yang mengisi seluruh mata. Ini melindungi dan mempertahankan bentuk mata.

Waspada Kanker Mata Melanoma Okular, Begini Ciri-cirinya. Ilustrasi pemeriksaan mata. (Foto: Freepik)
Mata indra penglihatan manusia, itu mengambil cahaya dari dunia di sekitar dan mengirimkan informasi visual ke otak. Sehingga, mata dapat melihat gambar, gerakan, dan kedalaman serta jutaan warna dalam berbagai corak. Saat bekerja, mata dapat berputar sekitar 200 derajat ke segala arah, termasuk ke depan dan ke samping (peripheral vision).
Seperti dilansir dari Kellogg Eye Center, penglihatan terhubung ke otak dan bergantung pada otak untuk menginterpretasikan apa yang dilihat. Bagaimana melihat tergantung pada transfer cahaya.
Jika diibaratkan, mata bekerja hampir sama dengan kamera. Rana kamera dapat menutup atau membuka tergantung pada jumlah cahaya yang dibutuhkan untuk memaparkan film di bagian belakang kamera.
Iris dan pupil mengontrol berapa banyak cahaya yang masuk ke bagian belakang mata. Saat sangat gelap, pupil kita sangat besar, membiarkan lebih banyak cahaya masuk.
Sementara, lensa kamera mampu memfokuskan objek jauh dan dekat dengan bantuan cermin dan perangkat mekanis lainnya. Lensa mata membantu untuk fokus tetapi terkadang membutuhkan bantuan tambahan agar dapat fokus dengan jelas.
Mau melakukan pemeriksaan penglihatan?
Kunjungi Kasoem Vision Care. Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Tak hanya itu, Kasoem Vision Care menyediakan kacamata dengan berbagai model dan brand adalah Kasoem Vision Care. Di sana tersedia frame kacamata dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga brand internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi optik Kasoem Vision Care di kota-kota terdekat. Tapi, jika waktu Anda terbatas bisa mengakses website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia atau Blibli. Tim Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Care dengan melalui layanan chat 08118179910.
The post Mata Indra Penglihatan Manusia, Bagaimana Cara Kerjanya? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Cerebral Visual Impairment menjadi Penyebab Gangguan Penglihatan Anak appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Gangguan penglihatan serebral, kadang disebut gangguan penglihatan kortikal atau CVI adalah kondisi yang mengganggu kemampuan otak untuk memproses informasi dari mata. Hal tersebut terjadi karena kerusakan pada bagian otak yang memproses penglihatan.
Biasanya, mata mengirimkan sinyal listrik ke otak, dan otak mengubah sinyal tersebut menjadi gambar yang dilihat. Jika menderita CVI, otak kesulitan memproses dan memahami sinyal-sinyal ini.
Cerebral visual impairment dapat terjadi bersamaan dengan gangguan mata. Tetapi, defisit penglihatan tidak dapat dijelaskan dengan kondisi mata saja. Karena, defisit penglihatan fungsional sebagian besar berbasis otak.
Kondisi ini disebabkan oleh cedera pada otak. Sebagian besar, cedera ini terjadi sebelum, selama, atau segera setelah lahir. Penyebab umum CVI pada bayi dan anak kecil, antara lain sebagai berikut.
CVI dapat menyebabkan berbagai masalah penglihatan dari level ringan hingga berat. Anak-anak dengan cerebral visual impairment mungkin akan mengalami masalah seperti berikut.
Orang tua juga dapat memperhatikan tanda-tanda anak menderita CVI dengan cara sebagai berikut.
Kondisi lain yang dapat dirasakan ketika mengalami CVI adalah tak dapat mengenali wajah keluarga ketika berada di tengah keramaian. Mereka juga mungkin tak dapat mendeteksi mainan favorit di dalam kotak yang berantakan.
Baca Juga : Berdampak pada Kebutaan, Seperti Apa Gejala Ablasi Retina?
Bukan hanya berimbas pada penglihatan, anak-anak dengan CVI bisa kesulitan mengoordinasikan gerakan motorik menggunakan isyarat visual. Seringkali, mereka juga memiliki kecacatan atau masalah kesehatan lainnya, seperti:
Tidak ada tes tunggal untuk memeriksa CVI. Jika mencurigai bahwa anak memiliki masalah penglihatan, langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan mata yang komprehensif.
Salah satu tes tersebut adalah ketajaman penglihatan untuk mengetahui bagaimana penglihatan anak-anak ketika melihat objek. Tes ini dapat dilakukan di rumah sakit, pusat penglihatan mata, optik atau vision care, seperti Kasoem Vision Care.
Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan detail yang fokus pada tajam penglihatan oleh Refractionist Optician. Di samping itu, tersedia pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
Kasoem Vision Care juga menyediakan berbagai kacamata dan lensa dari brand terpercaya serta lensa kontak untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Vision Care dengan mengirimkan email ke [email protected] atau menghubungi melalui layanan chat +62858 1111 9495 atau telepon +6221 7822530.
The post Cerebral Visual Impairment menjadi Penyebab Gangguan Penglihatan Anak appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Waspada Glaukoma, Penyakit yang Menyebabkan Kebutaan Mata appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Seperti dilansir dari American Academy of Ophthalmology, glaukoma adalah penyakit yang merusak saraf optik mata. Kondisi tersebut terjadi ketika ada cairan menumpuk di bagian depan mata. Cairan ekstra tersebut meningkatkan tekanan di mata yang merusak saraf optik.
Mata terus-menerus membuat aqueous humor. Saat cairan baru mengalir ke mata, jumlah yang sama akan keluar. Cairan mengalir keluar melalui area yang disebut sudut drainase. Proses tersebut menjaga tekanan dalam mata (disebut tekanan intraokular atau TIO) stabil.
Tetapi, jika sudut drainase tidak berfungsi dengan baik, cairan menumpuk. Tekanan di dalam mata pun meningkat. Akhirnya, dapat merusak saraf optik.
Saraf optik terbuat dari lebih dari satu juta serabut saraf kecil. Itu seperti kabel listrik yang terdiri dari banyak kabel kecil. Saat serabut saraf ini mati, akan mengembangkan titik buta pada penglihatan.
Mungkin saja, penderita tidak melihat bintik buta ini sampai sebagian besar serabut saraf optik mati. Jika semua serat mati, kebutaan tidak dapat terhindari.
Ada dua jenis utama dari penyakit yang merusak saraf optik mata ini, yaitu sebagai berikut.
Jenis ini paling umum ini terjadi secara bertahap, saat mata tidak mengeluarkan cairan sebagaimana mestinya (seperti saluran air yang tersumbat). Akibatnya, tekanan mata meningkat dan mulai merusak saraf optik. Penyakit ini ini tidak menimbulkan rasa sakit. Bahkan, awalnya, tidak menyebabkan perubahan penglihatan.
Beberapa orang mungkin memiliki saraf optik yang peka terhadap tekanan mata normal. Ini berarti risiko terkena glaukoma lebih tinggi dari biasanya. Pemeriksaan mata secara teratur penting untuk menemukan tanda-tanda awal kerusakan saraf optik mereka.
Tidak ada tanda peringatan atau gejala yang jelas pada tahap awal. Saat penyakit berkembang, titik buta berkembang di penglihatan tepi (samping). Kebanyakan orang dengan glaukoma sudut terbuka tidak melihat adanya perubahan dalam penglihatan mereka sampai kerusakannya cukup parah. Inilah mengapa disebut sebagai silent thief of sight.
Melakukan pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu dokter mata menemukan penyakit ini sebelum kehilangan penglihatan.
Baca Juga : Kacamata Baca Presbiopia untuk Koreksi Penglihatan Jarak Dekat
Jenis ini terjadi ketika iris seseorang sangat dekat dengan sudut drainase di matanya. Iris dapat berakhir menghalangi sudut drainase. Jika digambarkan, seperti selembar kertas yang meluncur di atas saluran pembuangan.
Saat sudut drainase tersumbat sepenuhnya, tekanan mata meningkat dengan sangat cepat atau serangan akut. Ketika hal tersebut terjadi artinya mata dalam keadaan darurat. Maka dari itu, harus segera menghubungi dokter mata untuk menghindari kebutaan mata.
Berikut adalah tanda-tanda serangan glaukoma sudut tertutup akut:
Glaukoma adalah penyebab utama kebutaan bagi orang berusia di atas 60 tahun. Namun, kebutaan akibat glaukoma seringkali dapat dicegah dengan pengobatan dini. Salah satu jenis yang membuat kebutaan adalah jenis sudut tertutup (sudut tertutup kronis).
Jenis sudut tertutup ini berkembang secara perlahan. Karena tidak ada gejala pada awalnya, kebanyakan tidak tahu mereka mengidapnya sampai kerusakannya parah atau mereka mengalami serangan. Jika tak segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan, dapat menyebabkan kebutaan.
The post Waspada Glaukoma, Penyakit yang Menyebabkan Kebutaan Mata appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Degenerasi Makula sampai Glaukoma Jadi Penyebab Low Vision, Kok Bisa? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>National Health Institute (NEI) mengungkapkan kondisi mata yang berbeda dapat memengaruhi terjadinya low vision. Tetapi, penyebab paling umum low vision pada mata seseorang adalah sebagai berikut.
Degenerasi makula terkait usia atau age-related macular degeneration (AMD) adalah penyakit mata yang dapat mengaburkan penglihatan sentral. Kerusakan tersebut terjadi pada makula, yakni bagian dari retina mata yang mengontrol tajam agar penglihatan lurus ke depan.
Tak ada penyebab pasti kenapa seseorang mengalami degenerasi makula. Namun, kelainan mata ini berisiko menyerang orang berusia 55 dan lebih tua, memiliki riwayat keluarga dengan degenerasi makula serta perokok.
Degenerasi makula terdiri dari dua jenis, di antaranya adalah sebagai berikut.
Meski memang tak dapat membuat kebutaan total, degenerasi makula menyebabkan mereka kehilangan penglihatan sentral dan penglihatannya berubah menjadi rendah (low vision).
Sehingga, mereka akan mengalami kesulitan untuk melihat wajah, membaca, mengemudi atau melakukan pekerjaan jarak dekat seperti memasak atau memperbaiki barang-barang di sekitar rumah.
Katarak adalah kekeruhan pada lensa alami mata. Kekeruhan itu terjadi karena protein di lensa mata rusak. Lensa alami mata seharusnya jernih. Karena, ia bertugas untuk membengkokkan (membiaskan) sinar cahaya yang masuk ke mata untuk membantu manusia melihat.
Ketika lensa alami itu karena katarak, maka penglihatan Anda akan buram, kabur atau kurang berwarna. Hal tersebut sama seperti saat Anda melihat kaca mobil berkabut atau berdebu.
Pada umumnya, terjadi karena perubahan normal pada mata, seiring bertambahnya usia. Maka dari itu, kebanyakan katarak diderita oleh orang tua lanjut usia (lansia).
Tapi, tak menutup kemungkinan katarak juga menyerang kelompok usia muda. Sebab, pada sejumlah kasus, katarak terjadi pada bayi baru lahir atau disebut dengan katarak kongenital.
Baca Juga : Low Vision Menyulitkan Penglihatan saat Beraktivitas, Seperti Apa Gejalanya?
Retinopati diabetik adalah kondisi mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan pada penderita diabetes. Ini memengaruhi pembuluh darah di retina (lapisan jaringan peka cahaya di belakang mata).
Jika menderita diabetes, penting untuk mendapatkan pemeriksaan mata melebar yang komprehensif setidaknya setahun sekali. Karena, retinopati diabetik mungkin tidak memiliki gejala pada awalnya. Maka dari itu, akan lebih baik melakukan pemeriksaan lebih awal untuk membantu mengambil langkah-langkah untuk melindungi penglihatan.
Glaukoma adalah penyakit mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan dengan merusak saraf di bagian belakang mata (saraf optik).
Gejalanya bisa dimulai dengan sangat lambat, sehingga orang yang mengalaminya tidak akan menyadarinya. Satu-satunya cara untuk mengetahui menderita glaukoma adalah dengan melakukan pemeriksaan mata melebar yang komprehensif.
Sama halnya dengan penyakit yang menyerang mata, tidak ada obat untuk glaukoma. Sehingga, lebih baik mengobati sedini mungkin untuk menghentikan kerusakan dan melindungi penglihatan.
Selain penyakit tersebut, low vision juga terjadi karena ada cedera mata dan otak serta kelainan genetik tertentu. Beberapa penyakit tersebut sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Karena, seringkali banyak penyakit menyerang orang tua.
The post Degenerasi Makula sampai Glaukoma Jadi Penyebab Low Vision, Kok Bisa? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Bersifat Permanen, Seperti Apa Perawatan untuk Low Vision? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Salah satu cara memaksimalkan penglihatan adalah menjalankan rehabilitasi low vision. Dalam catatan American Optometric Association, setiap jenis masalah low vision membutuhkan pendekatan terapeutik yang berbeda. Karena, penyebab yang mendasarinya juga tak sama.
Degenerasi makula terkait usia atau age-related macular degeneration (AMD) adalah penyakit mata yang dapat mengaburkan penglihatan sentral. Kerusakan tersebut terjadi pada makula, yakni bagian dari retina mata yang mengontrol tajam agar penglihatan lurus ke depan.
Katarak adalah kekeruhan pada lensa alami mata. Kekeruhan itu terjadi karena protein di lensa mata rusak. Lensa alami mata seharusnya jernih. Karena, ia bertugas untuk membengkokkan (membiaskan) sinar cahaya yang masuk ke mata untuk membantu manusia melihat.
Retinopati diabetik adalah kondisi mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan pada penderita diabetes. Ini memengaruhi pembuluh darah di retina (lapisan jaringan peka cahaya di belakang mata).
Selain retino diabetik, glaukoma adalah penyakit mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan dengan merusak saraf di bagian belakang mata (saraf optik).
Rehabilitasi penglihatan merupakan standar perawatan bagi orang-orang yang kehilangan penglihatan. Cara ini dinilai dapat memaksimalkan fungsi visual orang dengan low vision. Sehingga, pasien dapat meningkatkan kualitas hidup dengan penglihatan lebih baik.
Meski tak semua mendapatkan keuntungan, kebanyakan orang dengan gangguan penglihatan dapat memperoleh manfaat dari satu atau lebih pilihan perawatan. Untuk menjalankan rehabilitasi penglihatan perlu alat bantu atau perangkat low vision.
Adapun perangkat atau alat bantu otpik low vision untuk rehabilitasi penglihatan adalah sebagai berikut.
Lensa pembesar dipasang di kacamata (mikroskop) atau pada ikat kepala khusus. Kaca pembesar tersebut membantu orang yang menderita low vision melihat objek menjadi jelas. Karena, tangannya bebas bergerak ketika beraktivitas jarak dekat, seperti membaca.
Teleskop mini ini berguna untuk melihat jarak yang lebih jauh, seperti melintasi ruangan untuk menonton televisi. Tak hanya itu, orang dengan low vision dapat memodifikasinya untuk penglihatan jarak dekat, seperti membaca.
Alat ini merupakan pembesar optik yang nyaman untuk membaca cepat hal-hal seperti label harga, label, dan tombol instrumen.
Sistem portabel di atas meja atau dipasang di kepala memberikan perbesaran gambar baik dari jarak jauh maupun dekat. Pembesaran elektronik memungkinkan berbagai tingkat pembesaran, penyesuaian kecerahan gambar, kontras, dan perubahan latar depan atau latar belakang.
Baca Juga: Begini Pemeriksaan Penglihatan untuk Degenerasi Makula terkait Usia
Fitur aksesibilitas pada smartphone dan komputer memungkinkan orang dengan gangguan penglihatan untuk akses penuh ke teknologi mereka. Ada semua pembaca layar atau output ucapan dan program pembesaran perangkat lunak.
Selain perangkat optik, orang yang memiliki penglihatan rendah juga dapat menggunakan alat bantu non-optik untuk membantu penglihatan. Dalam catatan Cleveland Clinic, beberapa perangkat non-optik yang populer meliputi:
Di samping itu, ketika menderita low vision, orang tersebut dapat menggunakan lampu yang lebih terang di rumah atau kantor, mengenakan kacamata anti silau, dan panduan untuk mengatur rumah agar bergerak dengan mudah serta mencari sumber daya untuk membantu mengatasi kehilangan penglihatan.
The post Bersifat Permanen, Seperti Apa Perawatan untuk Low Vision? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Mengenal Amblyopia alias “Si Mata Malas” appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Lantas apa itu mata malas?
Seperti dilansir dari National Eye Institute (NEI), amblyopia yang juga disebut mata malas jenis penglihatan buruk yang terjadi hanya pada satu mata. Ini berkembang ketika ada gangguan dalam cara kerja otak dan mata, dan otak tidak dapat mengenali penglihatan dari satu mata.
Seiring waktu, otak semakin bergantung pada mata lain yang lebih kuat. Sementara mata yang lemah dalam penglihatan kondisinya akan semakin buruk.
Mata malas berkembang pada orang dewasa mau pun anak-anak. Jika kondisi tersebut dibiarkan, otak akan semakin bergantung pada mata lain yang memiliki penglihatan lebih kuat. Sementara, penglihatan pada mata satunya lagi yang kondisinya lemah akan semakin buruk.
Maka dari itu, disebut dengan mata malas. Karena, mata dengan penglihatan yang lebih kuat bekerja lebih baik ketimbang mata yang terganggu.
Namun, perlu dicatat gangguan penglihatan mata malas atau amblyopia tak berarti mereka malas untuk melihat. Sebab, sebenarnya, orang dengan mata malas tidak bisa mengontrol kerja mata mereka.
The post Mengenal Amblyopia alias “Si Mata Malas” appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Jadi Penyebab Gangguan Penglihatan, Kenali 4 Jenis Kelainan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Berdasarkan catatan National Eye Institute, kelainan refraksi memiliki jenis yang berbeda-beda. Adapun empat jenis gangguan refrasi, yakni sebagai berikut.
Miopia membuat penderitanya kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas. Hal tersebut terjadi saat bola mata bertambah terlalu panjang dari depan ke belakang atau ketika ada masalah dengan bentuk kornea (lapisan depan bening mata) atau lensa (bagian dalam mata yang membantu mata fokus). Akhirnya, fokus cahaya berada di depan retina bukan di atasnya.
Miopia harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tidak bertambah parah. Karena, jika dibiarkan rabun jauh akan berubah menjadi miopia tinggi yang berisiko menimbulkan dampak lain, seperti ablasi retina (ketika retina ditarik dari posisi normalnya).
Hyperopia membuat penderitanya kesulitan melihat objek dekat dengan jelas. Itu terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu pendek dari depan ke belakang, atau ketika ada masalah dengan bentuk kornea atau lensa. Masalah-masalah ini membuat fokus cahaya di belakang retina, bukan di atasnya.
Astigmatisme atau biasa disebut dengan silindris membuat penglihatannya terhadap objek yang jauh dan dekat, buram atau terdistorsi. Itu terjadi ketika kornea atau lensa memiliki bentuk yang berbeda dari biasanya, yang membuat cahaya dibelokkan secara berbeda saat memasuki mata.
Beberapa orang terlahir dengan astigmatisme. Namun, silindris bisa berkembang seiring dengan pertambahan usia, dari anak-anak atau dewasa muda. Selain itu, penderita silindris biasanya mengalami kelainan refraksi lain, seperti rabun jauh atau rabun dekat.
Presbiopia ini menyebabkan penderitanya kesulitan dalam membaca atau melihat jarak jauh. Pada umumnya, presbiopia berhubungan dengan penuaan. Maka dari itu, banyak menyerang orang dewasa paruh baya dan atau lebih tua.
Presbiopia terjadi saat lensa di mata menjadi lebih keras dan kurang fleksibel serta berhenti memfokuskan cahaya dengan benar pada retina. Presbiopia juga bisa diderita oleh mereka yang memiliki kelainan refraksi lain. (nhn)
The post Jadi Penyebab Gangguan Penglihatan, Kenali 4 Jenis Kelainan Refraksi appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Kelainan Refraksi Sebabkan Satu Miliar Orang di Dunia Gangguan Penglihatan appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Sisanya, disebabkan katarak 94 juta, glaukoma 7,7 juta, kekeruhan kornea 4,2 juta, retinopati diabetik 3,9 juta, dan trachoma dua juta. Jika ditotal, jumlah orang yang menderita gangguan penglihatan karena kelainan refraksi menempati urutan terbanyak di antara gangguan mata lain.
Lantas, apa itu kelainan refraksi?
Seperti dilansir dari World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, kelainan refraksi adalah kelainan mata yang terjadi ketika mata tidak dapat dengan jelas memfokuskan gambar dari dunia luar. Akibatnya, penderita merasakan penglihatan kabur dan ketika sangat parah akan menimbulkan gangguan penglihatan.
The International Classification of Diseases 11 pada 2018 mengklasifikasikan gangguan penglihatan menjadi dua kelompok, yaitu gangguan penglihatan jarak jauh dan dekat.
Ringan – ketajaman visual lebih buruk dari 6/12 hingga 6/18
Sedang –ketajaman visual lebih buruk dari 18/6 hingga 6/60
Parah – ketajaman visual lebih buruk dari 6/60 hingga 3/60
Kebutaan – ketajaman visual lebih buruk dari 3/60
Ketajaman visual dekat lebih buruk dari N6 atau M.08 pada 40cm.
Menurut WHO pengalaman gangguan penglihatan seseorang bervariasi tergantung faktornya. Misalnya, ketersediaan intervensi pencegahan dan pengobatan, akses ke rehabilitasi penglihatan (termasuk produk bantu seperti kacamata), dan apakah orang tersebut mengalami masalah dengan bangunan, transportasi, dan informasi yang tidak dapat diakses. (nhn)
The post Kelainan Refraksi Sebabkan Satu Miliar Orang di Dunia Gangguan Penglihatan appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>