The post Bahan Lensa Kacamata Terbaik, Mana Pilihan Kamu? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Pada awalnya, lensa kacamata hanya terbuat dari kaca saja. Namun, seiring perkembangan zaman bahan lensa kacamata menjadi beragam. Mulai dari plastik hingga polycarbonate. Seperti dilansir dari visioncenter.org, berikut jenis-jenis bahan lensa kacamata terbaik.
Material lensa dari kaca adalah lensa yang terbuat dari kaca alami. Seperti dilansir dari Zeiss, hingga saat ini mereka masih memiliki tempat dalam optometri. Karena, bahan lensa kaca memiliki ketahanan gores luar biasa.
Bahan lensa kaca ini dinilai dapat memberikan koreksi yang diperlukan dengan lensa yang relatif tipis. Terutama, untuk lensa bifokal atau trifokal karena berbagai bahan dapat dilebur tanpa membentuk ujung tajam yang terlihat.
Pada prinsipnya, peningkatan ketebalan material menjadikannya lebih murni secara optik. Kacamata tampak lebih bersih dan bebas dari pinggiran warna yang mengganggu (dispersi). Tapi, bergantung pada kondisi bahan yang digunakan, misalnya bahan berkualitas tinggi maka dispersi minimal.
Dengan begitu, lensa kaca memberikan ketajaman visual yang sangat baik. Meski demikian, bahan lensa kaca cenderung sangat berat. Sehingga, rentan retak dan pecah.
Lensa plastik biasa adalah jenis yang paling umum karena dapat memberikan hasil yang mirip dengan kaca. Bahan dari plastik dinilai lebih murah, ringan, dan aman daripada kaca. Namun, dengan lensa plastik standar resep yang kuat dapat menghasilkan lensa yang lebih tebal.
Lensa standar plastik adalah CR-39 standar. Plastik CR-39 dianggap sebagai lensa standar, biasa, atau plastik. Mereka tidak mahal dan memiliki kualitas optik yang sangat baik.

Bahan lensa plastik indeks tinggi lebih tipis dan ringan ketimbang kebanyakan lensa plastik. Ini terbuat dari bahan plastik khusus. Sehingga, memiliki indeks bias lebih tinggi dibandingkan lensa kaca atau plastik biasa.
Jika indeks bias mengukur bagaimana cahaya dibelokkan ketika melewati suatu medium. Lensa indeks tinggi membelokkan cahaya lebih efisien daripada lensa standar. Ini ideal untuk mengoreksi resep yang kuat.
Semakin tinggi resep, semakin tinggi pula indeks yang diperlukan. Berikut jenis-jenis lensa plastik tinggi.
1.61 Indeks
Sekitar 25 persen lebih tipis ketimbang lensa CR-39. Lensa indeks tinggi 1,60 cocok untuk resep sekitar +3,00/-6,00 atau kurang dan koreksi astigmatisme -3,00 atau kurang.
1.67 Indeks
Ini sekitar 30 persen lebih tipis dibandingkan lensa CR-39. Lensa 1,67 cocok untuk resep di bawah +5.00/-8.00 dan koreksi astigmatisme antara -3.00 dan -4.00.
1.74 Indeks
Lensa ini setidaknya 35 persen lebih tipis dibandingkan lensa CR-39. Ini adalah lensa indeks tinggi tertipis. Lensa ini sesuai dengan resep yang lebih kuat di atas +5.00/-8.00 dan koreksi astigmatisme antara -4.00 dan -6.00.
Bahan lensa kacamata polikarbonat (polycarbonate) memiliki ketahanan benturan unggul dan lebih ringan daripada lensa plastik biasa. Jenis lensa polikarbonat ini tersedia 20 persen lebih tipis dan 30 persen lebih ringan ketimbang lensa plastik standar. Sehingga, membuatnya sangat kuat dan sulit patah.
Kacamata ini merupakan pilihan optimal bagi orang-orang dengan gaya hidup aktif yang lebih rentan menjatuhkan atau menggaruk kacamatanya. Misalnya untuk keselamatan, olahraga, dan anak-anak.
Keunggulan lensa polikarbonat antara lain seperti berikut.
Material lensa Trivex dikenal sebagai NXT) adalah jenis plastik yang awalnya dikembangkan oleh militer Amerika Serikat untuk digunakan dalam alat pelindung diri. Dalam catatan myvision.org, nama Trivex mendapat inspirasi dari tiga sifat kinerja utama material tersebut:
Bersama-sama, sifat-sifat ini menjadikan Trivex bahan unggul untuk lensa kacamata. Meski sangat mirip dengan polikarbonat, Trivex memiliki nilai Abbe hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan lensa polikarbonat.
Nilai Abbe suatu bahan mengukur jumlah penyimpangan kromatik yang dialami oleh orang yang memakai kacamata korektif yang terbuat dari bahan tersebut. Penyimpangan kromatik menggambarkan seberapa baik lensa memfokuskan cahaya berwarna ke satu titik.
Semakin rendah nilai Abbe suatu bahan lensa, semakin banyak penyimpangan kromatik yang akan dialami dan semakin terdistorsi penglihatan. Karena nilai Abbe 50 persen, ini memungkinkan lensa ni memberikan penglihatan yang jauh lebih jelas ketimbang lensa polikarbonat.
Kunjungi Kasoem Visin Care di cabang terdekat Anda. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan bahan lensa terbaik untuk kacamata. Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan yang lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia) oleh Refraction Optometrist tersertifikasi.
Tes penglihatan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, screening low vision, dan pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Vision Care dengan mengirimkan email ke [email protected] atau menghubungi Customer Care.
The post Bahan Lensa Kacamata Terbaik, Mana Pilihan Kamu? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Lensa Kontak untuk Anak-anak, Apa saja Pilihannya? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Dalam catatan MyKidsVision, lensa kontak menawarkan opsi alternatif selain kacamata untuk mengoreksi penglihatan. Karena lensa kontak terletak di permukaan mata dan bergerak mengikuti mata. Daripada kacamata, lensa kontak juha lebih tidak mudah jatuh dan menawarkan pandangan penuh dunia tanpa dibatasi oleh bingkai kacamata.
Jadi, lensa kontak dipakai karena salah satu dari tiga alasan, yakni sebagai berikut.
Lensa kontak terkecil mulai berdiameter sekitar delapan milimeter (mm). Itu terbuat dari bahan kaku yang kaku, dan dirancang agar pas di kornea (kubah bening di bagian depan mata). Jenis lensa kornea kaku ini sebagian besar dipakai hanya pada siang hari. Mereka lebih populer, sebelum bahan lensa kontak lunak dikembangkan. Kendati, sekarang kebanyakan dipakai untuk tujuan khusus seperti resep yang lebih kompleks.
Jenis lensa kontak yang kaku (rigid gas contact lens) atau rigid gas-permeable lenses adalah yang paling tahan lama. Perawatan yang baik dapat bertahan hingga beberapa tahun. Meski demikian, disarankan untuk menggantinya lebih sering. Itu menghindari kemungkinan komplikasi dari kondisi lensa yang memburuk seiring berjalannya waktu.
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, lensa ini dipilih oleh beberapa dokter untuk anak-anak aphakia dari segala usia, bahkan bayi. Karena, lensa kontak yang terbuat dari bahan kaku gas-permeable (RGP), baik untuk transmisibilitas oksigen maupun untuk langkah lebih kecil dalam daya refraksi yang mereka tawarkan.
Lensa ortokeratologi merupakan salah satu jenis lensa kaku yang khusus dipakai saat tidur. Berukuran sekitar 10-11mm, lensa ini dengan lembut meratakan kornea untuk membentuk kembali kornea. Sehingga, dapat mengurangi myopia (rabun jauh) untuk sementara waktu.
Untuk mengoreksi, lensa ini biasanya dipakai setiap malam saat tidur dan dilepas di pagi hari. Jadi, untuk sementara waktu, penderita myopia dapat melihat lebih jelas tanpa kacamata atau lensa kontak.
Lensa kontak lunak (soft contact lens) memiliki ukuran lebih besar dari lensa kornea kaku. Karena dirancang agar pas di seluruh kornea dan tepat di bagian putih mata. Mereka biasanya berdiameter 13-14mm. Namun, kurang tahan lama dibandingkan lensa kaku. Sehingga, menyebabkan sebagian besar dipasok dalam format:
Hanya saja, menurut Profesor Ophthalmology di Universitas Emory Amy K. Hutchinson, MD lensa kontak konvensional ini biasanya tidak digunakan pada anak kecil. Karena, transmisi oksigennya lebih rendah daripada bahan silikon atau RPG. Selain itu, lebih sulit ditangani dan kurang cocok untuk pemakaian jangka panjang. Jika seorang anak mulai memakai lensa ini, ia menganjurkan pemantauan ketat untuk hiperemia atau tanda stres okular lainnya.
Daripada jenis ini, ia menyarankan untuk pemakaian lensa lunak silikon hidrogel (hydrogel soft lenses). Jenis ini lebih baru dengan transmisi oksigen yang lebih tinggi. Jika anak diresepkan lensa hidrogel silikon, perawatan harus dilakukan selama proses pemasangan untuk menghindari erosi kornea dari lensa yang kencang.
Jenis lensa kontak berdiameter 15-22mm. Ini meluas lebih jauh ke bagian putih mata yang disebut sklera, tidak menyentuh kornea dan dapat membantu anak-anak dengan berbagai kelainan refraksi dan permukaan okular. Termasuk, sindrom anestesi kornea bawaan, sindrom Stevens-Johnson, dan jaringan parut kornea setelah trauma.
Keberhasilan penggunaan lensa kontak pada anak tergantung berbagai hal. Rekomendasi dokter tentang lensa yang paling sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, serta keterampilan dalam melatih orang tua untuk memasukkan dan melepas lensa bayi atau balita dapat membantu anak mendapatkan manfaat dari lensa kontak. Jadi, bagaimana dengan Anda?
The post Lensa Kontak untuk Anak-anak, Apa saja Pilihannya? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Bukan Cuma Kacamata, ‘Mata Tua’ Dapat Memilih Lensa Kontak untuk Presbiopia appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Adalah normal, ketika mata secara bertahap kehilangan kemampuan untuk melihat objek dengan jelas pada jarak dekat, seiring bertambahnya usia. Penuaan pada mata itu, dikenal dengan istilah presbiopia.
Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, presbiopia berasal dari kata Yunani yang berarti mata tua. Sebab, presbiopia kemungkinan muncul segera setelah usia 40 tahun.
Lensa bening berada tepap di belakang iris mata. Agar dapat melihat, lensa harus berubah bentuk untuk memfokuskan cahaya ke retina. Saat masih muda, lensa tersebut lembut dan fleksibel serta mudah berubah bentuk. Sehingga, lensa fokus pada objek, baik jarak dekat maupun jauh.
Namun, setelah usia 40 tahun, lensa menjadi lebih kaku dan tidak bisa berubah bentuk dengan mudah. Sehingga, mata sulit untuk fokus, salah satunya pada jarak dekat. Jadi, penderita lebih sulit untuk membaca, memasang jarum atau melakukan tugas jarak dekat.
Jika sudah seperti itu, tidak ada cara untuk menghentikan atau membalikkan proses penuaan normal yang menyebabkan presbiopia. Hanya saja, presbiopia dapat dikoreksi, misalnya dengan lensa kontak.
Contact lens atau lensa kontak merupakan plastik tipis dan bening untuk mengoreksi penglihatan. Ketika dipakai, lensa kontak mengapung di film air mata yang menutupi kornea.
Sama seperti kacamata, kerja lensa kontak membantu mata membiaskan (menekuk atau memfokuskan) cahaya dengan benar ke dalam mata. Sehingga, menghasilkan gambar yang jelas.
Adapun lensa kontak presbiopia yang bisa menjadi pilihan penderita presbiopia terbagi menjadi dua jenis.
Ini merupakan jenis lensa kontak untuk mengoreksi mata dengan kelainan refraksi berbeda. Salah satu mata untuk penglihatan jarak jauh, sedangkan mata lainnya untuk penglihatan jarak dekat. Seseorang perlu beradaptasi saat menggunakan dengan lensa monovision. Bahkan, melatih otak untuk melihat dengan cara ini. Karena, mungkin merasa kehilangan kemampuan untuk menilai jarak atau kecepatan sesuatu dengan lensa monovision.
Lensa ini memiliki beberapa cincin atau zona yang diatur pada kekuatan refraksi yang berbeda. Dengan desain ini, sebenarnya menggunakan penglihatan dekat dan jauh secara bersamaan. Namun, otak belajar untuk secara otomatis memilih fokus yang tepat untuk apa yang ingin dilihat. Saat memakainya, mungkin menemukan bahwa menggunakan lensa multifokal membuat penglihatan kurang tajam dibandingkan saat menggunakan lensa monofokal.
Silakan kunjungi Kasoem Vision Care. Sebagai vision care yang berdiri lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care memberi pelayanan untuk semua kebutuhan penglihatan serta solusinya.
Untuk menemukan alat bantu yang sesuai. akan dilakukan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.
Ketika sudah ada diagnosis, pelanggan dapat memilih alat bantu penglihatan. Misalnya kacamata dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga brand internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner. Tak hanya itu, tersedia juga lensa dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Misalnya lensa photochromic.
Jika ingin memakai lensa kontak, Kasoem Vision Care juga menyediakannya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi optik Kasoem Vision Care di kota-kota terdekat. Tapi, jika waktu Anda terbatas bisa mengakses website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia atau Blibli. Tim Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Care dengan melalui layanan chat 08118179910.
The post Bukan Cuma Kacamata, ‘Mata Tua’ Dapat Memilih Lensa Kontak untuk Presbiopia appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Ini nih Jenis Soft Lens untuk Koreksi Penglihatan berdasarkan Waktu Pemakaian appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Seperti dilansir dari vision.org, soft contact lenses atau soft lens terbuat dari plastik yang lembut dan fleksibel, seperti silikon hidrogel. Karena itu, orang dengan kelainan refraksi lebih nyaman memakai lensa kontak lunak, daripada lensa keras.
Food and Drug Administration (FDA) sendiri menyarankan soft lens sekali pakai untuk digunakan penderita kelainan refraksi. Sebab, menurutnya pemakaian yang harus mengikuti jadwal penggantian itu akan mengurangi risiko infeksi mata atau “sindrom keausan lensa kontak”.
Meski demikian, pasar menyediakan lensa kontak lunak dengan berbagai jenis. Berdasarkan waktu pemakaian, soft lens terbagi menjadi setiap hari, mingguan, dua mingguan atau bulanan.
Lensa sekali pakai harian dapat memperbaiki masalah penglihatan dasar, termasuk astigmatisme atau silindris dan presbiopia (koreksi penglihatan multifokal). Ini merupakan tipe untuk pemakaian sehari-hari dan hanya dipakai sekali pakai dalam sehari. Soft lens jenis ini akan cocok untuk bagi penderita kelainan refraksi yang hanya memakai kontak sesekali.
Jika memilih daily contact ini mereka akan memakai setelah mereka bangun dan membuangnya sebelum tidur. Artinya, tak boleh dipakai dalam semalam.
Sama halnya dengan daily contact, soft lens mingguan atau bulanan dapat memperbaiki kelainan refraksi dasar. Bahkan, jika resep berada di luar kisaran untuk kontak sekali pakai harian, lensa kontak mingguan atau bulanan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca juga: Jenis-Jenis Kelainan Refraksi, Sudah Tahu?
Soft lens jenis ini memiliki masa pakai selama mingguan, dua mingguan atau bulanan. Orang dengan kelainan refraksi dapat memakai jenis ini setiap hari. Ketika selesai memakainya, mereka perlu merendam lensa dalam larutan kontak setiap malam. Mirip dengan kontak sekali pakai sehari-hari, lensa ini tidak boleh dipakai semalaman.
Lensa keausan yang diperpanjang adalah kontak lunak yang dipakai orang dalam semalam. Sebagian besar jenis lensa keausan yang diperpanjang dapat dipakai hingga enam malam (tujuh hari) tanpa melepasnya.
Bahkan, beberapa dapat bertahan hingga 30 hari tanpa perlu dicopot. Dokter mata menyarankan untuk mengistirahatkan mata selama satu malam penuh tanpa lensa kontak setelah setiap jadwal pelepasan.
Lensa kontak yang diperpanjang tidak mendukung setiap jenis lensa. Sangat penting untuk mendapatkan pemeriksaan mata terlebih dahulu. Sehingga, penyedia perawatan mata dapat menentukan toleransi terhadap kontak dalam semalam.
Salah satu tempat yang menyediakan soft lens adalah Kasoem Vision Care. Sebelum memilih jenis lensa kontak, tim Kasoem Vision Care akan menjalankan pemeriksaan mata kepada customer oleh Refractionist Optician.
Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
Kasoem Vision Care juga menyediakan berbagai kacamata dari berbagai brand lokal dan dunia. Tak hanya itu, tersedia juga lensa khusus, add-on atau lensa berteknologi tinggi dari brand terpercaya untuk memenuhi kebutuhan penglihatan.
The post Ini nih Jenis Soft Lens untuk Koreksi Penglihatan berdasarkan Waktu Pemakaian appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Pilih Lensa Kontak Ketimbang Kacamata, Begini Cara Merawat dengan Benar appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Lensa kontak terbagi menjadi empat jenis, yaitu soft contact lenses, rigid gas permeable (RGP) contact lenses, extended wear contact lenses, dan disposable (replacement schedule) contact lenses.
Masing-masing jenis tersebut memiliki fungsi mengoreksi penglihatan karena kelainan refraksi. Bahkan, beberapa di antaranya dapat digunakan untuk terapi rabun jauh. Selain itu, empat jenis lensa kontak itu terbuat dari bahan berbeda.
Seperti dilansir dari American Academy of Ophthalmology, lensa kontak perlu perawatan yang benar. Hal tersebut agar aman ketika digunakan. Bukan hanya iritasi, lensa kontak dalam kondisi tersebut menyebabkan pembuluh darah tumbuh ke dalam kornea. Situasi tersebut tentu berbahaya yang mengancam penglihatan.
Bersihkan lensa kontak seusai dikeluarkan dari mata, sebelum memasang kembali. Ada banyak jenis sistem pembersihan. Pilihannya tergantung pada:
Berhati-hatilah saat membersihkan dan menyimpan lensa kontak. Hal tersebut untuk menghindari infeksi mata yang berbahaya. Maka dari itu, lakukan hal ini saat membersihkan lensa kontak.
Baca juga: Apa Perbedaan dari Rigid Gas Permeable dengan Lensa Kontak Lain?
The post Pilih Lensa Kontak Ketimbang Kacamata, Begini Cara Merawat dengan Benar appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Apa Perbedaan dari Rigid Gas Permeable dengan Lensa Kontak Lain? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Disebut juga gas permeable (GP), lensa kontak ini terbuat dari senyawa yang mengandung silikon yang memungkinkan oksigen melewati bahan lensa ke mata. Sehingga, memungkinkan mata untuk “bernapas” lebih baik ketimbang lensa kontak jenis lain.
Seperti dilansir dari Hopkins Eye Center, engan cara kerja seperti itu, maka akan mengurangi risiko masalah mata yang disebabkan oleh hipoksia (berkurangnya suplai oksigen).
Kenapa suplai oksigen lebih baik, alasannya sebagai berikut.
Bukan sekadar klaim, para ahli kesehatan bahkan merekomendasikan lensa kontak jenis rigid gas permeable. Karena, perbedaan rigid gas permeable mampu memberikan penglihatan lebih baik ketimbang jenis lain. Selain itu:
Hanya saja, jenis lensa kontak tersebut membutuhkan sedikit adaptasi pada pemakaian awal, karena bahannya tidak selembut lensa kontak lunak. Maka dari itu, butuh beberapa saat agar mata dapat beradaptasi untuk memakainya.
Hal tersebut berbeda dengan lensa kontak lunak yang bisa langsung nyaman saat dipakai. Maka dari itu, ini yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan memakai rigid gas permeable.
Baca Juga : Lensa Kontak untuk Keratokonus Tahap Awal
Segera ke offline store Kasoem Vision Care. Tim bakal melakukan pemeriksaan mata secara detail yang fokus pada tajam penglihatan oleh Refractionist Optician. Di samping itu, tersedia pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak rigid gas permeable (RGP).
Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Optik kacamata Kasoem Vision Care menyediakan juga berbagai berbagai kacamata dan lensa dari brand terpercaya serta lensa kontak untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Untuk informasi lain, hubungi Kasoem Vision Care dengan mengirimkan email ke [email protected] atau menghubungi melalui layanan chat +62858 1111 9495 atau telepon +6221 7822530.
The post Apa Perbedaan dari Rigid Gas Permeable dengan Lensa Kontak Lain? appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Lensa Kontak untuk Keratokonus Tahap Awal appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Gejala keratokonus pada setiap mata berbeda-beda dan dapat berubah seiring waktu. Pada tahap awal, gejala keratoconus meliputi:
Salah satu pilihan perawatan gangguan penglihatan dampak keratokonus tahap awal adalah kacamata. Kacamata dapat digunakan untuk memperbaiki penglihatan kabur atau terdistorsi pada awal keratoconus, seperti:
Sementara itu, ketika kacamata tak dapat memperbaiki pilihan lainnya adalah menggunakan lensa kontak. Menurut National Keratoconus Foundation, lensa kontak bekerja dengan menciptakan permukaan halus buatan di bagian depan mata, meningkatkan kemampuan kornea untuk membelokkan cahaya. Sehingga, memungkinkan mereka untuk menjalani kehidupan produktif yang normal.
Lensa kontak lunak sekali pakai atau kontak lunak tradisional bukanlah pilihan umum untuk pasien keratokonus. Tetapi, beberapa individu pada tahap ringan menganggapnya berguna. Ada juga lensa lunak yang dibuat khusus untuk pasien keratoconus. Lensa ini memberikan kejernihan visual yang jauh lebih sedikit, sehingga kompromi antara kenyamanan dan penglihatan optimal harus ditimbang dengan hati-hati.
Lensa kontak yang kaku atau hard contact lens, misalnya Rigid Gas-Permeable Contact Lens (RGPs) merupakan lensa kontak yang bahannya lebih kaku dan tahan lama ketimbang soft contact lens. Lensa kontak ini tahan terhadap penumpukan endapan dan umumnya memberikan penglihatan yang lebih jernih dan tajam.
Selain itu, ‘permeabel gas kaku’ ini dinilai dapat menjaga kesehatan mata. Sebab, memungkinkan kornea untuk ‘menghirup’ oksigen melalui bahan lensa. Lensa kontak jenis ini seringkali menjadi opsi merawat keratoconus yang lebih lanjut. Meski membutuhkan sedikit adaptasi pada pemakaian awal, karena bahannya tidak selembut lensa kontak lunak, banyak orang menyesuaikan diri untuk memakainya.
Jika lensa yang kaku tidak nyaman, dokter mungkin menyarankan untuk “membonceng” lensa kontak yang keras di atas soft lens. Dalam catatan National Keratoconus Foundation, sistem piggyback terdiri dari lensa permeabel gas kaku (RGP atau GP) yang diletakkan di atas lensa kontak lunak.
Kombinasi ini menawarkan penglihatan yang jelas dari lensa GP tanpa rasa tidak nyaman yang dirasakan banyak pasien saat memakai hard lens. Kontak lunak berfungsi sebagai pelindung dan bantalan untuk memberikan kenyamanan tambahan.
Jenis lensa kontak ini memiliki bagian tengah yang kaku dengan cincin yang lebih lembut di bagian luar untuk meningkatkan kenyamanan. Orang yang tidak bisa mentolerir lensa kontak keras mungkin lebih suka lensa hybrid.
Baca Juga : Ini Cara Mengobati Keratokonus atau Penipisan Kornea Mata
Ini merupakan lensa GP berdiameter besar yang menutupi seluruh kornea dan bertumpu pada sklera (bagian putih mata). Lensa ini berguna untuk perubahan bentuk yang sangat tidak beraturan pada kornea pada keratoconus tingkat lanjut.
Alih-alih bertumpu pada kornea seperti lensa kontak tradisional, lensa scleral duduk di bagian putih mata (sklera) dan menutupi kornea tanpa menyentuhnya. Individu pada awalnya mungkin merasa sulit untuk menerapkan dan melepas lensa scleral. Tetapi, mayoritas mencapai penglihatan dan kenyamanan yang luar biasa.
Jika menggunakan hard lens atau skleral, pastikan pemasangan oleh dokter mata yang berpengalaman dalam merawat keratoconus. Selain itu, harus melakukan pemeriksaan rutin untuk menentukan apakah pemasangan tepat. Karena, lensa yang tidak pas malah dapat merusak kornea mata.
Salah satu tempat pemeriksaan gangguan mata adalah Kasoem Vision Care. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan layanan pemeriksaan yang lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia).
Tes penglihatan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision serta pemeriksaan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP).
The post Lensa Kontak untuk Keratokonus Tahap Awal appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Ini yang Paling Cocok Menggunakan Lensa Kontak Orthokeratology appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Orthokeratology menggunakan lensa kontak yang dirancang dan dipasang khusus untuk membentuk kembali kornea serta meningkatkan penglihatan. Lensa tersebut adalah Rigid Gas Permeable (RGP) atau Gas Permeable (GP) Contact Lenses.
Seperti dilansir dari contactlenses.org, orthokeratology cocok bagi anak-anak usia delapan hingga 12 tahun dengan miopia progresif. Kemudian, sebagian besar remaja dan orang dewasa di bawah usia 40 tahun. Ortho-k juga direkomendasikan untuk rabun jauh tinggi hingga ringan (-4 dioptri atau kurang).
Baca juga: Kelainan Refraksi Sebabkan Satu Miliar Orang di Dunia Gangguan Penglihatan
Lensa kontak untuk terapi ortho-k dipakai malam hari. Tujuannya, membentuk kembali permukaan kornea mata saat tidur. Jika dipakai sesuai aturan, akan terjadi peningkatan penglihatan pada anak-anak yang menderita rabun jauh tinggi.
Teranyar, beberapa desain lensa kontak ortho-k tersedia juga untuk rabun dekat (hyperopia), dan gangguan penglihatan terkait usia (presbiopia). Dengan terapi refraktif, anak-anak dan orang dewasa merasakan peningkatan penglihatan pada siang hari, tanpa perlu menggunakan lensa kontak atau kacamata.
The post Ini yang Paling Cocok Menggunakan Lensa Kontak Orthokeratology appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Catat! Lensa Kontak Orthokeratology Harus Dipakai Malam Hari appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Ortho-k menggunakan lensa kontak yang dirancang dan dipasang khusus untuk membentuk kembali kornea serta meningkatkan penglihatan. Lensa tersebut adalah Rigid Gas Permeable (RGP) atau Gas Permeable (GP) Contact Lenses.
Kapan waktu yang tepat menggunakan lensa orthokeratology?
Lensa untuk terapi ortho-k dipakai malam hari. Tujuannya, membentuk kembali permukaan kornea mata saat tidur. Jika dipakai sesuai aturan, akan terjadi peningkatan penglihatan pada anak-anak yang menderita rabun jauh tinggi.
Seperti dilansir dari contactlenses.org, penderita rabun jauh akan menjalani fase perawatan satu atau dua minggu, hingga berkurang secara bertahap. Karena terjadi perubahan penglihatan, maka penderita harus memakai soft contact lenses sekali pakai di siang hari.
The post Catat! Lensa Kontak Orthokeratology Harus Dipakai Malam Hari appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>The post Cara Kerja Terapi Orthokeratology untuk Kontrol Myopia Progressive Anak-anak appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>Bagaimana cara kerjanya?
Seperti dilansir dari catatan American Academy of Ophthalmology, kornea adalah jendela bening berbentuk kubah di depan mata. Tugasnya memfokuskan cahaya ke retina dan bertanggung jawab atas sebagian besar kemampuan mata untuk fokus.
Jaringan retina sangat fleksibel. Maka dari itu, ketika anak-anak menderita myopia progressive, bola matanya tumbuh lebih panjang dari yang seharusnya. Untuk mengembalikan bentuk kornea mata agar tak melengkung secara ekstrim, bagian tengahnya perlu diratakan.
Dengan terapi orthokeratology atau ortho-k, lensa kontak khusus, yakni Rigid Gas Permeable (RGP) atau Gas Permeable (GP) bola mata yang terlalu menonjol cekung akan ditekan semalaman atau saat penderita tidur. Karena lensa kontak GP lenses kaku, maka cukup kokoh untuk membentuk kembali kornea. Kendati begitu, lensa tersebut memungkinkan oksigen masuk sehingga mata tetap sehat.
Ketika lensa GP lenses dilepas, kornea berbentuk rata sementara waktu. Sehingga, penglihatan penderita myopia tinggi dapat kembali normal sementara waktu.
Namun, mata bakal kembali ke bentuk asli saat tidak dipakai secara teratur, begitupun myopia-nya. Jadi, bagi penderita yang ingin mengontrol myopia progressive wajib tetap memakainya secara teratur.
The post Cara Kerja Terapi Orthokeratology untuk Kontrol Myopia Progressive Anak-anak appeared first on Kasoem Vision Care.
]]>