rabun Archives - Kasoem Vision Care https://www.kasoemvisioncare.com/tag/rabun/ We Care Your Binocular Vision! Wed, 28 Feb 2024 02:53:14 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.4 https://www.kasoemvisioncare.com/wp-content/uploads/2016/07/cropped-icon-web-32x32.jpeg rabun Archives - Kasoem Vision Care https://www.kasoemvisioncare.com/tag/rabun/ 32 32 222235612 Rabun Jauh Menggunakan Lensa Cekung, Begini Cara Kerjanya https://www.kasoemvisioncare.com/rabun-jauh-menggunakan-lensa-cekung/ https://www.kasoemvisioncare.com/rabun-jauh-menggunakan-lensa-cekung/#respond Thu, 01 Feb 2024 10:35:51 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=8501 Rabun jauh atau myopia (miopi) adalah kesalahan refraksi yang dapat dikoreksi dengan kacamata. Tapi, kacamata ini harus terpasang dengan lensa yang tepat agar penglihatan kembali...

The post Rabun Jauh Menggunakan Lensa Cekung, Begini Cara Kerjanya appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Rabun jauh atau myopia (miopi) adalah kesalahan refraksi yang dapat dikoreksi dengan kacamata. Tapi, kacamata ini harus terpasang dengan lensa yang tepat agar penglihatan kembali jelas. Lalu, rabun jauh menggunakan lensa apa untuk mempertajam penglihatan?

Rabun Jauh

Rabun jauh atau myopia terjadi ketika cahaya tidak jatuh tepat di retina. Dalam catatan American Optometrics Association, kondisi ini karena bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung. Akibatnya cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan benar dan objek yang jauh terlihat kabur.

Penyebab pasti myopia pada seseorang tidak diketahui. Tapi, terdapat bukti signifikan bahwa banyak orang mewarisi miopia atau setidaknya kecenderungan untuk mengembangkan miopia jika salah satu atau kedua orang tuanya menderita rabun jauh.

Namun, perkembangan sebenarnya mungkin dipengaruhi oleh cara seseorang menggunakan matanya. Faktor lain munculnya myopia adalah sebagai berikut.

  1. Beberapa orang mungkin mengalami penglihatan jarak jauh yang kabur hanya pada malam hari. Dengan “miopia malam”, cahaya redup menyulitkan mata untuk fokus dengan benar. Atau peningkatan ukuran pupil selama kondisi gelap memungkinkan lebih banyak sinar cahaya perifer dan tidak fokus masuk ke mata.
  2. Orang yang melakukan pekerjaan penglihatan jarak dekat secara berlebihan mungkin mengalami myopia palsu atau “semu”. Penglihatan jarak jauh mereka yang kabur disebabkan oleh penggunaan mekanisme pemfokusan mata yang berlebihan. Setelah lama bekerja jarak dekat, mata mereka tidak dapat kembali fokus untuk melihat dengan jelas di kejauhan. Penglihatan jarak jauh yang jelas biasanya kembali setelah mata diistirahatkan. Namun, tekanan penglihatan yang terus-menerus dapat menyebabkan penurunan permanen dalam penglihatan jarak jauh seiring berjalannya waktu
  3. Gejala miopia juga bisa menjadi tanda adanya variasi kadar gula darah pada penderita diabetes atau mungkin merupakan indikasi awal berkembangnya katarak

Kacamata dan Lensa Koreksi Rabun Jauh

Umumnya seseorang pertama kali mengalami rabun jauh pada anak usia sekolah. Karena mata terus tumbuh selama masa kanak-kanak. Sehingga, akan kesulitan melihat tulisan di papan tulis di sekolah. Ketika dialami orang dewasa mereka akan sulit menontont film, layar TV atau mengemudi.

Maka dari untuk mendapatkan kembali penglihatan jarak jauh yang jelas, salah satu caranya menggunkan kacamata. Sebagai pilihan utama untuk koreksi, ini bisa dipakai untuk aktivitas tertentu, seperti menonton film atau mengendarai mobil. Jika sudah terlalu parah, mungkin perlu memakainya terus-menerus.

Rabun jauh menggunakan lensa seperti apa?

Umumnya, rabun jauh menggunakan lensa single vision atau penglihatan tunggal untuk memberikan penglihatan yang jelas pada semua jarak. Dalam catatan mykidsvision.org, kacamata penglihatan tunggal (single vision) menawarkan cara sederhana untuk memperbaiki penglihatan jauh yang kabur bagi penderita myopia.

Mereka memiliki bidang penglihatan terbesar dan hanya dapat mengoreksi penglihatan pada satu jarak tertentu, yaitu jauh atau dekat. Khusus untuk rabun jauh, lensa single vision ini menggunakan lensa cekung.

Seperti apa lensa cekung?

Geeks for Geeks menjelaskan lensa cekung memiliki bentuk melengkung ke dalam dengan bagian tengah yang lebih tipis dan tepi yang lebih tebal. Dikenal sebagai lensa divergen, ini dapat membuat sinar cahaya sejajar menyebar atau menyimpang seolah-olah berasal dari titik fokus maya pada sisi yang sama dengan sumber cahaya.

Itu hanya dapat menghasilkan bayangan maya dan bayangan diperkecil bila benda diletakkan pada sisi yang sama dengan titik fokus maya. Dengan sifatnya tersebut, lensa cekung dapat memperbaiki miopia. Caranya, mengarahkan cahaya masuk sedemikian rupa sehingga mencegahnya terfokus langsung pada lensa mata.

Cari lensa single vision di sini!

Kasoem Vision Care memiliki pengalaman lebih dari 80 tahun. Sebagai vision care dengan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, Kasoem Vision Care menyediakan layanan lengkap dari pemeriksaan mata hingga menyediakan lensa dan frame kacamata.

Layanan pemeriksaan lengkap dan detail untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia) bisa Anda dapatkan secara gratis. Tes penglihatan yang tersedia berupa pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision. Kini, tersedia juga layanan myopia control untuk anak-anak.

Untuk frame kacamata tersedia dari brand lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner. Tunggu apalagi, konsultasi kepada tim Kasoem Vision Care dan temukan kacamata sesuai pilihanmu!

The post Rabun Jauh Menggunakan Lensa Cekung, Begini Cara Kerjanya appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/rabun-jauh-menggunakan-lensa-cekung/feed/ 0 8501
Lubang Makula, Celah Kecil yang Terbuka di Tengah Retina Mata https://www.kasoemvisioncare.com/lubang-makula-retina-mata/ https://www.kasoemvisioncare.com/lubang-makula-retina-mata/#respond Wed, 07 Jun 2023 09:44:03 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=7703 Makula bertanggung jawab atas penglihatan pusat dan detail halus. Itu salah satu bagian mata yang rentan mengalami masalah, seiring penambahan usia. Kondisi yang dapat dialaminya...

The post Lubang Makula, Celah Kecil yang Terbuka di Tengah Retina Mata appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Makula bertanggung jawab atas penglihatan pusat dan detail halus. Itu salah satu bagian mata yang rentan mengalami masalah, seiring penambahan usia. Kondisi yang dapat dialaminya adalah lubang makula. Apa itu lubang makula?

Lubang Makula

Makula merupakan area kekuningan berbentuk oval yang mengelilingi fovea dekat pusat retina di mata. Lubang makula adalah celah kecil yang terbuka di tengah retina. Dalam catatan NHS uk, kondisi tersebut paling sering menyerang wanita ketimbang pria, rentang usia 60 hingga 80 tahun.

Lubang di makula memengaruhi penglihatan. Dampak yang dirasakan, yaitu seperti:

  • pada tahap awal, lubang makula dapat menyebabkan penglihatan kabur dan terdistorsi. Garis lurus mungkin terlihat bergelombang atau bengkok dan mungkin kesulitan membaca huruf yang kecil
  • setelah beberapa saat mungkin melihat bercak hitam kecil atau “bercak yang hilang” di tengah penglihatan. Kondisi tersebut tak menyebabkan rasa sakit dan hilangnya penglihatan total

Proses Terjadinya Lubang Makula

Belum ada yang tahu kenapa seseorang mengalami lubang makula. Sebab, sebagian besar kasus tidak memiliki penyebab yang jelas. Namun, salah satu faktor risiko yang mungkin menyebabkan lubang makula adalah detasemen vitreous.

Seiring bertambahnya usia, jeli vitreous di tengah mata mulai menjauh dari retina dan makula di bagian belakang mata. Jika beberapa jeli vitreous tetap menempel, itu bisa menyebabkan lubang makula.

Faktor risiko lubang makula

Beberapa kasus lain terkait karena cedera parah pada mata. Selain itu, faktor lain penyebabnya, yaitu sebagai berikut.

Ablasi retina

Ablasi retina merupakan masalah mata yang terjadi ketika retina mengendur dan tertarik menjauh dari posisi normalnya. Sehingga, retina terlepas dari posisi normalnya.

Sedikit rabun dekat (hyperopia)

Orang dengan hyperopia akan lebih sulit melihat benda-benda yang dekat, seperti saat membaca atau menggunakan komputer, ketimbang melihat benda-benda yang jauh, seperti saat mengemudi. Kondisi ini akibat bola mata yang terlalu pendek dari depan ke belakang. Kemungkinan lain, memiliki kornea atau lensa yang bentuknya tidak normal.

Rabun jauh (myopia)

Myopia adalah kondisi penglihatan ketika orang dapat melihat objek yang dekat dengan jelas, tetapi kabur atau buram pada objek yang lebih jauh. Orang yang menderita rabun jauh ini disebut dengan mata minus.

Rabun jauh ini paling sering terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu memanjang dari depan ke belakang. Pada mata normal, cahaya masuk ke mata dan difokuskan langsung pada retina, sehingga penglihatannya menjadi jelas. Sedangkan mereka yang menderita rabun jauh, cahaya fokus di depan retina dan menciptakan penglihatan kabur.

Pembengkakan retina sentral yang persisten (edema makula kistoid)

Gangguan tanpa rasa sakit yang mempengaruhi retina sentral atau makula . Ketika kondisi ini muncul, beberapa area cairan seperti kista (cystoid) muncul di makula dan menyebabkan pembengkakan atau edema retina.

Mengobati Lubang Makula

Jika penglihatan buram, kabur atau terdistorsi, seperti ada titik hitam di tengah penglihatan temui dokter umum atau vision center. Seusai pemeriksaan penglihatan, mungkin akan dirujuk ke spesialis penyakit mata (ophthalmologist).

Kondisi tersebut tak boleh dibiarkan. Karena, penglihatan sentral mungkin akan semakin memburuk secara bertahap. Perawatan yang relatif dini (dalam beberapa bulan) dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam hal peningkatan penglihatan.

Terkadang lubang bisa menutup dan sembuh dengan sendirinya. Jadi, dokter mata mungkin ingin memantaunya sebelum merekomendasikan pengobatan.

Periksa di Kasoem Vision Care

Hubungi Kasoem Care dengan melalui layanan chat 08118179910. Sementara, akses kebutuhan informasi mengenai mata dan penglihatan di website www.kasoemvisioncare.com atau marketplace di Tokopedia dan Blibli. Tim Kasoem Vision Care akan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sedangkan, jika ingin melakukan pemeriksaan penglihatan karena kondisi lain, bisa datang ke Kasoem Vision Care. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Kasoem Vision Care menyediakan pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) oleh Refractionist Optician.

The post Lubang Makula, Celah Kecil yang Terbuka di Tengah Retina Mata appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/lubang-makula-retina-mata/feed/ 0 7703
Siapa yang Paling Berisiko Terkena Gangguan Refraksi? https://www.kasoemvisioncare.com/siapa-yang-paling-berisiko-terkena-gangguan-refraksi/ https://www.kasoemvisioncare.com/siapa-yang-paling-berisiko-terkena-gangguan-refraksi/#respond Tue, 16 Aug 2022 06:00:00 +0000 https://www.kasoemvisioncare.com/?p=6195 Jumlah orang yang menderita gangguan penglihatan karena kelainan refraksi menempati urutan terbanyak di antara gangguan mata lain. Menurut data World Health Organization (WHO) atau Organisasi...

The post Siapa yang Paling Berisiko Terkena Gangguan Refraksi? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
Jumlah orang yang menderita gangguan penglihatan karena kelainan refraksi menempati urutan terbanyak di antara gangguan mata lain. Menurut data World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, 88,4 juta menderita gangguan penglihatan jarak sedang atau berat atau kebutaan karena kelainan refraksi yang tidak tertangani.

Sementara itu, 826 juta orang mengalami gangguan penglihatan dekat karena presbiopia yang tidak tertangani. Sisanya, disebabkan katarak 94 juta, glaukoma 7,7 juta, kekeruhan kornea 4,2 juta, retinopati diabetik 3,9 juta, dan trachoma dua juta.

Ada tiga faktor yang menyebabkan seseorang menderita gangguan refraksi, yaitu sebagai berikut.

  1. Panjang bola mata (ketika bola mata tumbuh terlalu panjang atau terlalu pendek)
  2. Masalah dengan bentuk kornea (lapisan luar mata yang jernih)
  3. Penuaan lensa (bagian dalam mata yang biasanya jernih dan membantu fokus mata)

Lantas, siapakah yang paling rentan terkena gangguan refraksi?

Seperti dilansir dari MyVision.org, beberapa orang yang dinilai memiliki peluang lebih tinggi terkena kelainan refraksi daripada yang lain, di antaranya sebagai berikut.

  1. Orang yang lebih tua
    Risiko orang yang lebih tua terkena hiperopia meningkat setiap tahun hingga usia 70 tahun. Setelah 70 tahun, mereka juga riskan terkena miopia. Tak hanya itu, orang yang lebih tua juga rentan terkena presbiopia. Karena, lensa alami mata mengeras dari waktu ke waktu.
  2. Orang dengan kerabat dekat yang memiliki kelainan refraksi
    Gangguan refraksi juga memiliki kecenderungan diturunkan dalam keluarga. Maka dari itu, patut diwaspadai ketika keluarga dengan dasar genetik sama menderita kelainan refraksi.

Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara faktor lingkungan dan perkembangan miopia onset lambat, yaitu:

  • Tidak menghabiskan cukup waktu di luar ruangan
  • Penggunaan lampu LED
  • Menghabiskan waktu terlalu lama dalam pekerjaan yang dilakukan dekat dengan wajah
  • Pola tidur yang buruk. (nhn)

The post Siapa yang Paling Berisiko Terkena Gangguan Refraksi? appeared first on Kasoem Vision Care.

]]>
https://www.kasoemvisioncare.com/siapa-yang-paling-berisiko-terkena-gangguan-refraksi/feed/ 0 6195