saraf Archives - Kasoem Vision Care https://www.kasoemvisioncare.com/tag/saraf/ We Care Your Binocular Vision! Fri, 22 Dec 2023 02:40:46 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.3 https://www.kasoemvisioncare.com/wp-content/uploads/2016/07/cropped-icon-web-32x32.jpeg saraf Archives - Kasoem Vision Care https://www.kasoemvisioncare.com/tag/saraf/ 32 32 222235612 Gangguan Saraf Optik Apa saja? https://www.kasoemvisioncare.com/gangguan-saraf-optik/ https://www.kasoemvisioncare.com/gangguan-saraf-optik/#respond Fri, 08 Dec 2023 03:42:18 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=8364 Bagaimana manusia melihat objek, gambar atau dunia di sekitar, dipengaruhi oleh kesehatan mata dan otak. Sehingga, ketika ada kelainan pada satu atau keduanya penglihatan pasti...

The post Gangguan Saraf Optik Apa saja? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Bagaimana manusia melihat objek, gambar atau dunia di sekitar, dipengaruhi oleh kesehatan mata dan otak. Sehingga, ketika ada kelainan pada satu atau keduanya penglihatan pasti akan terganggu. Salah satu kondisi yang berdampak adalah gangguan saraf optik. Apa saja jenis gangguan tersebut?

Saraf Optik

Saraf kranial kedua (CN II) atau saraf optik adalah kumpulan lebih dari satu juta serabut saraf yang membawa pesan visual. Ini merupakan perpanjangan dari sistem saraf pusat yang merupakan saraf sensorik murni. Ia terletak di bagian belakang mata (retina) yang terhubung langsung ke otak.

Gangguan Saraf Optik

Dalam catatan Medline Plus, kerusakan pada saraf optik dapat menyebabkan hilangnya penglihatan. Jenis kehilangan penglihatan dan seberapa parahnya bergantung pada lokasi kerusakan terjadi. Selain itu, kemungkinan memengaruhi satu atau kedua mata. Adapun jenis kelainan saraf optik, antara lain sebagai berikut.

Glaukoma

Sekitar 7,7 juta orang di dunia menderita glaukoma dan mengalami berbagai gangguan penglihatan. Glaukoma terjadi ketika ada cairan menumpuk di bagian depan mata. Cairan ekstra tersebut meningkatkan tekanan di mata dan merusak saraf optik. Saat sebagian besar serabut saraf optik mati, titik buta berkembang pada penglihatan. Sedangkan, ketika semua serat mati, kebutaan tidak dapat terhindari.

Glaukoma terbagi menjadi dua, di antaranya sebagai berikut.

  1. Glaukoma primer adalah kerusakan saraf optik tanpa ada penyakit penyerta lain. Artinya, tidak ada penyebab lain yang diderita. Ini terdiri dari, glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut sempit atau akut.
  2. Glaukoma sekunder yang terjadi karena kondisi medis lain atau ada penyakit penyerta. Ini terdiri dari glaukoma neovaskular, glaukoma pigmentasi, dan glaukoma uveitis.

Neuritis optik

Ini adalah peradangan (pembengkakan) pada saraf optik. Penyebabnya termasuk infeksi dan penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh seperti multiple sclerosis. Ini dapat terjadi kemudian atau ketika menderita penyakit tersebut.

Dalam catatan Mayo Clinic, selain multiple sclerosis, peradangan saraf optik dapat terjadi karena lupus. Lebih jarang, penyakit lain yang disebut neuromyelitis optica menyebabkan peradangan pada saraf optik dan sumsum tulang belakang.

Gangguan saraf optik, optic nerve atrophy

Atrofi saraf optik (optic nerve atrophy) adalah kerusakan pada saraf optik. Ini berdampak pada masalah penglihatan bagian tengah, penglihatan tepi (penglihatan samping), dan penglihatan warna. Penyebabnya antara lain buruknya aliran darah ke mata, penyakit, trauma, atau paparan zat beracun.

Optic nerve head drusen

American Association for Pediatric Ophthalmology & Strabismus menjelaskan optic nerve head drusen adalah penumpukan protein dan kalsium di dalam saraf optik. Drusen dapat dilihat pada kedua mata, tapi terkadang hanya ditemukan pada satu mata.

Seringkali, drusen tidak menyebabkan masalah penglihatan. Hanya saja, bisa saja terjadi peruahan pada penglihatan tepi (penglihatan samping). Perubahan penglihatan tersebut biasanya ringan dan tidak disadari oleh pasien.

Gejala Gangguan Saraf Optik

Masalah saraf optik menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Bisa muncul sementara atau permanen. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, tanda-tanda gangguannya seperti:

  • buta warna
  • sakit mata
  • sakit kepala
  • mual dan muntah
  • kebutaan malam
  • kehilangan penglihatan sebagian atau seluruhnya
  • kehilangan penglihatan perifer (samping)
  • telinga berdenging (tinnitus)

Meski tidak semua gangguan saraf optik berdampak hilangnya penglihatan, tetap saja perlu mewaspadai kelainan tersebut. Maka dari itu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis ketika mengalami berbagai gejala. Apalagi, yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Pemeriksaan mata secara teratur sangat penting untuk melindungi penglihatan dan menghentikan kerusakan saraf optik.

The post Gangguan Saraf Optik Apa saja? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/gangguan-saraf-optik/feed/ 0 8364
Bell’s Palsy, Masalah Saraf yang Memengaruh Kelopak Mata https://www.kasoemvisioncare.com/bells-palsy-masalah-saraf/ https://www.kasoemvisioncare.com/bells-palsy-masalah-saraf/#respond Tue, 14 Nov 2023 08:15:47 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=8302 Penglihatan normal (visi 20/20) dipengaruhi berbagai hal, termasuk kesehatan mata. Jika ada masalah, penglihatan tidak akan mencapai visi 20/20. Salah satu yang memengaruhinya adalah gangguan...

The post Bell’s Palsy, Masalah Saraf yang Memengaruh Kelopak Mata appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Penglihatan normal (visi 20/20) dipengaruhi berbagai hal, termasuk kesehatan mata. Jika ada masalah, penglihatan tidak akan mencapai visi 20/20. Salah satu yang memengaruhinya adalah gangguan saraf yang disebut Bell’s Palsy. Seperti apa dan bagaimana Bell’s palsy berdampak pada penglihatan?

Bell’s Palsy

Bell’s palsy merupakan masalah saraf yang memengaruhi otot-otot wajah. Ini menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sebagian otot di satu sisi wajah. Salah satu dampak dari kondisi tersebut adalah kelopak mata yang mungkin tidak menutup dengan benar.

Dalam catatan Mayo Clinic, ini terjadi karena pembengkakan dan peradangan pada saraf yang mengontrol otot di satu sisi wajah. Saraf tersebut melewati koridor tulang yang sempit menuju wajah. Sehingga, membuat separuh wajah tampak terkulai.

Penyebab

Penyebab Bells palsy belum diketahui. Namun, para ahli menduga pembengkakan dan peradangan pada saraf penyebabnya adalah satu atau masalah seperti berikut:

masalah dalam sistem kekebalan tubuh (cara melawan penyakit)
berkurangnya aliran darah ke saraf yang menuju ke wajah (saraf kranial ke-7)
infeksi virus sehingga menyebabkan pembengkakan pada saraf wajah

Adapun virus yang dinilai terkait dengan Bell’s palsy antara lain:

  • cold sores dan herpes genital (herpes simplex)
  • cacar air dan herpes zoster (herpes zoster)
  • mononukleosis menular (Epstein-Barr)
  • infeksi cytomegalovirus
  • penyakit pernafasan (adenovirus)
  • campak Jerman (rubella)
  • gondongan (virus gondongan)
  • flu (flu B)
  • penyakit tangan-kaki-mulut (coxsackievirus)

Gejala

Bell’s palsy bisa muncul secara tiba-tiba. Salah satunya, mungkin tidak bisa tersenyum di satu sisi wajah. Tanda-tanda lainnya meliputi:

  • kelemahan ringan hingga kelumpuhan total pada satu sisi wajah dengan cepat terjadi dalam hitungan jam hingga hari
  • wajah terkulai dan kesulitan membuat ekspresi wajah, seperti menutup mata atau tersenyum
  • mengiler
  • nyeri di sekitar rahang atau di dalam atau di belakang telinga pada sisi yang sakit
  • peningkatan sensitivitas terhadap suara di sisi yang terkena
  • sakit kepala
  • hilangnya rasa
  • perubahan jumlah air mata dan air liur

Bagaimana memengaruhi mata dan penglihatan?

Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, kondisi ini mengakibatkan mata menjadi kering dan penglihatan kabur. Satu mata mungkin tidak menutup sepenuhnya, dan mungkin terasa iritasi.

Komplikasi Bell’s Palsy

  1. Kerusakan permanen pada saraf wajah
  2. Pertumbuhan kembali serabut saraf yang tidak teratur. Hal ini dapat mengakibatkan kontraksi otot tertentu yang tidak disengaja saat mencoba menggerakkan otot lain (sinkinesis). Misalnya, saat tersenyum, mata di sisi yang sakit mungkin tertutup
  3. Kebutaan sebagian atau seluruhnya pada mata yang tidak dapat menutup. Hal ini disebabkan oleh kekeringan yang berlebihan dan garukan pada lapisan pelindung mata (kornea)

Perawatan

Tidak ada pengobatan Bell’s palsy. Karena, biasanya jika levelnya ringan hilang dalam waktu satu bulan. Tapi, dokter mata dapat membantu mengatasi gejala yang mempengaruhi mata.

Misalnya memberikan obat tetes mata atau pelumas lainnya dapat meredakan nyeri jika tidak dapat menutup mata sepenuhnya. Sementara, dalam beberapa kasus, kortikosteroid, obat antivirus atau obat lain mungkin diresepkan untuk membantu sembuh dari Bell’s palsy.

Segera cari bantuan medis jika mengalami kelumpuhan jenis apa pun. Karena mungkin itu gejala mengalami stroke. Menemui penyedia layanan kesehatan juga membantu mengetahui penyebab dan tingkat keparahan penyakitnya.

The post Bell’s Palsy, Masalah Saraf yang Memengaruh Kelopak Mata appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/bells-palsy-masalah-saraf/feed/ 0 8302