Bukan rahasia lagi, bahwa merokok berdampak pada berbagai penyakit, termasuk paru-paru, jantung, kanker. Tapi, ternyata merokok pun memiliki efek tidak baik terhadap mata. Bahkan, vaping yang dinilai jadi alternatif baru, sama saja seperti merokok. Apa saja masalah mata karena merokok dan vaping?
Bagaimana merokok dan vaping membahayakan mata?
Nge-vape adalah istilah yang tengah populer di kalangan anak muda. Itu menjadi pilihan baru bagi mereka yang memilih tidak merokok tembakau, seperti rokok, cerutu atau pipa. Padahal, menurut J Kevin McKinney, MD dalam American Academy of Ophthalmology vaping seringkali memiliki kadar nikotin yang jauh lebih tinggi dibandingkan rokok.
Meskipun bahan-bahan tersebut tidak menghasilkan tar atau karbon monoksida, bahan-bahan tersebut mempunyai bahan kimia lain dengan efek negatif yang diketahui dan tidak diketahui. Kendati masih dipelajari jenis dan besarnya risiko rokok elektrik, tetap saja ada masalah mata yang diperburuk oleh merokok, vaping atau kombinasi keduanya.
Masalah Mata karena Merokok dan Vaping
Mata adalah organ utama penglihatan manusia. Maka dari itu, perlu dijaga kesehatannya. Masalah mata karena merokok dan vaping dirangkum menjadi beberapa hal, yaitu sebagai berikut.
Mata kering
Ini terjadi ketika mata tidak memiliki cukup atau air mata yang tepat. Merokok dengan mata kering akan membuat mata lebih mudah terasa gatal, perih, terbakaratau merah.
Masalah mata karena merokok adalah katarak
Jika merokok, kamu berisiko lebih tinggi terkena katarak. Katarak mengaburkan lensa alami mata. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur dan membuat warna terlihat kusam, pudar atau kekuningan. Katarak hanya dapat dihilangkan dengan operasi.
Degenerasi makula terkait usia (AMD)
Penelitian menunjukkan bahwa perokok dan mantan perokok lebih mungkin terkena degenerasi makula terkait usia dibandingkan orang yang tidak pernah merokok. Penyakit ini terjadi ketika bagian retina yang disebut makula rusak. Jika sudah terjadi, bisa saja kamu kehilangan penglihatan sentral dan tidak dapat melihat detail yang halus. Namun penglihatan tepi (samping) tetap normal.
Retinopati diabetik
Perokok yang juga menderita diabetes berisiko terkena retinopati diabetik. Retinopati diabetik terjadi ketika pembuluh darah di mata rusak. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi dan mungkin kebutaan. Perawatan termasuk pengobatan, laser atau pembedahan.
Masalah saraf optik
Orang yang merokok juga berisiko mengalami masalah saraf optik. Saraf optik menghubungkan mata ke otak. Kerusakan pada saraf ini dapat menyebabkan kebutaan.
Uveitis
Merokok dapat menyebabkan penyakit yang menyerang bagian mata yang disebut uvea. Ini adalah lapisan tengah dinding mata. Uveitis adalah ketika lapisan ini menjadi teriritasi. Penyakit ini menyebabkan mata merah, nyeri dan gangguan penglihatan.
Graves disease
Ini adalah penyakit kelenjar tiroid pada tubuh. Salah satu gejala penyakit Graves adalah mata melotot. Perokok yang mengidap penyakit Graves berisiko mengalami kondisi mata yang semakin buruk. Mereka juga bisa kehilangan penglihatan.
Hindari atau Berhenti untuk Mencegah Masalah Mata karena Merokok dan Vaping
Penelitian terhadap lebih dari 4.000 remaja dan dewasa muda menyebutkan pengguna ganda lebih cenderung melaporkan masalah mata termasuk kekeringan, kemerahan, nyeri, penglihatan kabur, sensitivitas cahaya, dan sakit kepala. Gejala mata jauh lebih buruk dan sering terjadi pada pengguna ganda dibandingkan pada orang yang hanya menggunakan satu produk.
Salah satu risiko dari merokok dan vaping yang tak dikhawatirkan adalah cedera mata yang serius. Ini terjadi ketika rokok elektronik meledak. Ledakan rokok elektrik dapat menyebabkan luka bakar serius dan luka pada mata.
Pada balita dan anak-anak yang merupakan perokok pasif, merokok dan vaping bisa menyebabkan tanda-tanda kerusakan mata. Jadi, menghindari merokok dan perokok pasif atau berhenti jika kamu seorang perokok adalah beberapa investasi terbaik. Sebab ini untuk kesehatan mata jangka panjang.


Leave a reply